Khalisha

Khalisha
Menerimanya.......



Malam menjelang.....


Kediaman Permana sudah kembali rapih dan kembali sepi karena beberapa kerabat dekat sudah meninggalkan kediaman Permana karena esok hari senin sudah di mulai kembali aktifitas pekerjaan.


Khalisa sudah segar dan mengganti pakaiannya dengan piyama tidurnya, sedangkan Hendra setelah selesai mandi langsung menuju balkon kamar Khalisa untuk mengangkat panggilan telphone di handphone nya.


''Lebih baik rapihkan pakaiannya Om Hendra saja deh, mumpung yang punya bajunya masih sibuk. ''


gumam Khalisa sambil beranjak menuju koper yang ada di dekat pintu.


Koper berjumlah empat berisi pakaian Hendra semuanya, ternyata Hendra memang niat banget menetap di kediaman Permana dan Khalisa hanya menggelengkan kepalanya melihat koper berisi berbagai macam pakaian milik Hendra.


Khalisa langsung mengeluarkan satu persatu pakaiannya dan merapihkannya kedalam lemari yang sudah tersedia.


''Kamu lagi apa Khalisa?? ''


ucap Hendra sambil menghampiri ke arah ruangan ganti.


''Merapihkan pakaian Om Hendra, niat banget sih sampe empat koper. ''


jawab Khalisa sambil menunjukan koper koper milik Hendra.


''Malah masih banyak di rumah dan ini semua yang pentingnya ajah. ''


ucap Hendra yang menerima pakaian dari Khalisa.


''Terserah Om saja, sana pakai pakaiannya jangan sampai masuk angin. ''


ucap Khalisa karena Hendra hanya menggunakan handuk kimono.


Hendra langsung menuju kamar mandi dan memakai pakaiannya, sedangkan Khalisa kembali merapihkan pakaian Hendra tinggal dua koper lagi yang masih harus di rapihkan.


Khalisa fokus dengan merapihkan pakaian dan Hendra pun ikut membantu, satu koper tersisa ternyata isinya sepatu khusus Hendra, Khalisa langsung mendelik melihatnya karena saat dirinya pasti isinya pakaian atau jas.


''Sudah sana istrirahat dan biarkan sisanya Saya yang merapihkan. ''


ucap Hendra dan Khalisa menggelengkan kepalanya lalu kembali merapihkan pakaian Hendra.


''Om.....pakaiannya kebanyakan kemeja dan jarang sekali kaosnya, memang nya gak suka kaos yah?? ''


ucap Khalisa dan Hendra tersenyum.


''Ternyata kamu perhatian sekali Khalisa, kita main ke rumah saya dan kamu nanti akan melihat koleksi pakaian saya. ''


ucap Hendra dan membuat Khalisa kembali mendelik sebal mendengarnya.


Satu jam kemudian Hendra dan Khalisa selesai dengan merapihkan pakain Hendra, Khalisa langsung merenggangkan tangannya dan menuju ranjang untuk meluruskan tubuhnya yang terasa panas karena duduk selama merapihkan pakaian Hendra.


Hendra mengikuti Khalisa dan ikut duduk di sisi ranjang, Hendra sebenarnya merasakan was was takut di usir dan di minta tidur di sofa seperti kebanyakan buku yang pernah ia baca ketika malam pertama pernikahan atas dasar paksaan atau perjodohan, namun semuanya tidak lah benar karena Khalisa terlihat diam sambil terlentang di atas ranjang.


Khalisa membuka matanya karena tidak merasakan pergerakan di sampingnya, Khalisa langsung tersentak saat melihat suaminya duduk di sisi ranjangnya.


''Om lagi apa?? memangnya gak ngantuk yaah?? ''


''Kamu gak mengusir Saya kan?? '' ucap Hendra dan membuat Khalisa mengerutkan keningnya ''Maksudnya?? kamu gak meminta suami kamu tidur di sofa kan?? '' ucap Hendra kembali dan Khalisa langsung memanyunkan bibirnya.


''Emang Om mau aku usir dan tidur di sofa?? jawab Khalisa dan Hendra menggelengkan kepalanya ''Nah kan gak mau, sudah tidur di atas ranjang ajah Om dan lagian aku gak sama dengan apa yang Om pikirkan yah, kita ini suami istri bukan orang lain, ini bukan yang pertama kita satu ranjang, jadi Om santai ajah. '' ucap. Khalisa kembali dan membuat Hendra tersenyum lega karena Khalisa tidak sama dengan karakter wanita pada umumnya yang ada dalam pikiran Hendra.


Khalisa kembali merebahkan tubuhnya dan Hendra pun ikut merebahkan tubuhnya di ranjang, Khalisa seperti enjoy dan tidak terusik saat Hendra merebahkan tubuhnya di sampingnya dan tidur menyamping menatap ke arah Khalisa yang tidur terlentang.


Entah kemana guling di ranjang kamar Khalisa karena hanya ada dua bantal saat ini, Hendra merasa aneh dan Hendra pun langsung membuang pikirannya tentang guling, saat ini Hendra fokus menatap Khalisa dari samping yang terlihat cantik saat memejamkan matanya.


Khalisa membalikan pandangannya ke arah Hendra dan membuat Hendra tersenyum, Khalisa langsung memanyunkan bibirnya melihat Hendra saat ini.


''Om jangan mikir minta hak malam pertama ke aku yaah, dokter kan bilang nunggu usia enam belas minggu baru boleh. ''


ucap Khalisa saat melihat tatapan mendamba dari suaminya.


''Kamu ini mesum saja yang di pikirkan, saya gak secabul itu yah Khalisa dan lagian saya juga tahu diri gak akan pernah meminta kalau kamu gak ikhlas memberikan hak untuk saya. ''


ucap Hendra dan Khalisa langsung terdiam mendengar ucapan Hendra.


''Aku tau kalau pernikahan ini adalah terpaksa, tapi aku mau kalau pernikahan kita selamanya Om, aku akan mencoba menerima semua takdir ini dan Om juga awas saja kalau sampai mempermainkan pernikahan ini. ''


ucap Khalisa dengan nada tegasnya dan membuat Hendra langsung tersenyum senang.


''Terimakasih Khalisa dan Saya janji akan menjaga pernikahan ini sampai akhir memisahkan kita dan hanya maut yang memisahkan, pernikahan ini memang yang di inginkan saya dan saya akan menunggu sampai kamu membalas kasih sayang saya. ''


''Om mau di panggil apa sama aku?? masa iya aku masih manggil Om, kan kita sudah menikah loh sekarang. ''


''Senyamannya kamu Khalisa dan saya akan menerima apapun yang kamu panggil untuk saya. ''


''Dasar bucin kamu maa Om, masa senyaman nya aku sih dan nantinya takut Om gak nerima, So.... ayo Om mau di panggil apa sama aku?? ''


''Memang Saya sangat mencintai kamu Khalisa dan Saya gak masalah di bilang bucin, yasudah panggil Saya Mas yaa dan Saya akan memanggil kamu Sayang, boleh kan?? ''


''Oke lah panggil Mas Hendra dan panggilan nya Om juga terserah mau panggil apa ajah ke aku. ''


ucap Khalisa dengan senyumnya dan membuat Hendra semakin bertambah sayang melihat senyum. tulus Khalisa.


Hendra sebenarnya berpikiran kalau Khalisa terlihat aneh setelah menjadi istrinya, namun Hendra bersyukur karena pernikahan ini akan normal seperti pernikahan orang lainnya yang saling mencintai.


Khalisa langsung menutup matanya setelah menerima kemauan panggilan yang di minta Hendra, tidurnya terllihat nyenyak dan tenang sehingga membuat Hendra memberanikah diri mengusap pipi Khalisa yang begitu halus.


''Terimakasih Khalisa karena kamu menerima pernikahan kita ini, Saya janji akan menjaga pernikahan ini, menjaga kamu dan menjaga anak anak kita kelak hingga akhir hayat nanti. ''


gumam Hendra sambil mencium kening Khalisa dan tak lama Hendra menutup matanya terlelap mengikuti Khalisa yang terlebih dahulu terlelap.


.


.


.


Bersambung.....