Khalisha

Khalisha
Hendra si pemaksa.......



Delapan hari sudah hubungan perjanjian Khalisa dan Danu di lewati, selama itu pula Danu terus memberikan perhatian pada Khalisa dan Khalisa yang sudah berjanji pun terpaksa menerima semua nya yang Dany berikan.


Semenjak pertemuan terakhir dengan Melin, Melin terus berkabar dengan Khalisa walaupun hanya lewat pesan singkat dan Khalisa tidak mempermasalahkan nya.


Sore ini Khalisa mengerutka keningnya saat Hendra menghampirinya di depan lobi utama kantornya, Khalisa hanya menatap Hendra yang semakin mendekat padanya.


''Ikut dengan saya Khalisa, di mobil ada Mama saya yang menunggu kamu. ''


ucap Hendra dan Khalisa mengerutkan keningnya.


''Masa sih dan kenapa Omah gak terlihat di mobil?? ''


ucap Khalisa dan Hendra langsung mengeluarkan handphone nya.


Omah Maya membuka pintu mobil Hendra dan melambaikan tangan pada Khalisa, Khalisa langsung berjalan menghampiri mobil dan meninggalkan Hendra yang masih mematung.


''Maaf karena Omah tiba tiba menjemput kamu Khalisa, ayo ikut dengan Omah untuk membicarakan kejutan ulang tahunnya Danu. ''


ucap Omah Maya saat Khalisa masuk kedalam mobil.


Khalisa mengangguk dan duduk di samping Omah Maya, tak lama Hendra menghampiri dan masuk kedalam mobil untuk mengemudikan mobilnya.


''Hendra kamu jangan marah dong, kalau Mama minta antarkan supir takutnya ketauan sama Papa kamu, tau sendiri kan Papa kamu alergi dengan pesta ulang tahun. ''


ucap Omah Maya saat melihat putranya cemberut.


''Lanjutkan ajah obrolan Mama dan jangan hiraukan Hendra, karena menolakpun gak akan bisa. ''


ucap Hendra dan langsung melajukan mobilnya menuju tempat yang di kasih tau Omah Maya.


Khalisa langsung melanjutkan mengobrol dengan Omah Maya, Omah Maya menceritakan pesta kejutan untuk Danu dan meminta bantuan Khalisa sebagai kekasih cucu kesayangannya itu.


Perjalanan beberapa menit akhirnya sampai di sebuah hotel ternama di pusat kota, Khalisa di gandeng oleh Omah Maya menuju ke area ballroom hotel.


''Omah sebenarnya udah selesai dengan pestanya, hanya mau memberitahukan kamu ajah, nanti Omah butuh bantuan kamu agar Danu mau datang ke hotel ini, Danu sedari dulu paling gak mau kalau ulang tahunnya di rayakan. ''


ucap Omah Maya dan Khalisa hanya mengangguk.


''Sangat mewah sekali Omah untuk acara ulang tahun, Khalisa akan coba membuat Danu mengikuti kemauan Khalisa. ''


ucap Khalisa dan Omah Maya tersenyum.


''Omah mau mengenalkan kamu sama semua orang sebagai calon menantu keluarga Prayoga, makanya pesta ulang tahun Danu di buat meriah. ''


ucap omah Maya dan membuat Khalisa melototkan matanya.


Hendra langsung mengerutkan keningnya melihat reaksi Khalisa yang akan di kenalkan ke seluruh orang tentang statusnya, Khalisa seperti nya tidak menginginkannya dan malah terlihat syok.


''Ada apa dengan hubungan Danu dan Khalisa, harusnya Khalisa bahagia karena di perkenalkan sebagai menantu keluarga Prayoga. ''


gumam Hendra dalam hatinya sambil menatap Khalisa yang banyak terdiam dan hanya menimpali ucapan Mamanya.


.


.


Satu jam Khalisa berkeliling menemani Omah Maya dan langsung di antarkan pulang Oleh Hendra karena Omah Maya di jemput oleh suaminya, Hendra langsung bersorak bahagia karena dia akan mengetahui rumah Khalisa.


Sepanjang perjalanan Khalisa hanya diam, Hendra merasa heran karena semenjak Mamanya bicara perkenalan keluarga, Khalisa menjadi pendiam.


''Kamu kenapa Khalisa?? Ada yang membuat kamu gak nyaman?? ''


ucap Hendra yang memecahkan keheningan.


''Gak ada apa apa Om Hendra, fokus sama kemudi ajah dan jangan hiraukan Khalisa. ''


ucap Khalisa dan Hendra menghembuskan nafasnya.


''Ada apa dengan hubungan kamu dan Danu?? Saya melihat kalian harmonis selama terlihat, kenapa dan atau ada yang kalian sembunyikan?? ''


selidik Hendra dan membuat Khalisa mengerutkan keningnya.


''Om kalau bicara jangan ngelantur yaa.....fokus sama kemudi ajah karena Khalisa masih ingin menikmati hidup. ''


ucap Khalisa dan Hendra langsung patuh dan kembali fokus ke jalanan nya.


Perjalanan sepuluh menit akhirnya Hendra tempuh dan sampai di depan kediaman Khalisa, Hendra tersenyum menatap rumah sederhana namun begitu elegan terlihatnya.


ucap Hendra saat Khalisa mengucapkan terimakasih dan hendak keluar dari mobilnya.


''Om kan bisa beli di jalan saat pulang, Khalisa gak menerima tamu. ''


ucap Khalisa yang langsung keluar dari mobil lalu menutup pintunya.


Hendra langsung keluar dari mobil dan langsung mengikuti Khalisa untuk masuk kedalam rumahnya, Khalisa mengetahui kalau Hendra mengikutinya dan hanya bisa menghembuskan nafasnya karena Hendra begitu keras kepala.


''Om ngapain sih ikut masuk kedalam rumah Khalisa?? Danu ajah gak pernah maksa kalau Khalisa gak ijinkan masuk. ''


kesal Khalisa saat Hendra masuk lalu duduk di sofa rumahnya.


''Rumah kamu nyaman banget Khalisa, minimalis tapi sangat elegan. ''


ucap Hendra sambil memperhatikan keseluruhan kediaman Khalisa.


Khalisa hanya mengehembuskan nafasnya karena saat ini dia sedang pusing, mau memberitahukan Danu tentang perkataan Omah Maya, tapi nanti Danu akan mengetahui pesta kejutannya.


''Ya allah aku sangat pusing dengan masalah Danu dan sekarang Om nya lagi nambah bikin pusing. ''


gerutu Khalisa sambil berjalan menuju dapur untuk membuatkan Hendra minuman.


''Saya dengar omelan kamu Khalisa, buatkan saya minuman dan makanan juga yah, saya lapar. ''


ucap Hendra dengan entengnya dan Khalisa semakin kesal di buatnya.


Khalisa langsung menggerutu sepanjang membuatkan makanan untuk Hendra, Khalisa menghangatkan makanan yang ada di kulkas, karena saat ini Khalisa sedang tidak minat untuk memasak.


Saat Khalisa sibuk membuat minuman dan menghangatkan makanannya, ternyata Hendra sudah duduk di kursi meja makan dekat dapur Khalisa.


''Om ngapain duduk disini, di sofa ajah deh jangan disini. ''


ucap kesal Khalisa saat berbalik ternyata Hendra sedang menatapnya.


''Gak nyaman makan di sofa, lagian aku kan mau melihat kamu memasak. ''


ucap Hendra dengan senyumnya yang tidak pernah dia perlihatkan pada siapapun dan Khalisa adalah gadis yang beruntung.


''Kenapa senyumnya malah membuat dia tambah tampan yah, duuh otak kamu jangan goyah dia hanya menjerat aku ajah kan. ''


gumam Khalisa sambil menyimpan secangkir teh hangat di hadapan Hendra.


''Kamu kenapa?? Sakit?? ''


ucap Hendra yang memperhatikan Khalisa hanya diam dan tatapannya terlihat aneh.


''Lebih baik Om Hendra fokus ajah jangan banyak bicara, heran tau Khalisa sama Om. Bisanya kan Om hanya diam dan gak banyak bicara, tapi kenapa sekarang cerewet sekali. ''


kesal Khalisa sambil menata makanan di hadapan Hendra dan membuat Hendra tersenyum lebar.


''Temani saya makan yah, gak enak makan cuma sendiri. ''


ucap Hendra saat Khalisa berbalik meninggalkan dapur.


''Sekarang aku sangat mengetahui kebiasaan keluarga Prayoga. ''


ucap Khalisa sambil duduk karena Hendra menahannya.


''Apa memangnya?? ''


ucap hendra sambil mengerutkan keningnya manatap wajah Khalisa.


''Pemaksa....''


jawab Khalisa dengan penuh penekanan dan Hendra tersenyum sambil memakan makanannya.


Sepanjang makan Hendra terus mengoceh kesana kemari dan Khalisa hanya mengangguk dan berkata iya karena malas meladeni ucapan Hendra.


.


.


.


Tbc.......