Khalisha

Khalisha
Babby Twins....



Disinilah Khalisa saat ini, sebuah ruangan yang penuh dengan alat alat dan Khalisa sedang berbaring di temani seorang dokter wanita, saat ini Khalisa sedang di ruangan poli kandungan dan Khalisa sedang melakukan USG.


Dokter tersenyum saat melihat wajah tegang Khalisa saat melihat layar monitor yang ada di hadapannya.


''Janinnya berusia lima minggu sesuai tanggal terakhir datang bulan, ada satu kabar bahagia lagi. Ternyata di dalam rahimnya ada dua embrio dan artinya ada babby twins yang tumbuh di dalam kandungan, walaupun hanya sebesar biji kacang hijau tapi ini sudah terlihat ada dua yah. ''


ucap dokter dan membuat Khalisa tersenyum.


Hendra yang mendengarnya langsung bersyukur karena dia di berikan dua anak sekaligus dan Hendra akan menjaganya.


Suster membantu Khalisa untuk duduk setelah merapihkan pakaiannya, Hendra menghampiri dan menggendong Khalisa untuk di dudukan kembali di atas kurai roda.


''Ada yang di tanyakan?? saya akan membuatkan resepkan obatnya, hari ini Ibu Khalisa sudah di perbolehkan pulang dan nanti suster akan memberikan berkas administrasi nya. ''


ucap Dokter sambil menuliskan resep di kertas resep.


''Dok....makanan yang di konsumsi bebas kan gak ada larangan?? ''


ucap Hendra saat dokter selesai mencatat resepnya.


''Makanan gak ada yang di larang asalkan makannya sesuai dengan aturan dan jangan berlebihan. ''


jelas sang Dokter dan Hendra mengangguk.


''Dok..... saya kadang malas sekali makan nasi soalnya geli melihatnya, gak akan ngaruhkan ke janinnya kalau konsumsi nasi berkurang. ''


ucap Khalisa dan dokter tersenyum sambil memberikan resep yang di terima langsung oleh Hendra.


''Gak masalah ko, asalkan asupan makanannya seimbang, buah buahan, sayuran dan ganti nasi dengan protein lainnya kan bisa, yang penting harus makanan yang sehat karena ada dua janin sekarang yang tumbuh di rahim Ibu Khalisa. '' Ada pertanyaan lagi?? '' ucap dokter dan Khalisa menggelengkan kepalanya. '' sampai ketemu di bulan berikutnya. ''


ucap Dokter kembali dan Khalisa juga Hendra mengangguk sambil pamit keluar dari ruangan poli kandungan.


Omah Maya, Tante Melin dan Larisa langsung beranjak dan menghampiri Khalisa saat keluar dari ruangan, kursi roda yang di duduki Khalisa di dorong Hendra menuju ruangan Khalisa.


Saat sampi di ruangannya suster datang memberikan berkas administrasi kepulangan Khalisa, ketiga wanita yang mengurus Khalisa setelah suster membuka infus di tangan Khalisa, sedangkan Hendra mengurus administrasi pembayarannya.


''Hasil USG nya bagaimana Sayang?? ''


ucap Larisa saat membantu menggantikan pakaian Khalisa.


''Alhamdulillah hasilnya bagus Mama dan ada kejutan satu lagi. ''


jawab Khalisa dengan antusiasnya dan membuat Omah Maya yang sedang membantu Melin merapihkan pakaian langsung menghampiri Khalisa.


''Kejutan apa sayang?? ''


ucap antusias Omah Maya.


''Janin Khalisa ternyata twins loh dan Khalisa gak tau dari gen siapa twins nya. ''


ucap khalisa dan semua langsung senang mendengarnya.


''Opah Wili sebenarnya kembar tapi kembarannya meninggal saat usianya lima tahun kalau gak salah dan ternyata Hendra menurunkan gen kembarnya. ''


ucap Omah Maya dan Khalisa langsung tersenyum melihat kebahagiaan Omah Maya.


''Mama bahagia Sayang dan pasti Kakek juga Opah Wili akan sangat bahagia mendengarnya, mulai sekarang kamu harus menuruti perintah Mama jangan ngeyel, masalah makan kamu yang gak mau nasi, nanti di ganti jangan berbulir kan bisa. ''


ucap Larisa yang Khawatir karena putrinya gak mau makan nasi.


''Lara kamu jangan bingung karena Hendra bilang saat menyuapi Khalisa dia mau padahal nasi yang di suapinya. ''


ucap Melin dan Larisa tenang mendengarnya.


''Bagus deh jadi nanti Hendra yang harus berperan memberikan makan untuk kamu yah. ''


ucap Omah Maya dan Khalisa langsung cemberut.


''Khalisa gak bisa membantah dan akan menerimanya karena bukan kemauan Khalisa juga. ''


ucap Khalisa yang begitu pasrah.


''Sudah siap semuanya?? ''


ucap Hendra saat masuk kedalam ruangan.


''Sudah semuanya, mobilnya gimana?? jangan sampai kita menunggu. ''


ucap Melin dan Hendra menggelengkan kepalanya.


''Mobil sudah siap di pintu utama lobi rumah sakit, yaudah kita pulang sekarang. ''


ucap Hendra sambil menggendong Khalisa untuk duduk di kursi roda.


Hendra kembali mendorong kursi rodanya dan ketiga wanita mengikutinya dari belakang, Khalisa hanya diam sepanjang perjalanan menuju lobi utama rumah sakit.


Khalisa saat ini akan pasrah menerima semua yang di lakukan keluarganya, karena Khalisa yakin semua adalah untuk kebaikannya.


Khalisa satu mobil dengan Hendra sedangkan yang lainnya menggunakan mobil Melin, Khalisa di antarkan menuju kediaman Permana dan disana sudah menunggu keluarga lainnya.


''Kenapa diam ajah?? ada yang kamu inginkan?? mumpung masih di perjalanan loh. ''


ucap Hendra saat melirik Khalisa hanya diam.


''Gak ada Om, Khalisa pengen pulang ke rumah ajah karena bau rumah sakit sangat tidak enak. ''


ucap Khalisa dan Hendra tersenyum mendengarnya.


''Makanya jangan setres dan makan juga harus dijaga, kamu kan kemarin memendam semua sendiri tapi sekarang jangan di ulangi lagi, ungkapkan ajah semua yang kamu inginkan jangan memendamnya, Saya akan laksanakan semua yang kamu inginkan asalkan di batas kewajaran, kalau hanya main main saya gak mau mengabulkannya. ''


ucap Hendra dan Khalisa memanyunkan bibirnya.


''Khalisa masih boleh bekerja di perusahaan Pak Ardi kan Om?? ''


ucap Khalisa dan Hendra menggelengkan kepalanya.


''Gak boleh, lebih baik diam di rumah jangan kemana kemana dan kalau kamu pengen kerja lebih baik ikut saya ke perusahaan, gak usah kerja di tempat Ardi lagi karena saya gak akan ijinkan. ''


tolak Hendra dan Khalisa langsung memalingkan wajahnya karena malas menjawab ucapan Hendra.


Perjalanan tiga puluh menit akhirnya sampai di kediaman Permana, ternyata mobil Melin sudah sampai duluan dan Semua menunggu kedatangan Khalisa.


Kakek Permana tersenyum melihat cucunya datang, Khalisa menolak saat Hendra akan menggendongnya dan Khalisa pun di gandeng Mamanya dan Melin.


''Syukur laah kamu gak lama di rawatnya, Kakek takut kamu akan lama soalnya. ''


ucap Kakek Permana saat Khalisa duduk di sofa.


''Khalisa juga malas Kakek kalau harus lama lama, apalagi aroma rumah sakit kan gak enak. ''


ucap Khalisa dan Kakek nya tersenyum.


''Kita akan kedatangan calon anggota keluarga baru dan jumlah nya langsung dua, Khalisa hamil anak kembar sekarang. ''


ucap Omah Maya dan semua senang mendengarnya.


''Akhirnya gen kembar turun juga ke keluarga Prayoga, Hendra pokonya kamu harus menjaga dengan baik calon anak anak kamu juga ibunya, karena hamil anak kembar akan sedikit rentan. ''


ucap Opah Wili dan Hendra mengiyakannya.


Khalisa hanya jadi pendengar setia saat semua anggota keluarganya membahas pernikahan Khalisa dan Hendra.


.


.


.


Bersambung......