Khalisha

Khalisha
Pesta untuk Danu # 2



Danu hanya pasrah saat Khalisa menuntunnya entah kemana, Khalisa begitu etat menggenggam lengan Danu dan memberi petujuk jalan yang di lalui Danu.


Danu di butakan cinta dan percaya dengan apapun yang di lakukan Khalisa, Omah Maya tepat mempercayakan kejutan untuk Danu pada Khalisa.


Khalisa sampai di ballrom dan keadaan begitu meriah namun keheningan saat ini yang terasa karena musik dan semua orang hanya diam.


''Kita mau kemana Sayang?? ''


ucap Danu dan terdengar jelas di dalam Ballromm membuat semua tersenyum dengan ucapan Danu namun Hendra langsung menahan cemburunya karena ucapan Danu.


''Katanya kamu mempercayakan semuanya sama aku Danu, pokonya kamu ikuti maunya aku. ''


ucap Khalisa dan Danu mengangguk.


Khalisa langsung menempatkan Danu di depan kue ulang tahun, di kelilingi seluruh keluarga Prayoga.


Khalisa melepaskan kain yang menutup mata Danu setelah lampu ballrom padam.


''Loh....ko gelap sih Sayang, ini lagi dimana?? ''


protes Danu saat membuka matanya ternyata gelap gulita.


Lampu tiba tiba menyala beriringan dengan musik pengantar ulang tahun dan membuat Danu melototkan matanya, tapi saat melihat senyum Khalisa begitu tulus Danu pun langsung tersenyum.


''Selamat ulang tahun Danu, panjang umur. semoga kebaikan menyertai kamu dan semua keinginan kamu tercapai. ''


ucap Khalisa dan Danu langsung tersenyum lebar.


Danu langsung memeluk Khalisa dan Khalisa membalas pelukannya, seluruh keluarga menggelengkan kepalanya dengan tingkah pasangan di hadapannya.


''Hei.....hei....sudah berpelukannya, ayo tiup lilinnya Danu. ''


ucap Omah Maya saat Ardi selesai menyalakan lilinnya.


Danu melepaskan pelukannya dan tetap melingkarkan tangannya pada pinggang Khalisa sambil meniup lilinnya.


Semua langsung bertepuk tangan dan Danu tersenyum sambil menatap Khalisa penuh cinta dari tatapannya.


Omah Maya memotong kue pertama dan di berikan kepada Danu.


Danu memberikan kue pertama pada omah juga opahnya, lalu kepada mama juga Papa nya dan yang terakhir memberikannya kepada Khalisa.


Khalisa mengeluarkan sebuah hadiah dan memberikannya pada Danu, Danu langsung tersenyum senang lalu mencium kening Khalisa.


Semua tamu undangan langsung bertepuk tangan dan Omah Maya langsung memperkenalkan Khalisa sebagai calon menantu keluarga Prayoga, Danu semakin bahagia dan Khalisa hanya ikut tersenyum.


Semua hanyut dalam pesta namun ada satu orang yang sedang memendam kesal, Hendra orang nyaa yang sangat memendam rasa kesal, marah dan cemburu, Ardi yang menyadarinya hanya bisa menepuk bahu Hendra agar lebih tenang.


''Tenang Hendra, aku tau kamu menyukai Khalisa tapi sekarang dia bahagia dengan Danu, ikhlaskan dan relakan yah. ''


ucap Ardi dan Hendra hanya berdecih.


''Kamu tidak mengetahui yang sebenarnya Ardi, mereka hanya pura pura memiliki hubungan, sebuah perjanjian dan aku yakin itu. ''


ucap Hendra dan Ardi melototkan matanya.


''Jangan ngasal kalau bicara, wanita di dunia ini masih banyak Hendra dan kamu bisa memilih wanita manapun mau kamu, relakan Khalisa bahagia dengan Danu jangan ganggu hubungan mereka, aku tau ini pertama kalinya kamu tertarik dengan wanita dan akan sangat sakit kalau tidak memilikinya. ''


ucap Ardi dan Hendra hanya diam dan memandang Khalisa dari jarak yang lumayan jauh.


Hendra merasakan kalau senyum Khalisa palsu, entah karena memang nyata atau karena memiliki perasaan pada Khalisa, Hendra mempunyai dugaan kalau Danu dan Khalisa tidak memiliki hubungan nyata dan hanya pura pura.


Hendra langsung meninggalkan Ardi yang menasehatinya dan memilih menuju kamarnya yang sengaja dia pesan untuk menghindar dari pesta yang membuatnya kesal.


Hendra berjalan menuju lift menuju lantai teratas dimana kamarnya di siapkan, saat Hendra berjalan dia tidak sengaja berpapasan dengan Khalisa.


Khalisa tersenyum mengangguk saat berpapasan dengan Hendra, namun Hendra hanya memalingkan wajahnya dan meninggalkan Khalisa yang melongo keheranan dengan Hendra.


''Kenapa dengan laki laki itu, aku kan hanya menghormatinya. ''


Khalisa langsung duduk di samping Danu, Omah Maya tersenyum dan meminta Khalisa memakan makanann yang di sediakan di meja dan Khalisa hanya mengangguk.


''Malam ini kita menginap di hotel ini dan Omah sudah siapkan kamar untuk Khalisa juga, tidak ada penolakan karena besok kita akan pergi bertamasya seluruh keluarga. ''


ucap Omah Maya dan Khalisa tidak bisa menolak terpaksa mengiyakannya.


''Omah kenapa sih selalu berbuat semaunya Omah, ga nanya dulu pendatap orang. ''


protes Danu dan Omah Maya hanya mengangakat bahunya tanda tidak mau di bantah.


Malam semakin larut dan tamu undangan pun sudah meninggalkan ballrom hotel, tinggal keluarga yang masih bercengkrama.


''Khalisa mau istirahat ajah Omah, ngantuk banget soalnya. ''


ucap Khalisa karena memang saat ini sangat lelah.


Omah Maya mengangguk dan memberikan kunci kamar untuk Khalisa, Khalisa menerimanya dan langsung pamit pada semua keluarga, Danu akan mengantarkan ke kamar namun Omah Maya melarangnya dan membiarkan Khalisa menuju kamarnya sendirian.


''Omah gak mau kamu nekad nantinya dan berbuat sesuatu yang merugikan Khalisa, kamar kamu berdua dengan daren biar gak macam macam. ''


ucap Omah Maya dan Danu langsung cemberut.


Khalisa saat ini sedang berjalan di lorong hotel menuju kamarnya, namun perhatiannya teralihkan saat melihat salah satu kamar terbuka dan terdengar ada suara benda terjatuh.


''Ini kamar siapa yaa?? Pintunya terbuka dan di dalam ada kejadian apa sih?? Berisik sekali. ''


ucap Khalisa sambil membuka pintunya yang memang terbuka sedikit.


Khalisa melototkan matanya saat melihat Hendra sedang merapihkan barang barang yang berserakan di lantai, Khalisa merasa lega dan saat akan berbalik Hendra memanggilnya dan membuat Khalisa menoleh.


''Lagi apa kamu disitu?? mau menguping yah?? ''


ucap kesal Hendra dan membuat Khalisa tersentak.


''Khalisa hanya lewat dan mendengar suara gaduh jadinya masuk, lagian pintunya sedikit terbuka juga jadi jangan salahkan Khalisa. ''


ucap Khalisa sambi berdiri di depan pintu.


Hendra menyeringai dan langsung menekan tombol menutup pintu dan otomatis pintu tertutup, Khalisa langsung panik karena posisinya ada di dalam kamar Hendra.


''Kamu yang datang ke kamar saya Khalisa dan bukan saya yang mengundang kamu, kamu harus bertanggung jawab. ''


ucap Hendra dan membuat Khalisa kesal.


''Om ini gila yaah, Buka pintunya atau Khalisa akan berteriak biar terdengar oleh orang orang. ''


ucap Khalisa dengan nada kesalnya dan Hendra hanya tertawa.


''Silahkan berteriak sekencang mungkin karena tidak akan ada yang mendengarnya, kamar ini kedap suara Khalisa, hari ini kamu membuat saya sakit Khalisa. ''


ucap Hendra sambil berjalan menghampiri Khalisa.


''Maksud Om apaan sih?? Darimana nya Khalisa membuat Om sakit?? Aneh dan Khalisa yakin kalau Om ini mabuk kan?? ''


ucap Khalisa dan Hendra menggelengkan kepalanya.


''Saya sadar Khalisa dan buat apa saya mabuk, kamu membuat saya cemburu dan saya tahu kalau kamu gak mencintai Danu, kamu melakukan semua karena terpaksa. ''


ucap Hendra dan kembali membuat Khalisa melototkan matanya.


.


.


.


Tbc.......