Khalisha

Khalisha
perkenalan hendra dan khalisa



Perjalanan tiga puluh menit akhirnya sampai di sebuah rumah yang terlihat mewah dengan pagar yang menjulang tinggi, Khalisa hanya diam sambil memperhatikan arah depan mobilnya.


''Ayo Khalisa kita turun, sekalian menurunkan belanjaannya juga dari bagasi belakang. ''


ajak Melin sambil keluar dari mobilnya.


Khalisa menurut dan keluar dari mobil mengikuti Melin, Danu memberikan dua bungkusan keresek pada Khalisa dan langsung di terimanya.


Melin langsung mengajak Khalisa memasuki rumah dan Danu seperti biasa mengekorinya.


Tanpa Khalisa dan yang lainnya sadari, Hendra dari lantai atas tepatnya dari jendela kamarnya sedang keheranan karena wanita yang di jumpai nya ternyata kenal dengan kakak ipar dan juga keponakannya.


''Siapa gadis itu?? Kenapa Kak Melin dan Danu mengenalinya?? ''


gumam hendra dalam hatinya sambil beranjak keluar dari kamar untuk menghampiri ke lantai bawah.


Hendra langsung menghampiri kakak iparnya yang sedang membuat minuman.


''Siapa gadis yang datang bersama kakak dan Danu?? Baru kali ini Hendra lihat kakak membawa gadis ke rumah ini loh. ''


ucap Hendra dan Melin langsung tersenyum.


''Nah gadis ini tuh berbeda loh Hendra, dia pacarnya Danu dan Kakak setuju dengan dia. ''


ucap Melin dengan nada senangnya dan membuat Hendra tersentak.


''Oh gitu.....''


ucap Hendra sedikit kesal sambil berjalan mencari keberadaan dimana Khalisa saat ini.


''Hendra......Mama kemana?? ''


ucap Melin saat Hendra berbalik untuk mencari Khalisa.


''Mama sedang menemani Papa ke acara teman dekatnya Papa. ''


jawab Hendra sambil berjalan mengikuti Danu yang baru menuruni tangga.


.


.


Sedangkan Khalisa saat ini duduk di sofa ruang tamu sambil memainkan handphone nya, Khalisa tidak mau tau apa yang di lakukan ibu dan anak itu karena saat ini Khalisa begitu kesal dan ingin segera kembali ke rumahnya.


''Buat apa aku ikut ke rumah ini kalau hanya di jadikan pajangan ruang tamu ajah, lebih baik di rumah ajah masak makanan kesukaan aku. ''


ucap Khalisa kesal sambil memanyunkan bibirnya.


Khalisa berbalasan pesan dengan teman teman lamanya yang ada di luar kota, Khalisa pun menanyakan keadaan rumahnya pada tetangganya yang di beri kepercayaan untuk menjaga dan membersihkan rumah lamanya.


''Maaf membuat kamu nunggu Khalisa. ''


ucap Danu saat menghampiri Khalisa.


''Lebih baik saya pulang ajah Danu, ada sedikit kerjaan soalnya. ''


ucap Khalisa yang sengaja menjadikan pekerjaan sebagai alasannya.


Danu langsung terdiam menatap Khalisa yang ingin pamit pulang, namun Khalisa saat ini sedang mengerutkan keningnya melihat seorang pemuda yang ada di belakang Danu.


''Ada tamu ternyata.....''


ucap Hendra yang menghampiri keponakannya.


Danu tersenyum dan merapatkan dirinya kesamping Khalisa, membuat Khalisa reflek bergeser kembali dan membuat Hendra tersenyum mengejek kepada keponakannya.


''Dia ini Khalisa Om, bukan sembarang tamu karena Khalisa tamu spesial di rumah ini, Khalisa pacarnya Danu, ayo Khalisa kenalkan dia Om hendra adiknya Papa aku. ''


ucap Danu yang mengenalkan Khalisa pada Om nya.


Hendra langsung mendelik saat Danu mengenalkan Khalisa sebagai pacarnya, Hendra bisa menebak kalau Khalisa tidak menyuka Danu dan Danu lah yang mengaku ngaku.


''Kenalkan saya Hendra. ''


''Khalisa.....''


jawab singkat Khalisa sambil melepaskan uluran tangannya.


''Loh....kalian kenapa malah berdiri ayo duduk, minumannya sudah selesai di buat nih. ''


ucap Melin sambil menyajikan minuman yang di buatnya.


''Tante sepertinya Khalisa harus pulang sekarang, ada pekerjaan mendadak dan taksi online yang di pesan Khalisa juga sudah sampai di depan. ''


ucap Khalisa dan membuat Melin sedikit cemberut.


''Sudahlah Kak jangan memaksa Khalisa untuk tetap tinggal disini, kasihan kan. ''


ucap Hendra yang melihat ketidak nyamanan Khalisa yang berada di rumahnya saat ini.


''Oke deh tapi janji yah nanti kesini lagi buat menemui Tante. ''


ucap Melin dan Khalisa mengangguk.


Khalisa merasa bahagia karena terbebas dari kepalsuannya, Khalisa sungguh tidak nyaman saat ini dan ingin segera pulang, apalagi saat melihat tatapan tidak biasa dari Hendra dan Danu yang menatapnya aneh.


Khalisa langsung pamit dan segera keluar dari rumah mewah keluarga prayoga, ternyata taksi online nya sudah menunggu dan tidak membutuhkan waktu lama saat Khalisa masuk kedalam mobil dan duduk, mobil langsung berjalan meninggalkan halaman rumah kediaman prayoga.


''Kamu kenal dimana dengan Khalisa?? ''


ucap Hendra saat Danu sedang menatap mobil yang membawa Khalisa keluar dari halaman rumahnya.


''Di kantornya Om Ardi dan Khalisa itu kan asisten keduanya Om Ardi, makanya Danu minta ke Om menjadi wakil perusahaan yang berhubungan dengan perusahaan Om Ardi. ''


ucap Danu dan membuat Hendra semakin tersentak.


''Kenapa aku gak tau kalau gadis itu kerja di perusahaan Ardi dan malahan Danu yang lebih dulu mengetahuinya, sangat musatahil. ''


gumam Hendra dalam hatinya yang kesal dan langsung meninggalkan Danu.


''Ada apa dengan Om Hendra, terlihat kesal sekali sepertinya. ''


ucap Danu yang keheranan melihat Om nya pergi tanpa memberitahukannya.


Hendra langsung menuju kamarnya untuk mengambil handphone nya karena dia ingin menanyakan Khalisa pada sahabatnya.


Namun Hendra merasa kesal karena Ardi tidak mengangkat telphone nya bahkan pesannya pun belum di baca.


''Besok aku harus bertemu Ardi dan menanyakan Khalisa, pantesan ajah Danu semangat ke perusahaan


Ardi akhir akhir ini dan ternyata ada maunya anak itu, aku gak akan membiarkan Khalisa dimiliki Danu dan aku yakin kalau Khalisa gak menyukai Danu karena terlihat jelas Khalisa tidak nyaman bersama Danu. ''


ucap kesal Hendra sambil berjalan menuju jendela kamarnya menatap langit siang dari kamarnya.


Di perjalanan Khalisa saat ini......


Khalisa merasa lega karena terlepas dari Danu dan dia langsung menuju pasar kembali untuk melanjutkan belanjanya yang sempat terhenti.


Khalisa seperti biasanya dengan riang memilih beberapa sayuran, daging dan berbagai macam bahan bahan untuk memasak, Khalisa benar benar membuktikan berbelanja semua kenutuhan dapur untuk mengisi kulkasnya.


Dua jam Khalisa berputar putar di pasar dan membeli banyak sekali belanjaan, Khalisa memesan taksi online kembali karena belanjaannya begitu banyak dan tidak memungkinkan kalau dia menggunakan angkutan umum.


Hari sabtu yang sedikit lambat menurut Khalisa karena derama Ibu dan anak yang menjeratnya harus mengikuti kemauan Danu, Khalisa tiba di rumah memasuki petang dan langsung merapihkan belanjaannya.


Khalisa tersenyum senang karena semua kebutuhannya untuk satu bulan kedepan sudah terisi penuh, tinggal menjalani hari harinya saja.


.


.


.


Tbc........