
Keesokan harinya.....
Khalisa mengabari Ardi kalau dia tidak akan masuk lagi ke kantor dan meminta ijin beberapa hari untuk libur, seperti biasa Ardi pun memberikannya ijin.
Khalisa baru selesai membuat sarapan dan langsung memakannya sambil mengerjakan pekerjaan yang dikirim oleh Rafi ke email handphone nya.
Di perusahaan Ardi saat ini......
Ardi sedang mendiskusikan pekerjaan kepada Rafi, namun Rafi tidak mengerti dengan berkasnya saat ini karena Khalisa yang bisa memecahkan seperti biasa, Rafi pun akhirnya mengusulkan mengirimkan berkasnya ke email Khalisa setelah dapat persetujuan Ardi, hanya dua puluh menit menunggu Khalisa mengirim ulang berkasnya dan hasilnya selesai tinggal di kerjakan oleh Ardi.
''Khalisa..... dia memang genius sekali, tapi dia meminta ijin satu minggu kedepan untuk libur, entah apa yang terjadi pada anak itu, gak biasanya dia seperti ini loh Rafi. ''
ucap Ardi yang sedikit khawatir dengan Khalisa.
''Semoga Khalisa baik baik ajah Pak dan saya yakin Khalisa bisa melewati masalahnya kalaupun memang benar ada masalah yang di hadapinya. ''
ucap Rafi dan Ardi mengaminkannya.
Pintu ruangan Ardi di ketuk dan Hendra lah ternyata yang masuk dan langsung duduk di samping Rafi.
''Saya kembali ke ruangan dulu kalau gitu, permisi Pak. ''
ucap Rafi dan Ardi menganggukan kepalanya.
Ardi langsung beranjak dan duduk di hadapan Hendra yang sedang bersandar sambil menengadah menatap atap atap ruangan Ardi.
''Minum dulu biar dingin kepala kamu. ''
ucap Ardi sambil memberikan minuman kaleng untuk Hendra.
''Aku khawatir dengan Khalisa, dimana dia sekarang?? nomernya gak aktif sampai hari ini. ''
ucap Hendra sambil meneguk minumannya.
''Kalau aku kasih saran sama kamu sebagai sahabat, lebih baik kamu fokus sama perusahaan ajah dan biarkan Khalisa mendinginkan hatinya, aku gak tau apa yang terjadi dengan Khalisa hingga dia pergi tanpa jejak dan kabar, satu yang harus kamu tahu Hendra. Khalisa hacker yang handal dan pastinya kamu sampai kapanpun gak akan bisa menemukan jejak digitalnya karena semua di tutup acses nya. ''
ucap Ardi dan Hendra melototkan matanya.
''Bodohnya aku ini, kenapa gak sampai kepikiran kesana dan pastinya Khalisa menutup semua jejaknya, aku ingin bertemu Khalisa. ''
ucap Hendra dan Ardi menghela nafasnya.
''Kamu dan Danu malah terjebak dengan wanita yang sama, Khalisa sepertinya gak tertarik sama kamu atau pun Danu, sangat kontras telihat soalnya. ''
ucap Ardi dan di setujui oleh Hendra.
''Gadis yang hebat dan sangat sempurna untuk di jadikan Istri, dia tidak tertarik dengan harta juga rupa. Aku baru kali ini merasakan rasa cinta sama wanita dan sayangnya malah di tolak. ''
keluh Hendra dan Ardi hanya tersenyum.
''Jalan satu satunya adalah, dapatkan raganya nanti hatinya bisa menyusul kamu dapatkan, ini ide gila tapi patut di coba, kamu harus mencontoh Rafi saat menjerat istrinya dulu, saat melahirkan anak nya dan di situlah Rafi mendapatkan balasan cintanya. ''
ucap Ardi dan Hendra langsung terdiam karena memang dirinya sudah mendapatkan raga Khalisa namun Khalisa tetap menolaknya.
Hendra hanya diam dan Ardi memilih kembali mengerjakan pekerjaannya yang di kirim oleh Khalisa lewat emailnya.
.
.
Khalisa saat ini sedang menunggu Mamanya yang mendaftarkan kursus mengemudi, Khalisa pasrah menerima semua yang Mamanya lakukan, karena Khalisa memang ingin mempunya keahlian mengemudi mobil.
''Besok mulainya Sayang, sekarang kita cari makan siang yaah. ''
ucap Larisa saat menghampiri putrisnya sambil memberikan sebuah kartu.
''Makasih Mama.... ''
''Mama sudah menceritakan kamu sama Kakek dan dia ingin bertemu kamu loh, sudah selesai berfikirnya?? ''
ucap Larisa sambil membuka pintu mobil untuk Khalisa karena saat ini Larisa di temani supir.
''Nanti Khalisa bicarakan ke Mama kalau Khalisa selesai berfikirnya. ''
ucap Khalisa dan Larisa tidak bisa memaksanya.
Di dalam mobil hanya keheningan yang menemani perjalanan, ibu dan anak sedang sibuk dengan handphone nya masing masing, hingga sampai di sebuah restoran dan supir memberitahukannya.
''Saking asik dengan kerjaan ternyata sudah sampai di restoran, ayo Khalisa kita turun dari mobil. ''
ucap Larisa dan Khalisa mengangguk.
Larisa akan mengajak putrinya berelanja, karena Larisa ingin melihat putrinya berbeda dari sebelumnya, Khalisa pun tidak menolak dan menyetujui apapun yang di lakukan Mamanya karena saat ini Khalisa ingin merasakan menjadi seorang putri yang di sayangi ibunya.
Tak tanggung tanggung nya Larisa membelikan banyak pakaian dan semua kebutuhan Khalisa, satu mobil di penuhi belanjaan untuk Khalisa.
Dan untuk kesekian kalinya Khalisa tidak menolak, karena pernah satu kali menolak dan langsung membuat Larisa sedih juga menangis hingga akhirnya Khalisa memutuskan membiarkan Mamanya melakukan apapun yang Mamanya mau.
''Makasih untuk semuanya Mama, Khalisa bisa merasakan di sayangi seorang ibu. ''
ucap Khalisa saat barang barangnya selesai di bawa masuk kedalam rumah.
''Malah Mama yang minta maaf karena telat menemukan kamu Sayang, sudah yah jangan bersedih karena mulai saat ini Mama akan ada untuk kamu, Mama akan menebus lima belas tahun yang tidak di lalui oleh Mama sebagai Ibu kamu, walaupun Papa kamu sudah tiada tapi Mama akan semaksimal mungkin menjaga kamu. ''
ucap Larisa sambil memeluk putrinya.
''Besok jangan lupa datang ke tempat kursus yah Sayang. Mama gak bisa antar karena ada meeting pagi, nanti supir yang akan menjemput dan mengantarkan kamu. ''
ucap Larisa saat akan masuk kedalam mobil setelah supir membuka pintunya.
''Iya Mama dan Mama hati hati yah, kabarin Khalisa kalau sudah sampai di rumah. ''
ucap Khalisa dan Larisa tersenyum sambil masuk kedalam mobil.
Seperti biasa Khalisa menatap kepergian mobil yang membawa Mamanya sampai keluar dari gerbang utama, namun saat Khalisa akan membuka pintu rumahnya ternyta Danu datang dan langsung menghampiri Khalisa.
''Khalisa akhirnya aku bisa menemukan kamu juga, kamu kemana aja selama ini?? ''
ucap Danu saat menghampiri Khalisa dan Khalisa hanya menghela nafasnya.
''Danu kamu ini kenapa sih?? lagian aku cuma beberapa hari ajah pergi bukan satu tahun. ''
ucap Khalisa sambil membuka pintu rumahnya dan Danu langsung mengikutinya.
''Khalisa bisa ikut au sekarang?? Omah pengen ketemu sama kamu dan meminta maaf atas kesalah fahaman kemrin saat pesta. ''
ucap Danu dan Khalisa langsung teringat malam kelam saat Hendra memperkosanya.
''Kamu tunggu dan aku mau siap siap dulu, semua demi Omah yah dan gak ada hubungannya sama hubungan kita yang udah berakhir. ''
ucap Khalisa dan Danu mengangguk.
Khalisa bersiap siap dan hanya beberapa menit Khalisa sudah siap, Khalisa langsung mengajak Danu untuk pergi karena hari pun sudah mulai sore takut jalanan akan macet
.
.
.
.
tbc.....