Ken & Kinan

Ken & Kinan
Pernikahan Raylo & Zeva



Keesokan harinya, hari yang di tunggu Raylo akhirnya tiba. Raylo tengah bersiap-siap di kamarnya.


"Ahaa! Udah pasti berhasil rencana kita tadi malam." ucap Verrel.


"Buktinya aja dia belum bangun." ucap Raylo sambil memasangkan dasinya.


"Tapi gua kasian, nanti Arkan pasti di gebukin abis-abisan sama Andrew. Dia kan paling sensitif kalau tentang Vivi." ucap Morgan.


"Gak apa, sarapan pagi." ucap Ken.


Prak!


"Wih apa tuh." ucap Morgan. Mereka pun keluar bersamaan dan melihat asal suara itu.


Dugaan mereka benar, Andrew akan menghabisi Arkan. Terlihat dari tatapan matanya yang ingin menghabisi orang yang di depannya.


"Saya tau ands dari keluarga Diano, keluarga Terpandang. Tapi apakah anda sopan melakukan hal seperti ini dengan adik saya?!" ucap Andrew marah.


"Asik perang, ambil popcron dulu lah." ucap Logan yang berada di depan pintu kamar Morgan. Temannya yang lain pun datang untuk menutupi masalah ini agar tidak bocor ke awak media.


"Nitip!" ucap mereka semua.


"Dih enak banget lu pada." ucap Logan, tapi tidak ada jawaban dari enam temannya.


"Woi Raylo, lu mau nikah, ayo ikut gua siap-siap." ucap Logan.


"Diem lu, gua mau nonton bentar, lagian gua udah siap." ucap Raylo. Logan pun ikut duduk di samping mereka.


•••


"Sudah saya bilang, adik anda yang datang ke kamar saya, bukan saya yang lancang melakukan hal seperti itu!" jawab Arkan dengan emosi yang sudah mau meledak. Memang bukan dialah yang salah. Vivi telah memancingnya, jadi sebagai laki-laki normal ia harus melakukan apa yang di katakan oleh hatinya.


"Tanggung jawab!" ucap Andrew.


"Fine! Saya tanggung jawab!" ucap Arkan yakin.


Gimana nasib gua nikah sama bocil. batin Arkan.


"Minggu depan!" ucap Andrew.


"Oke Fine." jawab Arkan. Namun sedetik kemudian dia terkejut.


"Minggu depan?" tanya Arkan lagi.


"Yes!" jawab Andrew.


"Tapi minggu depan.. " Arkan belum menyempurnakan kalimatnya, bogem mentah mendarat di pipinya dan pelakunya adalah...


"Papa!" ucap Arkan tekejut. Saat pukulan itu mendarat tubuh Arkan tidak dapat menahan kuatnya pukulan itu sampai ia tersungkur.


"Apa? Mau Papa pukuk lagi?" tanya Gilang menunjukkan kepalan tangannya.


"Gak Pa." jawab Arkan, tapi Gilang malah maju dan mengangkat kerah baju Arkan yang sudah rapi untuk pergi kepernikahan Raylo itu. Reflek, tubuh Arkan langsung berdiri.


Bugh!


Bugh!


Dua pukulan Arkan dapatkan.


"Om-om udah om!" ucap Ken dan yang lain membantu menahan Gilang.


"Kamu gak papa ajarkan untuk merusak perempuan tapi menjaga perempuan!" ucap Gilang. "Sekarang kamu malah merusak kepercayaan papa dan merusak adiknya Andrew! Sekarang tanggung jawab!" ucap Gilang.


"Iya Pa, Arkan akan tanggung jawab tapi jangan minggu depan." ucap Arkan


"Proyek di Australia urusan Papa, kamu urus saja pernikahan kamu." ucap Gilang.


Plak!


Satu tamparan mendarat di pipi kanan Arkan yang di pukul Gilang tadi.


"Tega kamu, kamu menyakitkan perenpuan, Sama aja kamu menyakitkan Mama kami sendiri!" ucap Ruby langsung pergi dari sana. Arkan langsung mengejar Ruby.


"Ma! Mama!" panggil Arkan sambil mengejar Ruby. Arkan memegang tangan Ruby lalu berlutu di depannya.


"Kamu anak laki-laki seharusnya kamu juat dan bertanggung jawab, bukan menangis. Menangis gak akan menyelesaikan masalah Arkan. Mama tau kamu laki-laki dan kamu punya nafsu. Coba kamu tahan nafsu kamu, pasti gak ada kejadian kayak gini." ucap Ruby lembut sambil mengelus rambut Arkan.


"Arkan salah Ma. Arkan akan tanggung jawab." ucap Arkan.


"Nah gitu dong, baru Arkannya Mama." ucap Ruby. Arkan berdiri dan langsung memeluk Ruby.


"Anak Mama besar banget." ucap Ruby yang hanya setinggi Dada Arkan walau sudah pakai Heels. "Ayo kita kembali, sebentar lagi Raylo akan melangsungkan akad nikah. Mama bantu kamu siap-siap ya." ucap Ruby. Arkan mengangguk.


"Uhh anak bujang Mama." ucap Ruby mencium pipi Arkan.


•••


"Udah siap belum? Gua mau Akad nih!" ucap Raylo.


"Ku kalau mau akad pergi aja ga usah ngajak-ngajak, kita udah nikah!" ucap Morgan.


"Gak gitu konsepnya. Kalau udah selesai ayo ke Aula." ucap Raylo. Mereka pun mengangguk dan pergi ke Aula.


Raylo langsung duduk di depan penghulu. Sedari tadi ia meremas tangannya karna ia merasa sangat gugup sekali.


"Santai aja ya." ucap penghulu. Raylo mengangguk.


"Baiklah mari kita mulai." ucap penghulu. Raylo mengangguk.


Raylo mulai menjabat tangan penghulu.


"Saudara Raylo Prince, anda sudah siap?" tanya Penghulu.


"Siap." jawab Raylo. Penghulu mengangguk.


"Saya Nikahkan dan Kawinkan anda Raylo Tristan Prince dengan Zevanya Elzira dengan mas kawin seperangkat berlian di bayar tunai." ucap penghulu.


"Saya terima nikah dah kawinnya Zevanya Elzira dengan mas kawin di sebut tunai!" ucap Raylo satu nafas.


"Para saksi sah?" tanya Penghulu.


"Sah lah masa Enggak!" ucap para tamu mengikuti perkataan Morgan dan Ken.


"Alhamdulillah." ucap penghulu di ikuti semua tamu undangan.


•••


"Yey!! Akhirnya geng Tatacak udah nikah semua." ucap Kinan.


"Tatacak?" tanya Zeva.


"Tampan-Tampan kocak!" jawab Maudy, Kinan dan Aira.


"Wau, keren." ucap Zeva.


"Vi, udah gak usah di pikirin." ucap Kinan yang sedari tadi melihat Vivi termenung.


"Kalau kak Arkan gak suka aku gimana?" tanya Vivi.


"Usaha dong menangin hati Arkan. Coba aja jadi diri sendiri. Jangan coba jadi wanita yang dia sukai kalau itu bukan diri kamu." nasihat Aira.


"Yang terpenting, jangan masukin hati kalau dia bicara yang nusuk ke hati. Anggap aja angin lewat dan selalu tersenyum." ucap Kinan.


"Udah berpengalaman ya." ucap Maudy.


"Sebelum nikah kan kak Ken benci akut banget sama aku. Sampai di usir dari panti asuhan loh." ucap Kinan.


"Yaudah deh lupain. Maura sama Eric kapan nikahnya?" tanya Maudy.


"Ntar." jawab Maura.


"Ntar-ntar mulu, nanti gak jadi lo." ucap Maudy.


"Tahun depan deh doain." ucap Maura.


"Amin!" ucap mereka bersama-sama.


•••Bersambung...