
Kinan masuk ke dalam ruangan Ken. Ia duduk di kursi samping ranjang pesakit Ken. Ia mengelus dahi Ken.
Ken yang merasa ada sentuhan di dahinya pun terbangun. Ia tersenyum melihat Kinan di sampingnya.
"Gak sekolah?" tanya Ken. Kinan menggeleng.
"Mau ikut kayak Aira, home schooling aja biar bisa jagain kakak." ucap Kinan. Ken tersenyum.
"Jagain boleh, tapi jangan sampai gak fokus belajar ya." ucap Ken. Kinan mengangguk.
"Ken makan dulu." ucap Bulan sambil membawakan makanan untuk Ken. Kinan pun membantu Ken untuk duduk dan mengambil alih mangkuk berisi bubur itu dan menyuapkannya ke mulut Ken.
"Kita keluar aja yuk bun." ucap Bulan. Mita mengangguk. Bulan dan Mita keluar dan membiarkan Kinan dan Ken bermesraan di dalam.
Beda lagi di ranjang sebelah Ken. Mereka mengkhawatirkan Arkan yang belum bangun sampai sekarang.
"Risa seharusnya Arkan udah bangun kan?" tanya Ruby.
"Sabar By, dia mungkin masih lelah." ucap jawab Risa.
"Tapi dia bakalan bangun kan?" tanya Ruby.
"Tenang sayang, Arkan bakalan bangun kok." ucap Gilang menenangkan Ruby.
"Ma." panggil Arkan. Ruby langsung menatap Arkan dan mengelus rambut Arkan.
"Are you ok?" tanya Gilang.
"I'm oke Pa." jawab Arkan. Gilang mengangguk.
"Kan, Maafin kita nuduh kamu gitu aja." ucap Galang.
"Gak apa Om, Arkan udah duga ada yang benar. Rupanya dugaan Arkan sama Ken itu benar." ucap Arkan. Galang mengangguk mengerti.
•••
"Enakan jalan-jalan bosan di ruangan kak Morgan." ucap Aira. Aira pun turun menggunakan lift yang ia naiki dengan Morgan tadi. Saat keluar dari Lift ia tak sengaja menabrak seseorang.
"Maaf." ucap Aira.
"Aira?" tanya Eric.
"Kak Eric? Kok disini?" tanya Aira.
"Papa nyuruh aku ambil berkas di sini. Sekalian mau ajak MZB Grup kerja sama dengan Arlata Crop." ucap Eric. "Kamu ngapain?" tanya Eric.
"Itu.., Kak Morgan kan kerja di sini. Jadi aku antarin makan siang soalnya tadi dia gak sarapan." jawab Aira.
"Kok naik lift khusus Presiden Direktur?" tanya Eric.
Duh kak Eric kepo banget lagi! batin Aira.
"Salah naik lift kak." jawab Aira.
"Kan tulisannya besar diatas kalau itu khusus Presiden Direktur. Kamu ketemu Presdirnya gak? Apa kamu kenal?" tanya Eric bertubi-tubi.
Kenal lah, orang presdirnya suami aku! batin Aira.
"Enggak kak, aku langsung diusir sama asistennya. Makanya aku turun lagi." jawab Aira.
"Iya sih, Presdirnya susah banget di temui. Kalau ada rapat sama orang banyak pasti selalu di wakilkan sama asistennya. Bahkan kakak kira Asistennya itu adalah Presdir dari MZB Grup. Kayaknya Presdir MZB grup itu misterius banget. Malah namanya Mr. M lagi." ucap Eric.
"Eh, iya kak." ucap Aira berusaha semaksimal mungkin menyembunyikan identitas Morgan.
"Morgan jadi HRD kan? Setelah kakak ambil berkas kita pergi bareng ke ruangan Morgan." ucap Eric.
Aduh, kenapa mau ikut keruangan kak Morgan sih? batin Aira.
"Gak usah kak, aku udah mau pulang." ucap Aira.
"Kok cepat banget? Kita sekalian makan siang bareng Ai. Ntar ya." ucap Eric. Aira mengangguk. Eric pun naik Lift umum untuk ke lantai atas dan bertemu Andrew.
Kabur gak ya? Kalau kabur Kak Morgan pasti khawatir. Duh seharusnya gak keluar. batin Aira.
Aira kembali menaiki lift khusus Presdir dan kembali ke ruangan Morgan. Di sana sudah terlihat Morgan yang khawatir mencari Aira.
"Ai, kemana aja? Kakak cariin dari tadi gak ketemu." ucap Morgan menghampiri Aira.
"Tadi ketemu kak Eric di bawah." ucap Aira.
"Terus?" tanya Morgan.
"Dia ngajakin makan siang. Bentar lagi dia bakalan ke ruangan HRD buat ngajak kakak makan siang." ucap Aira.
"What? Terus dia dimana sekarang?" tanya Morgan.
"Di ruangan Andrew." jawab Aira.
"Yaudah kita turun dulu terus keruangan HRD." ucap Morgan. Aira mengangguk.
"Ada apa Tuan?" tanya HRD di sana.
"Kamu keluar, saya kasih istirahat 1 jam. Sebelum 1 jam kamu tidak boleh kembali ke kantor ini atau kamu saya pecat!" ucap Morgan. HRD itu pun mengangguk dan segera keluar dari ruangannya.
Morgan segera mengganti jasnya dengan kemeja biasa dan duduk di meja HRD itu. Aira juga duduk di kursi yang berada di depan Morgan.
Tak berapa lama Eric masuk. Dan memeluk Morgan.
"Hello Bro." ucap Eric.
"Ngapain ke sini Ric?" tanya Morgan.
"Ngambil berkas di suruh Papa." jawab Eric. "Eh Ai udah di sini aja? Kakak nyariin kamu." ucap Eric.
"Hehe iya kak, Tadi aku langsung kesini karna lama nungguin kakak." jawab Aira. Eric mengangguk.
"Udah jam makan siang nih. Kuy makan siang bareng di luar. Lu gak apa makan siang di luar kan Gan?" tanya Eric.
"Gak apa sih." jawab Morgan.
"Kali aja Bos lu marah kalau karyawannya makan di luar." ucap Eric.
Gua bosnya, siapa yang berani marahin gua? batin Morgan.
"Yaudah yuk lah, sekalian jengukin Ken sama Arkan." ucap Eric. Aira dan Morgan mengangguk.
Drtt.. Drttt..
Lu pake nelpon lagi Andrew. batin Morgan. Morgan mematikan handponenya.
"Gak diangkat dulu?" tanya Eric.
"Gak apa, gak penting." ucap Morgan Eric mengangguk.
Mereka pun mencari tempat makan. Pilihan mereka jatuh pada makan Jepang karna Morgan yang sangat ingin makan makanan Jepang.
"Gan, gua nanya dong." ucap Eric.
"Paan?" tanya Morgan.
"Lu pernah liat muka Presdir di kantor lu belum?" tanya Eric.
Tiap hari di cermin gua selalu liat muka dia. batin Morgan.
"Pernah, setiap dia datang pasti semua karyawan nyambut dia." ucap Morgan
"Lu kenal dia apa dekat gitu sama bos lu?" tanya Eric.
"Lu kenapa kepo ama bos gua?" tanya Morgan.
"Gua penasaran aja. Perusahaan dia hampir bangkrut karna ada yang menekan saham dari perusahaan itu. Terus lu hilang, habis itu malamnya kita dapat berita kalau MZB Grup naik keposisi kedua. Ya kita kaget, MZB Grup itu dari posisi ke sepuluh jadi ada di posisi kedua. Pasti presdirnya hebat." ucap Eric.
"Jadi lu awalnya ngira gua Presdirnya? Salah! Lu liat gua sekarang jadi HRD." ucap Morgan.
"Iya sih, dugaan gua awalnya memang lu. Tapi setelah liat lu kerja di MZB grup, kayaknya memang bukan lu Presdirnya." ucap Eric.
Emang gua kok presdirnya. batin Morgan.
•••
"Jadi dugaan kita salah?" tanya Ken. Rupanya saat Eric berbicara dengan Morgan, Eric sengaja menelpon Verrel.
"Jadi siapa Presdirnya?" tanya Raylo.
"Gua rasa Presdirnya itu Andrew Drawangsa. Dia pura-pura jadi asisten, tapi dialah Presdir sebenarnya dari MZB Grup." ucap Arkan.
"Gak nyambung dong kalau dia di panggil Mr. M. Nama dia aja huruf A, berarti bukan dia." ucap Verrel.
"Kan dugaan gua Verrel!" ucap Arkan.
"Kayaknya kita udahin aja cari tau siapa Presdir MZB Grup." ucap Ken.
"Gak bisa, sekalinya penasaran maka akan penasaran sampai mati. Bisa aja gua jadi Arwah penasaran karna masih penasaran sama Presdir MZB Grup." ucap Arkan.
"Tapi gua yakin banget itu Morgan." ucap Ken.
"Tapi kenyataannya, Morgan cuman HRD Ken." ucap Levin.
"Wah, Parah. MZB Grup yang awalnya berada di posisi dua, sekarang jadi posisi satu dan seri sama keluarga Anggara!" ucap Verrel.
"APA?!" ucap Ken, Arkan, Levin dan Raylo kaget.
•••Bersambung...
Wah-wah Gercep mah Morgannya. Jangan lupa dukung Author dengan Like, Comment, Hadiah, Vote, Rate 5 dan jangan lupa Share 😆😆