Khalisha

Khalisha
Pesta untuk Danu # 1



Setelah Hendra meninggalkan rumahnya, Khalisa langsung merasa lega karena memang Khalisa kurang nyaman dengan tatapan Hendra padanya.


''Lebih baik beres beres dapur dulu baru mandi. ''


ucap Khalisa sambil membawa piring kotor bekas makan Hendra.


.


.


Beberapa hari berlalu......


Hari sabtu sore Khalisa di sibukan dengan membungkus hadiah ulang tahun untuk Danu, bahkan Khalisa rela pagi pagi pergi ke mall untuk membelikan hadian ulang tahun Danu dan Khalisa juga harus menjalankan tugas nya dari Omah Maya, membawa Danu menuju hotel tanpa Danu curiga.


Setelah selesai membungkus kadonya Khalisa langsung bersiap membersihkan tubuhnya dan memakai gaun yang di berikan oleh Danu, gaun senada dengan pakaian yang akan di kenakan oleh Danu.


Sepuluh menit Khalisa selesai membersihkan tubuhnya dan langsung memakai gaun yang di berikan Danu padanya.


''Huff.....Gaunnya bagus dan ini membuat aku gak nyaman, berasa jadi putri. ''


ucap Khalisa sambil menatap pantulan dirinya dari cermin.


Khalisa memoles wajahnya dengan makeup sederhana karena memang Khalisa tidak memiliki makeup yang lengkap.


''Sempurna.....walaupun makeup seadanya tapi gak memalukan Danu nantinya. ''


gumam Khalisa dalam hatinya sambil beranjak menuju pintu karena pintu rumahnya ada yang mengetuk.


Khalisa membuka pintunya dan ternyata Danu datang dengan sebuket bunga juga senyum manisnya, Khalisa membalas senyumnya dan menerima bunga pemberian Danu.


''Kamu sudah selesai atau belum Sayang?? Mau aku tunggu atau langsung berangkat. ''


ucap Danu saat Khalisa menerima bunga dari nya.


''Kamu duduk sebentar dulu yaa, sedikit lagi selesai cuma membenahi rambut ajah. ''


ucap Khalisa sambil membuka pintu rumahnya agar Danu bisa masuk.


Seperti biasa Danu melepaskan sepatu dan menggantinya dengan sendal rumahan yang di sediakan Khalisa, Danu langsung duduk sambil memperhatikan Khalisa yang ada di dalam kamar karena kamar Khalisa tidak tertutup.


''Cantik sekali kamu Khalisa, tapi sayang hari ini adalah hari terakhir perjanjian hubungan kita, semoga kamu menaruh hati untuk aku Khalisa. ''


gumam Danu dengan nada sendunya yang mengingat perjanjian dengan Khalisa.


Sepuluh menit menunggu akhirnya Khalisa selesai dengan membenahi penampilannya lalu menghampiri Danu.


''Benar yah terserah aku dimana kita makan nyaa?? Awas ajah kalau bohong. ''


ucap Khalisa saat duduk di samping Danu.


''Iya cerewet, semua terserah kamu mau dimana dan tugasku hanya membayar tagihannya. ''


ucap Danu dan Khalisa tersenyum mengangguk.


Khalisa menyebutkan hotel yang akan menjadikannya tempat makan malam dengan Danu, Danu tersentak saat mendengar nama hotel nya yaitu hotel milik keluarga Prayoga.


''Kamu yakin kita makan di resto hotel itu?? ''


ucap Danu sambil mengerutkan keningnya saat Khalisa memberitahukan kemana tujuannya.


''Memangnya kenapa dengan restoran di hotel itu?? Kan kita bukan mau cek inn tapi mau makan di restoran itu, aku kan pernah ikut meeting dengan Pak Ardi dan makanannya sangat lezat loh Danu, aku mau kesana lagi. Kamu mau kan?? ''


ucap Khalisa dengan antusianya dan memperaktekan makanan yang begitu lezat masuk kedalm mulutnya.


Danu hanya tersenyum sambil mengelus puncak kepala Khalisa lalu mengiyakan keinginan Khalisa karena baginya bahagia Khalisa adalah yang paling utama.


''Aku harus memberitahukan manager restoran agar tidak menyambutku, Khalisa pasti belum tahu kalau hotel dan resto itu milik keluarga Prayoga. ''


gumam Danu dalam hatinya sambil memikirkan pesan untuk manager restonya.


Khalisa langsung diam dengan apa yang dilakukan Danu padanya, hatinya menghangat dengan prilaku Danu.


gumam Khalisa sambil mengalihkan pandangannya pada kaca di sampingnya.


Saat di lampu merah Danu langsung mengirim pesan kepada manager hotel dan manager nya mengiyakan perintah Danu.


Danu merasa lega karena urusan restoran aman terkendali agar Khalisa tidak minder saat makan nanti.


Sepuluh menit kemudian Danu sampai di area parkir hotel dan langsung memarkirkan mobilnya, Danu membuka pintu untuk Khalisa dan Khalisa tersenyum, Danu mengisyaratkan Khalisa menggandeng lengannya dan tanpa membantah Khalisa pun melingkarkan tangannya di lengan Danu.


Khalisa begitu mengagumi restoran nya dan langsung mengikuti kemanapun Danu membawanya, Danu membawa ke ruangan vip restoran dan membuat Khalisa lega karena kejutan akan berjalan lancar malam ini.


''Mau pesan makanan apa Sayang?? ''


ucap Danu saat Khalisa duduk di hadapannya.


''Terserah kamu ajah Danu mau pesankan makanan apa, aku nurut ajah. ''


ucap khalisa dan Danu tergelak mendengarnya.


''Kamu ini menggemaskan sekali, kamu yang antusias dengan makanan disini, kenapa aku yang harus memesankan makanannya?? ''


ucap Danu dan Khalisa memanyunkan bibirnya.


''Gini Danu, aku ga ngerti nama nama menu makanannya, waktu meeting kan Pak Ardi yang memesankan makanan, maaf bikin kamu malu. ''


ucap Khalisa dan Danu menggelengkan kepalanya.


''No Sayang, kamu tidak memalukan dan aku akan pesankan makanan untuk kamu. ''


ucap Danu sambil mengusap tangan Khalisa dan Khalisa tersenyum senang.


Danu sibuk dengan menu makanan dan Khalisa sedang membaca pesan dari Omah Maya, bahkan pihak restoran pun sudah bekerja sama dengan Omah Maya dan sampai kapanpun pesanan makanan Danu juga Khalisa tidak akan di antarkan.


Danu selesai memesankan makanan juga minumannya dan memberikan menu makanan nya kepada pelayan, Danu langsung menatap Khalisa yang sedang menatapnya.


''Malam ini adalah malam terakhir perjanjian hubungan kita berdua Khalisa, terimakasih dan maafkan aku yang selalu mengganggu juga memaksa kamu, aku benar benar tulus menyayangi kamu Khalisa. ''


ucap tulus Danu dan membuat Khalisa langsung mematung.


Danu tersenyum lalu menggenggam tangan Khalisa lalu mengeluarkan hadiah dari dalam saku jasnya, Danu mengeluarkan sebuah kalung yang begitu indah dan langsung memasangkannya di leher Khalisa saat Khalisa mengiyakannya.


''Terimakasih Danu dan kalungnya sangat cantik, kamu yang ulang tahun tapi aku yang di berikan hadiahnya sama kamu, aku malah gak kasih kamu hadiah. ''


ucap Khalisa saat Danu selesai memasangkan kalungnya.


''Gak apa apa Khalisa dan bagiku kamu itu hadiah terindah yang pernah tuhan berikan untuk aku. ''


ucap Danu dan Khalisa langsung tersenyum dan beranjak lalu memeluk tubuh Danu.


Danu langsung menerima pelukan Khalisa dan membalas pelukannya, Danu bahkan mencium puncak kepala Khalisa dengan penuh sayang.


''Aku ada kejutan buat kamu Danu tapi tutup matanya, mau kan?? ''


ucap Khalisa sambil melepaskan pelukannya dan Danu mengangguk.


''Aku pasrahkan semua untuk kamu hari ini, terserah kamu mau bagaimana Khalisa. Karena bagiku hari ini harus menjadi paling spesial sebelum besok kita berakhir hubungan nya. ''


ucap Danu dan Khalisa mengangguk.


Khalisa langsung mengeluarkan sebuah kain panjang dari dalam tasnya lalu memasangkan ke mata Danu, Danu tanpa curiga mengikuti maunya Khalisa karena Baginya dekat dengan Khalisa adalah paling utama.


Khalisa langsung membawa Danu berjalan menuju Ballroom hotel yang sudah di siapkan oleh Omah Maya, bahkan semua keluarga juga tamu undangan sudah hadir di ballrom menunggu kedatangan Khalisa yang membawa Danu.


.


.


.


Tbc.......