Khalisha

Khalisha
Makan siang....



Dua jam Khalisa di tempat kursus mengemudi, satu jam belajar materi dan satu jam belajar praktek mengemudi langsung, Khalisa bahkan cepat menguasai semuanya dan tidak begitu sulit.


Khalisa langsung menuju perusahaan karena Ardi memintanya datang, saat Khalisa akan memesan taksi online ternyata sebuah mobil berhenti tepat di depannya, saat kaca terbuka ternyata Hendra yang ada di dalam mobil.


''Masuk Khalisa. ''


ucap tegas Hendra dan Khalisa langsung masuk karena melihat tatapan yang menusuk dari Hendra.


''Kamu habis dari mana dan mau kemana Khalisa?? ''


ucap Hendra saat mulai melajukan mobilnya.


''Habisa ada keperluan dan mau ke kantor, Pak Ardi meminta saya ke kantornya Om. ''


jawab Khalisa dengan nada kesalnya.


''Yasudah saya antarkan sekalian yah, kita searah soalnya. ''


ucap Hendra dan berharap Khalisa menanyakan kemana hendra pergi kenapa satu arah, namun semua sia sia karena Khalisa kembali sibuk dengan handphone nya.


''Khalisa.... maaf kan atas kelakuan saya pada malam itu, pliis biarkan saya menikahi kamu untuk bertanggung jawab. ''


ucap Hendra dan Khalisa langsung melototkan matanya.


''Gak usah Om Hendra walaupun saya hamil sekalipun, anggap ajah semua mimpi buruk. ''


jawab Khalisa dengan nada kesal.


''Gak bisa Khalisa karena saya gak mau anak saya tumbuh tanpa seorang ayah, Khalisa saya mohon ijinkan saya menikahi kamu yah??. ''


ucap hendra kembali memohon namun Khalisa tetap menggelengkan kepalanya.


Terus terusan berdebat dengan Hendra dan tidak terasa sudah sampai di area lobi utama perusahaan tempat Khalisa bekerja.


''Terimakasih atas tumpangannya Om Hendra dan jangan harap saya mau meminta tanggung jawab ke Om yah. ''


ucap Khalisa sambil membuka pintu mobilnya dan langsung 1berjalan memasuki perusahaan.


Sepanjang Khalisa menuju lantai teratas perusahaan, semua karyawan meliriknya dan merasa aneh dengan Khalisa saat ini, Khalisa membiarkan tatapan tatapan aneh kepadanya karena baginya patuh pada atasan adalah paling utama.


Khalisa masuk kedalam ruangan Ardi setelah mendengar sahutan di dalam nya, Khalisa langsung duduk di sofa saat Ardi memintanya untuk duduk.


''Khalisa..... kamu darimana ajah?? Hendra sama Danu mencari kamu loh. ''


ucap Ardi sambil menyajikan minuman untuk Khalisa.


''Terimakasih Pak Ardi minumannya, kebetulan saya haus. ''


ucap Khalisa sambil meminum minuman yang di sediakan Ardi dan membuat Ardi tergelak.


''Khalisa Khalisa..... pantesan paman dan keponakan kompak menyukai kamu ternyata kamu lucu, silahkan minum yah dan habiskan. ''


ucap Ardi dan Khalisa hanya tersenyum sambil menyimpan minuman botolnya setelah meminumnya.


''Saya ada keperluan Pak kemarin dan sampai hari ini saya juga gak bisa masuk dulu kerja, tapi pekerjaan di kirim lewat email saya sudah kerjakan, saya minta ijin sampai jumat yah Pak dan senin saya akan kembali masuk kerja lagi. ''


''Kalau boleh saya tahu, kamu ada keperluan apa?? sampai satu minggu ijinnya, perlu bantuan saya atau gak?? ''


''Urusan keluarga di kota saya Pak, tapi sudah selesai kok dan untuk hari ini sampai sabtu saya sibuk kursus mengemudi mobil. ''


''Syukur lah kalau sudah selesai dan bagus dong kamu kursus mengemudi, nanti saya siapkan mobil untuk kamu yah, harus di terima. ''


ucap Ardi dan bertepatan dengan pintu diketuk.


Saat terbuka ternyata Rafi yang masuk membawa berkas, Rafi tersenyum saat Khalisa tersenyum kepadanya.


''Ternyata yang hilang sudah kembali Pak, ini berkas yang kemari Pak Ardi minta sudah saya kerjakan. ''


ucap Rafi dan langsung duduk di samping Khalisa.


''Bagaimana kerjasama dengan perusahaan Tuan Permana?? Hendra bilang sekarang di kendalikan oleh putri tunggalnya, kamu sudah konfirmasi lagi belum ke pihak perusahaan?? ''


ucap Ardi dan Rafi menggelengkan kepalanya.


''Sangat susah Pak untuk meminta kerjasama dengan perusahaannya, sepertinya kita gak bisa lanjutkan. ''


ucap Rafi dan Khalisa mengerutkan keningnya.


ucap Khalisa dan Ardi menganggukan kepalanya.


''Betul Khalisa, kamu sudah di kenalkan dengan Tuan Permana?? ''


ucap Ardi dan sekarang Khalisa yang menganggukkan kepalanya saat ini.


''Semalam saat Danu mengajak ke rumahnya, karena Omah Maya mau meminta maaf, ternyata ada Kakek Permana disana Pak dan saya gak nyaman saat melihat tatapannya. ''


''Hahhaaa..... kenapa dengan tatapannya?? jangan bilang dia suka kamu?? ''


''Aishh..... Pak Ardi kalau bicara sangat ngasal. ''


jawab Khalisa dan Ardi langsung tertawa.


''Perusahaan Tuan Permana lebih besar dari perusahaan keluarga Prayoga, perusahaannya bergerak dalam segala bidang, sekarang lebih luas katanya karena Putri tunggalnya yang mengambil alih setelah istri Tuan Permana meninggal dunia. ''


jelas Ardi dan Khalisa mengangguk.


Handphone Khalisa berdering dan ternyata Mamanya yang menghubungi, Khalisa langsung mengangkatnya. Dalam panggilan saat ini.....


''Hallo Sayang..... kamu lagi dimana sekarang?? ''


''Hallo Mama, Khalisa lagi di tempat kerja ada perlu sebentar, kenapa memangnya?? ''


''Kenapa kamu malah nyuruh supir pulang, Mama sengaja menyiapkan nya untuk kamu loh. ''


''Khalisa gak nyaman Mama sudah biarkan ajah yah, lagian kursusnya tinggal dua hari. ''


''Yasudah terserah kamu, Mama akan menjemput kamu ke tempat kerja kamu sekarang yah, kita makan siang bersama. ''


''Boleh Mama..... Khalisa tunggu yah. ''


''Oke Sayang, Mama baru keluar dari kantor palingan sepuluh menit lagi sampai. ''


Panggilan berakhir.......


Setelah panggilan selesai Khalisa menyimpan handphone nya dan menatap Ardi juga Rafi yang menatapnya dengan keheranan.


''Hhee..... Mama saya Pak Ardi yang menelpon. ''


ucap Khalisa sambil tersenyum canggung.


''Maaf sebelumnya Khalisa. Bukannya kamu yatim piatu yah?? terus itu Mama siapa?? ''


ucap ardi dan Khalisa akhirnya menceritakannya dan meminta Ardi juga Rafi merahasiakannya.


''Syukur lah karena kamu masih memiliki orang tua, saya janji akan menutup rahasia kamu. ''


ucap Ardi dan di setujui oleh Rafi.


''Terimakasih Pak Ardi dan Pak Rafi, saya pamit pulang yah dan senin saya akan kembali masuk bekerja. ''


ucap Khalisa dan Ardi mengiyakannya.


Khalisa langsung menuju lobi utama perusahaan karena Mamanya sudah menunggunya, Khalisa langsung tersenyum saat melihat Mamanya menunggu di sofa area lobi utama.


''Ayo Sayang kita makan siang bersama, sekalian Mama mau kenalkan kamu dengan kakak sepupu Mama, gak apa apa kan?? ''


ucap Larisa dan Khalisa mengangguk.


Sepanjang perjalanan Khalisa menceritakan kegiatannya hingga bertemu dengan Mamanya saat ini, saat sampai di restoran Larisa langsung menggandeng Khalisa masuk kedalam restoran.


Saat sampai di meja restoran ternyata saudara Larisa sudah menunggu, Larisa langsung menghampiri nya dan mengenalkan Khalisa.


''Khalisa..... ''


''Tante Melin.....''


ucap bersamaan Khalisa dan Melin bersamaan dan Larisa mengerutkan keningnya melihat semua yang terjadi di hadapannya.


.


.


.