
Omah Maya langsung menghalangi Hendra saat suaminya akan memukulnya kembali dan membuat suaminya langsung kesal.
''Papa gak pernah mengajarkan kamu menjadi bajingan Hendra, kenapa kamu tega memperkosa Khalisa?? dia gadis baik baik, Papa gak tau harus berbuat apa untuk menghukum kamu Hendra. ''
ucap lantang Opah Wili dan membuat Hendra terdiam.
Kakek Permana langsung membawa Opah Wili untuk duduk dan Hendra langsung di bantu Omah Maya untuk duduk.
''Maafkan aku Permana karena aku gagal mendidik putraku, aku menyesal. ''
ucap Opah Wili dan Kakek Permana hanya diam.
''Didikan orang tua itu gak salah Wili, anaknya ajah yang kurang ajar dan gak memikirkan jangka panjang sebelum bertindak. ''
ucap Kakek Permana yang tidak setuju dengan ucapan sahabatnya.
Melin yang mendengar keributan pun langsung menghampiri ruang keluarga dan langsung tersentak saat melihat wajah lebam adik iparnya, Melin memilih kembali ke dapur dan tidak ikut campur dengan masalah keluarganya.
''Ayo Hendra bicara jangan diam ajah kamu. ''
ucap Sang papa karena putranya hanya diam.
''Hendra mengaku salah dan khilap, Hendra memang sengaja menjerat Khalisa dengan memperkosanya, Hendra mencintai Khalisa dan Khalisa selalu menolak, bahkan kemarin Hendra juga meminta Khalisa untuk menikah dengan Hendra karena Hendra yakin kalau Khalisa sedang mengandung anak Hendra, tapi Khalisa menolak dan mengancam akan pergi selamanya, maafkan Hendra. ''
ucap Hendra dengan nada yang sayu dan menundukan wajahnya.
''Kamu ini bukan laki laki tapi banci, menjerat wanita dengan memperkosa nya, pikiran kamu itu dimana sebenarnya?? kamu benar benar membuat malu keluarga kita. ''
geram sang Papa dan Hendra hanya diam karena memang dia salah.
''Jadi..... Khalisa itu putrinya Larisa?? kenapa kamu gak memberitahukan nya ke kami Permana, kasihan Danu yang mencintai Khalisa begitu dalam tapi gak mungkin karena mereka bersaudara. ''
ucap Omah Maya dan Kakek Permana hanya mendelik mendengar ucapan Omah Maya.
''Kalian tahu kan jawabannya apa, saat mau kemari kamu kan sakit Maya dan saat kamu sembuh, aku dan Lara harus ke luar kota dan sekarang di beritahu malah dengan musibah. ''
geram Kakek Permana dan membuat Hendra semakin diam.
''Kita nikahkan saja Hendra dan Khalisa, semua demi kebaikan bersama. ''
ucap Omah Maya dan membuat Hendra tersenyum senang.
''Tapi Khalisa gak mau menikah dengan Hendra, dia menolaknya mentah mentah saat tadi di tanyakan oleh Lara dan aku. ''
jawan Kakek Permana dan membuat Hendra terdiam.
''Hendra sudah puluhan kali meminta Khalisa untuk setuju menikah tapi Khalisa selalu menolaknya, Hendra bingung harus bagaimana. ''
ucap Hendra dan membuat ketiga Orang tua menghela nafasnya.
Handphone Kakek Permana berdering dan ternyata Larisa yang menghubungi nya.
Dalam panggilan.....
''Hallo Ayah..... Ayah masih di rumah Om Wili?? ''
''Iya masih Lara dan sedang mendakwa tersangka utamanya. ''
''Lebih baik Ayah ke rumah sakit sekarang, Khalisa tadi pingsan lagi dan sekarang sedang di tangani oleh Dokter, Lara takut disini sendiri. ''
''Baiklah Ayah akan ke rumah sakit sekarang, tunggu dan jangan banyak berfikir, semoga Khalisa baik baik ajah. ''
''Baiklah Ayah dan Lara tunggu kedatangan Ayah. ''
Panggilan Berakhir.....
''Aku pamit Wili, Khalisa masuk rumah sakit karena pingsan kembali tadi. ''
ucap Kakek Permana sambil beranjak.
''Khalisa memangnya kenapa Om?? Hendra boleh ikut ke rumah sakit?? ''
ucap Hendra yang langsung khawatir dengan keadaan Khalisa.
''Khalisa kenapa Permana?? aku juga mau ikut ke rumah sakit. ''
ucap Omah Maya.
''Khalisa tadi pagi pingsan karena tubuhnya lemah, satu minggu dia gak makan nasi katanya geli, imbasnya sekarang keadaannya gak baik baik saja, prediksi dokter tadi pagi Khalisa hamil muda. ''
ucap Kakek Permana dan membuat Hendra langsung bahagia.
ucap Opah Wili dan langsung di setujui oleh Kakek Permana.
Semua melupakan makan siang nya dan fokus dengan Khalisa, Omah Maya langsung menghampiri Melin dan memintanya tetap di rumah, Melin pun mengiyakannya dan ikut mengantarkan ke pintu depan.
''Malangnya nasib kamu Khalisa dan maaf karena tante gak ikut menjenguk kamu. ''
gumam Melin sambil menatap mobil yang membawa keluarganya keluar dari area gerbang rumah.
Di rumah sakit saat ini.....
Larisa langsung meminta asistennya untuk datang dan membantu menguruskan ruangan untuk Khalisa karena Khalisa harus di rawat.
Khalisa sudah selesai di periksa dan saat ini Khalisa masih belum sadar dari pingsannya, jarum infus sudah menancap di tangan Khalisa dan terpaksa Khalisa harus di infus karena kondisi nya sangat lemah.
''Sayang..... kamu harus kuat yah, Mama khawatir sekali dengan kamu. ''
ucap Larisa sambil menggenggam tangan Khalisa.
''Permisi nyonya, pasien sudah bisa di pindakan karena ruangannya sudah selesai di siapkan. ''
ucap Asisten Larisa dan tak lama tiga suster datang untuk memindahkan Khalisa.
Larisa langsung meminta asistennya kembali ke perusahaan dan dia akan menemani Khalisa menuju ruangan rawatnya.
Selesai Khalisa di pindahkan Larisa langsung memberitahukan ruang rawatnya pada Kakek Permana dan tak lama Khalisa membuka matanya.
''Mama.... ''
ucap Khalisa dan Larisa langsung menghampiri sambil menyimpan handphone di saku celananya.
''Kenapa sayang?? ada yang gak nyaman kah?? ''
jawab Larisa dan Khalisa menggelengkan kepalanya.
''Khalisa dimana sekarang?? ''
ucap Khalisa karena menyadari ruangan yang asing baginya.
''Kamu di rumah sakit dan kamu harus di rawat Sayang, kondisi kamu lemah soalnya dan janin kamu juga lemah sekarang kondisinya, Mama minta sama kamu Khalisa. Jangan banyak pikiran karena itu gak baik, biarkan Mama dan Kakek yang mengurusnya. ''
ucap Larisa yang mengkhawatirkan kondisi putri nya.
''Mama gak marah kan sama Khalisa?? ''
ucap Khalisa dan membuat Mamanya menggelengkan kepalanya.
''Marah untuk apa?? kamu putri Mama dan sudah kewajiban Mama melindungi kamu, jangan berpikir yang aneh aneh dan sekarang paling penting pulihkan kondisi kamu. ''
ucap Larisa dan Khalisa mengangguk.
''Khalisa hanya takut Mama kecewa sama Khalisa, baru juga ketemu tapi sudah membuat Mama dan Kakek malu karena Khalisa hamil. ''
''Sudah jangan bahas lagi masalah itu, kamu anak mama dan gak ada kata kecewa, mama sama kakek sangat sayang kamu dan akan membela juga menjaga kamu. ''
Pintu ruangan Khalisa di ketuk daj ternyata Kakek Permana yang masuk, di ikuti oleh Omah Maya yang langsung masuk menghampiri Khalisa.
''Khalisa sayang, kamu baik baik ajah kan?? ''
ucap Omah Maya dan Khalisa mengangguk sambil tersenyum.
Opah Wili dan Kakek Permana langsung menghampiri ke arah Khalisa, Hendra pun sama mengikutinya dan membuat Khalisa memalingkan wajahnya saat bertatapan mata dengan Hendra.
''Omah minta maaf atas kelakuan Hendra ke kamu yah, maafkan Omah Sayang dan mau yah menikah dengan Hendra?? ''
ucap Omah Maya dan Khalisa langsung terdiam.
''Opah mau kamu menerima Hendra menjadi suami kamu, kasihan bayi dalam kandungan kamu pasti membutuhkan Ayahnya juga, maafkan Hendra yah Khalisa. ''
ucap Opah Wili dan Khalisa langsung menatap Kakek Permana.
Sungguh saat ini Khalisa masih bingung harus mengiyakan atau menolak permintaan orang tua Hendra.
.
.
Bersambung.......