Khalisha

Khalisha
Resmi menganggur.....



Setelah derama pagi yang di buat Khalisa, akhirnya Larisa merasa lega karena Khalisa mau memakan makanannya walaupun harus dengan paksaan.


''Kamu mau masuk rumah sakit lagi?? pernikahan kamu hanya beberapa hari lagi loh. ''


omel Sang Mama saat menyuapi putrinya makan.


''Kan Khalisa udah makan jagung pakai susu sama keju, itu sudah cukup jadi makanan yang mengenyangkan loh Mama. ''


protes Khalisa saat mamanya memaksa menyuapinya.


''Bedalah, makanan gak enak gitu apanya yang buat mengenyangkan?? sudah makan nasi dulu terus minum obat, ingat Sayang!! di dalam kandungan kamu ada dua nyawa yang butuh asupan makanan. ''


ucap Larisa dan Khalisa pun pasrah menerima suapan makanannya.


Setelah lima suapan Khalisa menggelengkan kepalanya menolak suapan kembali dan Larisa pun hanya bisa menggelengkan kepalanya sambil menyodorkan minum untuk sang putri.


''Hari ini Mama mau ke kantor yah dan kamu di temani Kakek di rumah, ingat jangan kemana kemana dan tetap di rumah. ''


ucap Larisa yang memperingati sang putri.


''Siap Mama dan Mama tau kan kalau Kakek pasti akan melarang Khalisa keluar dari rumah. ''


ucap Khalisa dan Mamanya tersenyum mengangguk.


Larisa menyiapkan obat obatan untuk Khalisa minum dan Khalisa langsung meminumnya, Larisa langsung pamit menuju kamarnya untuk bersiap dan Khalisa memilih menuju halaman belakang untuk menghampiri Sang Kakek yang sedang menikmati matahari pagi.


''Kakek memangnya gak panas yaa?? ''


ucap Khalisa sambil menghampiri kakek permana yang sedang duduk tepat di bawah sinar matahari pagi.


''Kamu ini bagaimana sih, pagi hari gini tuh bukan panas tapi hangat ke tubuh, nanti saat kehamilan kamu sudah membesar kamu harus sering sering berjemur, biar tubuh kamu sehat dan janinnya juga ikut sehat. ''


ucap Kakek Permana dan Khalisa hanya mengangguk anggukan kepalanya.


''Hari ini Mama pergi ke kantor, Kakek tetap di rumah kan nemenin Khalisa?? ''


ucap Khalisa dan Kakek Permana mengiyakannya.


''Kakek mau kemana lagi coba, mendingan di rumah ajah nemenin cucu Kakek. ''


ucap Kakek Permana dan Khalisa mengacungkan jempolnya.


''Kakek mau gak?? Antarkan Khalisa ke tempat Khalisa kerja. ''


ucap Khalisa dan Kakek Permana mengerutkan keningnya.


''Mau apalagi kesana?? kamu gak boleh kerja lagi sayang dan Kakek melarang nya. ''


tolak Kakek Permana dan Khalisa langsung memanyunkan bibirnya.


''Khalisa cuma mau pamit baik baik Loh Kakek, Khalisa kan masuk kerja dengan baik baik dan keluar kerja pun harua baik juga, walau bagaimana pun perusahaan Pak Ardi yang dulu menjadi tempat Khalisa bernaung. ''


ucap Khalisa dan Sang Kakek hanya menghembuskan nafasnya.


''Baiklah Kakek ijinkan dan nanti Hendra yang akan mengantarkan kamu, tidak menolak. ''


ucap Kakek Permana saat cucunya akan menolak.


Larisa menghampiri Ayah juga putrinya untuk pamit, Larisa sudah bisa menebak kalau putrinya pasti meminta antar ke perusahaan tempat bekerjanya.


''Nanti Mama yang akan datang ke kantor kamu dan Mama sekalian akan menerima tawaran kerjasamanya sebagai balasan karena perusahaan Ardi banyak membantu kamu. ''


ucap Larisa dan Khalisa langsung senang mendengarnya.


''Makasih Mama.... tapi Khalisa boleh kan pamit sama Pak Ardi nya secara langsung?? ''


ucap Khalisa dengan wajah senangnya dan Mamanya mengiyakannya.


''Boleh dan bersiaplah karena Hendra sudah dalam perjalanan untuk menjemput kamu. ''


ucap Larisa dan Khalisa mengangguk sambil berjalan menuju rumah utama.


''Sampaikan permintaan terimakasih Ayah ke Ardi, Ayah percayakan semua sama kamu Lara. ''


ucap Kakek Permana dan Larisa tersenyum.


''Makasih Ayah dan Lara pamit yah karena pagi ini ada meeting juga. ''


ucap Larisa sambil mencium tangan sang Ayah dan Kakek Permana mengangguk.


Di kamar Khalisa saat ini.....


Khalisa memilih menggunakan dress simple selutut yang di siapkan Mamanya, drees yang sangat pas melekat di tubuh Khalisa, Khalisa juga memakai tas selempangnya untuk menyimpan handphone dan dompetnya.


Khalisa langsung mengajak Hendra berangkat dan langsung pamit kepada Kakek Permana, setelah pamit Khalisa menuju mobil yang sudah di buka kan pintunya oleh Hendra.


''Sudah nyaman belum duduknya?? ''


ucap Hendra saat Khalisa selesai memasang sabuk pengaman.


''Sudah..... ''


jawab singkat Khalisa dan Hendra langsung mengemudikan mobilnya menuju perusahaan Sahabatnya.


''Om emangnya gak sibuk?? mau maunya di suruh anterin aku sama Kakek. ''


ucap Khalisa dan Hendra hanya tersenyum.


''Om sepertinya harus periksakan keadaan Om ke dokter saraf deh. ''


ucap Khalisa kembali karena Hendra hanya tersenyum menjawab ucapannya.


''Maksud kamu apaa?? ''


ucap Hendea yang merasa aneh dengan permintaan Khalisa.


''Om sekarang senyum nya sering sekali dan tertawa juga lepas, kayanya saraf di tubuh Om kejepit. ''


ucap asal Khalisa dan membuat Hendra langsung mencubit hidung Khalisa.


''Kamu ini aneh aneh ajah, perhatian sekali sampai tahu kalau Saya jarang senyum bahkan tertawa, semua karena kamu Khalisa. ''


ucap Hendra sambil tersenyum dan Khalisa hanya memanyunkan bibirnya karena malas menjawab ucapan calon suaminya.


''Pulang dari kantornya Ardi, kamu mau ikut ke perusahaan saya gak?? ''


ucap Hendra dan Khalisa hanya mengangkat bahunya.


''Entahlah Om, gimana mood ajah. ''


ucap Khalisa sambil menatap ke arah jalanan di sampingnya.


Perjalanan tiga pulih menit akhirnya sampai di area parkir utama lobi perusahaan, Hendra meminta keamanan memarkirkan mobilnya dan Hendra langsung menggandeng Khalisa menuju ruangan Ardi.


Khalisa merasa risih namun tetap membiarkan perlakuan Hendra karena saat ini dia sedang malas dengan tatapan orang orang yang berpapasan dengannya.


''Kangen ruangan aku.... ''


gumam Khalisa saat pintu lift terbuka di lantai teratas dan melihat pintu ruangan kerjanya.


''Ayo Khalisa kita masuk ke ruangan Ardi langsung, kebetulan dia ada di ruangannya. ''


ucap Hendra saat melihat Khalisa melamun menatap pintu ruangan kerja lamanya.


Khalisa menggangguk dan mengikuti Hendra masuk kedalam ruangan atasannya terdahulu, Ardi tersenyum dan mempersilahlan Hendra juga Khalisa duduk.


''Waah calon pengantin masih lengket ajah padahal mau menikah beberapa hari lagi. ''


ledek Ardi saat melihat Hendra yang membantu Khalisa duduk.


''Kamu mau saya tarik lagi sahamnya?? bicara atau meledek saya?? ''


ucap Hendra dan Ardi hanya tersenyum.


''Bagaimana kabar kamu Khalisa?? kemarin saya mau menjenguk kamu tapi ternyata kamu sudah pulang kata Hendra. ''


ucap Ardi sambil menghidangkan minuman di meja.


''Sudah baikan Pak Ardi, saya kesini mau pamit dan makasih karena Pak Ardi mempercayai saya sebagai karyawan di perusahaan ini. ''


ucap Khalisa dan Ardi pun tersenyum.


''Santai saja Khalisa dan saya malah yang berterimakasih karena kamu membantu perusahaan Saya saat sedang hancur, pokonya pintu perusahaan ini terbuka lebar kalau kamu mau bergabung kembali dengan Saya. ''


ucap Ardi dan Khalisa mengiyakannya.


.


.


.


Bersambung......