Ken & Kinan

Ken & Kinan
Perlindungan Kinan



Pagi harinya di rumah Morgan tampak damai. Aira dan Morgan masih belum bangun dari tidurnya.


Drtt.. Drtt..


Getaran handpone milik Morgan membangunkan Aira. Aira mengambil handpone Morgan dan melihat siapa yang menelpon.


"Mama?" tanya Aira. Aira pun mengangkatnya.


"Iya Ma?" tanya Aira.


"Aira, bisa kasih handponenya sebentar sama Morgan gak? Ada yang mau Mama bicarakan." ucap Stella.


"Tapi kak Morgan masih tidur Ma." jawab Aira.


"Bangunin aja." ucap Stella. Aira pun menggoyangkan tubuh Morgan.


"Kak, bangun Mama mau bicara." ucap Aira.


"Nanti aja, kakak ngantuk." jawab Morgan dengan suara seraknya.


"Tapi katanya penting kak!" ucap Aira. Morgan pun bangun.


"Yaudah sini Handponenya." ucap Morgan. Aira pun memberikan handpone Morgan kepadanya.


"Hmm?" tanya Morgan.


"Hati-hati sama Logan, dia mau bunuh kamu." ucap Stella.


"Itu gak usah di peringatkan. Morgan udah tau dari lama." jawab Morgan. "Mama cuman mau ngomong itu aja? Yaudah Assalamualaikum." ucap Morgan mematikan sambungan telpon secara sepihak dan kembali tidur.


"Ai ayo tidur lagi." ucap Morgan.


"Udah pagi kak." ucap Aira. Morgan menarik pinggang Aira dan membuat Aira jatuh diatas Morgan.


"Temenin kakak." ucap Morgan. Aira pun terpaksa tidur lagi.


•••


"Emang Ayah udah setuju?" tanya Rey.


"Yah, jelas-jelas Ayah bilang kemarin kalau Ken sama Kinan bakalan nikah bulan depan. Kenapa Ayah jadi berubah gini?" tanya Ken.


"Yaudah iya, tanggal berapa?" tanya Rey.


"Tanggal 1. Harus awal bulan." ucap Ken.


"Terserah, urus aja semuanya sendiri. Kan nikahan kalian." ucap Rey.


"Ayah sebenarnya ikhlas gak nerima Kinan? Kenapa nada bicara Ayah kayak gak ikhlas?" tanya Ken.


"Ikhlas kok." jawab Rey.


"Yah, kalau Ayah masih berat juga, Kenapa harus setujuin?" tanya Ken.


"Karna kamu maksa Ayah. Ayah masih bertengkar dengan Ezra." ucap Rey.


"Astagfirullah Ayah, itu udah 20 tahun yang lalu. Kenapa masih di ingat sih? Om Ezra aja gak masalah. Kenapa Ayah malah jadi masalah?" tanya Ken. "Egois Ayah itu keterlaluan. Benar kata Kakek, Ayah Egois banget. Ayah gak mikir kebahagian Ken?" tanya Ken.


Brak!


Rey memukul meja kerjanya keras, sampai Bulan yang berada di kamarnya kaget. Karna tempat kerja Rey dan kamar Bulan dekat.


"Mau kamu apa? Udah di kasih jantung malah minta hati!" ucap Rey marah.


"Ken mau Ayah nerima Kinan dengan Ikhlas. Ingat Yah, perilaku Ayah dan Anak itu berbeda. Ayah mau contoh? Om Revan contohnya. Ayahnya sangat jahat dan licik, sedangkan Om Revan? Dia sangat baik berbanding terbalik dengan sifat Ayahnya." ucap Ken.


"Nerima Kinan? Ayah butuh waktu untuk menerima anak itu." ucap Rey.


"Kalau Ayah gak terima Kinan, Habis nikah Ken pindah ke rumah Ken!" ucap Ken.


"Terserah kamu! Hidup-hidup kamu!" ucap Rey kesal.


"Sekarang keluar dari ruangan saya!" ucap Rey sambil menunjuk pintu keluar.


"Tanpa anda suruh keluar pun saya akan keluar dari sini." ucap Ken dingin lalu pergi


"Arghh!" teriak Ken sambil memberantakkan dokumen yang akan ia kerjakan.


•••


Drtt... Drtttt...


Handpone Ken berbunyi, ia langsung mengangkat telponnya.


"Ya?" tanya Ken.


"Kinan di culik." ucap Arkan.


"Apa? sama siapa? kenapa lu bisa tau?" tanya Ken.


"Gua gak tau, gua liat dia tadi di seret sama orang. Ni gua lagi ikutin mobilnya." ucap Arkan.


"Share lock!" ucap Ken. Ken pun mematikan telponnya secara sepihak dan pergi ke kamarnya untuk bersiap-siap.


•••


"Lepaskan aku!" teriak Kinan. Seorang pria mendekati Kinan dan mengangkat dagu Kinan dengan jari telunjuknya.


"Tunggu Ken Anggara ke sini baru aku akan melepaskan mu dan menghabisinya!" ucap pria itu.


"Gak, Ken gak boleh kesini! Lepasin gak!" teriak Kinan.


"Kalau kau tidak mau diam, anak buah ku akan bersenang-senang dengan tubuh mu. Kau tidak mau tubuh mu yang indah ini tercicipi sebelum Ken kan?" tanya pria itu.


"Jangan macam-macam!" ucap Kinan. "Aku Kinan Anastasia Prince! Kalian tau julukan ku apa?" tanya Kinan. Mereka diam.


"Wanita cerdik." ucap Kinan sambil menampilkan senyuman miring. Mereka pun mengechek pakaian Kinan, jika ada gps maka mereka akan menghancurkannya.


"Kalian cari apa? Gps? tidak akan ketemu!" ucap Kinan. Pria itu memegang kuat dagu Kinan.


"Katakan di mana gps itu?!" tanya pria itu.


"Tidak akan pernah kalian temukan!" teriak Kinan.


"Lepaskan dia atau kau akan mati!" ucap Ken.


Sial, gua kira dia bakalan datang sendiri. Tapi dia bawa pasukan yang kemampuannua diatas rata-rata! batin pria itu. Pria itu berlari diam-diam agar tidak tertangkap.


"Lu ke mana? dari tadi gua tunggu." ucap Arkan yang baru saja sampai setelah pria itu menghilang.


"Kenapa gak masuk duluan?" tanya Ken.


"Ya gila aja, calon Bini lu masa gua yang mempertaruhkam nyawa buat dia." ucap Arkan.


"Ada manten baru ni." goda Arkan kepada Morgan.


"Diamlah!" ucap Logan. Kali ini Ken membawa Logan untuk membantu mereka.


"Lepaskan!" tekan Ken.


"Tidak akan!" ucap anak buah dari pria tadi. Ken pun menganggukkan kepalanya. Eric, Logan, Morgan, Levin, Verrel dan Arkan langsung menyerang sedangkan Ken membawa Kinan pergi.


"Are you ok?" tanya Ken. Kinan mengangguk.


"Aman Ken." ucap Eric. Ken mengangguk.


"Thanks, Maaf ganggu kalian apa lagi Morgan." ucap Ken.


"Sans abang ipar. Gua balik duluan ya. Kasian Aira sendiri di rumah." ucap Morgan. Mereka pun mengangguk.


"Lu beneran gak apa-apa Nan?" tanya Verrel.


"Gak apa kok. Lagian di jam tangan aku ada gps. Jadi Daddy bisa ngelacak. Tapi ntah kenapa tadi gak berfungsi sama sekali. Untung kalian datang tepat waktu." ucap Kinan. Ken mengangguk dan langsung memeluk Kinan.


"Kenapa satu bulan itu terasa satu tahun?" tanya Ken.


"Yee! Dasar bucin!" teriak Eric, Verrel, Logan, Levin dan Arkan.


"Diam!" ucap Ken.


•••Bersambung...


Gimana udah dapat gambaran siapa dalang utamanya gak? Kalau udah komen di kolom komentar yaa.


Jangan lupa dukungan untuk author berupa Like, Hadiah, rate 5 dan Vote 😆