Khalisha

Khalisha
Larissa.....



Di Kota saat ini Danu sedang sibuk mencari keberadaan Khalisa, bahkan Danu kembali ke tempat kerja Khalisa untuk mencari jejak di ruang kerjanya setelah meminta ijin kepada Ardi dan Ardi mengijinkannya karena dia mengetahui kalau Khalisa menutup semua berkas penting yang tidak akan pernah tebaca orang lain, namun nihil Danu tidak menemukan jejak nya.


Sedangkan saat ini wanita yang telah di nyatakan menghilang pun sedang memakan bakso langganannya yang keliling menggunakan gerobak di siang hari di kota lamanya.


Khalisa dan Mba Meli juga kedua anaknya memakan bakso di teras rumah Khalisa, sesekali Khalisa menanyakan ciri ciri orang yang mencarinya.


''Khalisa pokonya Mba nanti akan menemani kamu kalau wanita itu datang kembali, bilangnya hari ini tapi sudah siang gini belum muncul, apa dia penipu?? ''


ucap Mba Meli dan Khalisa hanya mengangkat bahunya karena saat ini sedang fokus dengan makanannya.


''Sudah jangan bahas wanita yang mencari Khalisa, lebih baik kita nambah lagi bakso nya. ''


ucap Khalisa sambil beranjak dan menuju gerobak bakso untuk menambah lagi baksonya.


''Khalisa Khalisa......kamu tetap sama, selalu gak bisa makan Bakso hanya satu porsi. ''


gumam Mba Meli sambil menggelengkan kepalanya melihat Khalisa.


Kedua anaknya Meli pun malah ikut Khalisa menambah baksonya dan Khalisa membiarkannya karena memang Khalisa yang memintanya.


Saat sedang asik memakan baksonya, sebuah mobil yang mewah berhenti tepat di depan pekarangan rumah Khalisa, Meli langsung memberi kode pada Khalisa kalau wanita yang kemarin sudah datang dan Khalisa mengangguk.


Meli dan Khalisa tetap asik memakan baksonya dan tidak menghiraukan ada tamu yang mulai mendekat ke arahnya, karena Khalisa sedang menunggu wanita yang mencarinya menghampirinya.


''Selamat siang......''


sapa seorang wanita dan Meli langsung mengangguk.


''Selamat siang.....''


jawab Meli dan Wanita itu tersenyum.


''Khalisa.....Ibu ini yang mencari nenek kemarin. ''


ucap Meli dan membuat wanita itu langsung mentap ke arah Khalisa yang masih menunduk belum berbalik ke arahnya.


''Khalisa......putriku. ''


gumam Wanita itu namun terdengar lirih di telinga khalisa.


Khalisa langsung beranjak dan memandang wanita di hadapannya, Khalisa langsung terdiam karena wajah wanita itu sangat mirip dengannya, namun wajah Khalisa lebih bulat tapi tetap mereka serupa.


''Saya Mama kamu Khalisa, Mama Larisa dan Mama yang memberi nama kamu Khalisa. ''


ucap Wanita yang mengaku Mama Khalisa dan membuat Khalisa mematung.


''Ya allah.....apa wanita ini benar benar Mamaku, tapi kenapa Nenek gak pernah membahasnya semasa hidup nya dahulu. ''


gumam Khalisa dalam hatinya sambil menatap wanita di hadapannya.


''Lebih baik kita mengobrol di dalam saja, gak nyaman kalau hanya berdiri. ''


ucap Meli dan Khalisa langsung mengiyakannya lalu mempersilahkan Larisa untuk masuk.


Larissa berjalan dengan dada berdegub kencang, rumah ini adalah rumah yang dahulu di beli oleh suaminya, walaupun dengan mencicil tapi rumah ini adalah saksi dari rumah tangga nya terdahulu.


Larisa meneteskan air matanya saat mengedarkan pandangannya ke semua arah rumah, rumah nya ada perubahan sedikit tapi tetap jejak masa lalunya masih terasa, Larisa mendengar tawa Khalisa kecil dan tawa suaminya.


ucap Meli saat menyajikan minuman kemasan dalam botol.


''Tidak apa apa Mba, terimakasih sudah menyajikan minumannya untuk saya. ''


jawan Larisa dan Meli mengangguk.


Meli langsung membawa kedua anaknya menuju dapur untuk mencuci mangkuk bekas bakso, membiarkan Khalisa bersama Larisa.


''Terimakasih karena kamu mau menyempatkan waktu untuk bertemu sama Mama, saya Mama kamu Khalisa dan maaf karena Mama telat datang menemukan kamu, maafkan Mama. ''


ucap Larisaa dengan nada lirihnya karena air matanya kembali menetes menatap Khalisa hanya diam di hadapannya.


''Selama saya hidup berdua sama Nenek di rumah ini, Nenek gak pernah menceritakan siapa Mama saya dan siapa Papa saya, Nenek hanya mencurahkan kasih sayangnya saja. ''


ucap Khalisa dan Larisa langsung beranjak lalu duduk di samping Khalisa.


Larisa menggenggam tangan Khalisa dan menatapnya dengan tatapan teduh, Larisa membelai pipi Khalisa penuh sayang.


''Mama akan menceritakan kejadian lima belas tahun lalu saat Mama dan Papa berpisah, Mama pergi dengan terpaksa demi keselamatan Papa kamu Khalisa, Mama mohon sama kamu berikan kesempatan Mama untuk menjelaskan semuanya. ''


ucap Larisa dan Khalisa menganggukan kepalanya.


''Mama dan Papa menikah tanpa restu kedua orang tua kami, tapi kami berdua tetap hidup bahagia hingga kamu lahir setelah satu tahun kami bersama, namun semua kebahagiaan berakhir saat orang tua Mama datang dan mengancam Papa kamu, Papa kamu di fitnah telah membocorkan dokumen negara dan semua ternyata akal akalan orang tua Mama yang sengaja memisahkan kami, saat orang tua Mama datang kamu sedang main di rumah Nenek, jadinya Mama sengaja gak membawa kamu dan membiarkan kamu dengan Papa. ''


jelas Larisa dan Khalisa langsung terdiam.


Larisa mengeluarkan sebuah album Foto dan memperlihatkannya kepada Khalisa, Khalisa langsung mematung saat melihat foto dirinya saat masih kecil, foto keluarga kecil yang bahagia dengan senyum cerah di raut wajah yang ada di dalam foto.


''Papa kamu seorang pegawai staff pemerintah di provinsi, Papa kamu seorang yang jujur dan sangat ahli dalam bidang IT, Orang tua Mama gak memberikan restu dengan alasan tidak sepadan dari bebet, bibit dan bobot, Mama di kirim keluar negeri dan menetap disana hingga seminggu lalu Mama baru kembali lagi ke tanah air, Mama mencoba mencari tahu tentang kamu tapi semua tidak bisa terjangkau Khalisa, karena Papa kamu seorang hacker dan menutup semua pencarian tentang kalian tapi dua minggu lalu Mama bisa mencari keberadaan kamu file terbuka tapi Mama sangat sedih saat mengetahui Papa kamu sudah meninggal tak lama Mama pergi dan Nenek kamu juga meninggal, maafkan Mama Sayang karena baru bisa datang sekarang, Mama kira Papa kamu masih hidup dan kalau Mama mendatangi kalian, nantinya akan ada bahaya untuk kamu juga Papa kamu, Mama mencari tahu Kamu hanya ingin mengetahui perkembangan kamu, ternyata kamu sudah dewasa dan sangat cantik Khalisa. ''


ucap Larisaa kembali dan Khalisa langsung menangis.


Khalisa menatap wajah Mamanya dan tak lama Khalisa langsung memeluknya, Khalisa sangat bahagia karena ternyata dia tidak sebatang kara dan masih memiliki orang tua tempatnya berlindung juga mengadu.


''Mama sayang kamu Khalisa, kamu putri Mama satu satunya, Mama janji gak akan pernah melepaskan kamu lagi, Mama akan menjaga kamu sayang. ''


ucap Larisa sambil mengelus puncak kepala Khalisa dan menciumnya penuh sayang.


Khalisa hanya diam dan semakin mengeratkan pelukannya pada Mamanya, Khalisa saat ini bahagia dan juga senang berada dalam pelukan Mamanya.


Data yang kemarin berhasil Khalisa buka adalah data dari Mamanya, Larisa seorang wanita karir yang berkarir di luar negeri, putri tunggal keluarga konglomerat di negeri ini.


Khalisa dilema dan semalaman dia tidak dapat memejamkan matanya karena dia merasa tidak percaya dengan kenyataan.


''Apa file yang waktu itu aku buka di berkas Papa, itu File identitas aku yang di kunci oleh Papa, ya allah terimakasih.....''


gumam Khalisa dalam hatinya yang merasa bersyukur karena dia berani membuka berkas lusuh milik papa nya yang terkunci rapat dalam bentuk file.


.


.


.


Tbc