Ken & Kinan

Ken & Kinan
Apa Rencananya?



Sayla pun mengarahkan Reval ke rumah keluarga Arlata. Sementara Ken menyuruh Morgan untuk menyelidiki tentang Sayla.


"Udah dapat?" tanya Ken.


"Dia kesini berdua Bro. Sama cowo lagi." ucap Morgan. "Gua liat dari cctv bandara dia datang sama cowo yang menurut gua asing." ucap Morgan. Ken pun melihat laptop Morgan.


"Kayak mirip seseorang." ucap Ken. Morgan dan Ken pun saling berpandangan.


"Kevin Arlata!" ucap mereka berdua.


"Wah, harus di selidiki siapa dia." ucap Morgan.


"Gua rasa Logan tau." ucap Ken. Morgan menatap Ken.


"Mari kita tanya!" ucap Ken. Morgan dan Ken pun masuk ke kamar Morgan.


"Logan!" panggil Ken dan Morgan.


"Lu tau siapa penerus sebenarnya dari keluarga Arlata?" tanya Morgan.


"Kevin Arlata itu punya anak haram. Gua gak tau juga namanya siapa. Yang gua tau dia punya anak haram dan itulah penerus dari geng Kevin Arlata. Kalau penerus keluarga Arlata itu jelas-jelas Eric." ucap Logan.


"Sory gua typo. Maksud gua, ya itu siapa penerus geng Kevin Arlata." ucap Morgan.


"Jadi intinya Kevin itu punya anak haram." ucap Ken. Logan mengangguk.


"Umurnya sama kayak Raylo dan gua di sana cuman sebagai tameng dari anak haram Kevin itu." ucap Logan


"Yang gua heranin, kenapa lu mau jadi tamengnya." ucap Morgan.


"Dia pegang rahasia besar keluarga Bagaskara yang bisa buat keluarga kita hancur." ucap Logan.


"Apa rahasianya?" tanya Morgan. Logan menggeleng.


"Kalau gak tau kenapa lu turutin Logan?" ucap Morgan


"Ya gua panik." ucap Logan.


"Trus kenapa lu mau ngebunuh Morgan?" tanya Ken.


"Itu yang dia suruh." ucap Logan.


"Gemes dah gua sama ni anak. Begonya keterlaluan." ucap Morgan. Morgan dan Ken pun keluar.


"Lah gua panik, mau gimana lagi?" tanya Logan.


•••


"Sekarang keamanan lu sama Kinan harus di perketat. Gua yakin kali ini yang dia incar itu lu dan Kinan." ucap Morgan.


"Jaga juga Aira. Dia anggota keluarga Anggara juga." ucap Ken.


"Selalu gua jaga dengan baik kok." ucap Morgan. Ken mengangguk percaya dengan Morgan.


"Yaudah gua pulang ya." ucap Ken memegang Bahu Morgan. Morgan mengangguk.


"Sayang! Yuk pulang!" teriak Ken memanggil Kinan.


"Bentarr!" sahut Kinan.


Tak lama kemudian, datang Aira bersama dengan Kinan. Wajah mereka penuh dengan masker wajah.


"Lagi maskeran?" tanya Ken. Kinan mengangguk. Ken pun membuka lembaran masker wajah itu dan memegang tangan Kinan. Ia menarik Kinan pelan dan pergi dari rumah Morgan.


"Gak gua pulang ya!" ucap Ken.


"Yoi Bro. Tiati!" ucap Morgan. Mobil Ken pun berjalan meninggalkan rumah Morgan.


"Target terkunci." ucap seseorang yang sedang berada di seberang rumah Morgan.


•••


"Kenapa putar balik?" tanya Sayla.


"Ada sesuatu yang ingin aku selesaikan." ucap Reval. Reval melajukan mobilnya dengan kecepatan penuh.


Ia tiba-tiba menghadang mobil berwarna hitam. Ia pun keluar dari mobil dan mengetuk pintu mobil berwarna hitam itu.


"Keluar." ucapnya dingin.


Ken langsung di kelilingi orang-orang berbaju hitam menggunakan senjata.


Anak haram Kevin Arlata. batin Ken. Ken menepuk tangannya. Tak lama bodyguard bayangan yang menggunakan senjata keluar. Kali ini jumlah mereka imbang.


"Cih, Kau selalu waspada sepertinya." ucap Reval.


"Aku memang selalu waspada." ucap Ken.


"Kenzard Adnanlio Anggara. Kau pasti tidak tau nama ku. Dan kau tak perlu tau." ucap Reval.


"Kau anak dari Kevin Arlata." ucap Ken.


"Kau tau aku tapi tak tau nama ku. Okelah, mari kita mulai." ucap Reval menodongkan pistolnya kepada Ken.


"Kita mulai!" ucap Ken juga menodongkan senjatanya kepada Ken.


"Dan jangan main-main dengan 9 keluarga besar!" ucap Morgan.


Sial dia pintar. Rupanya rumor itu benar bahwa anak keluarga Anggara sangat pintar. batin Reval.


"Revalio Anderson Arlata." ucap Revan.


"Revano Arlata. Hai Bang, udah lama gak ketemu." ucap Reval.


"Ck, aku saja tidak sudi kau panggil abang. Aku bahkan tidak menganggap mu sebagai adikku." ucap Revan.


"Cih, jangan banyak bacot!" ucap Reval mengeluarkan peluru dari pistolnya.


Dor!


Satu tembakan mendadak membuat Revan tidak bisa menghindar.


"Pa!" teriak Eric. Eric menatap tajam Reval.


"Ayo habisi dia!" ucap Eric yang sangat marah karna ayahnya yang terkena tembakan. Ken dan yang lainnya menyerang Reval sedangkan Elang dan Gilang membawa Revan kerumah sakit.


Dor!


Dor!


Dor!


Bunyi suara tembakan. Mereka saling menembak sesama lain. Saat ada celah untuk melarikan diri, Reval bukannya melarikan diri, tapi ke mobilnya Ken. Ia memecahkan kaca mobil Ken yang membuat Kinan terkejut dan berteriak.


Ken melihat Kinan dan Reval. Ia berlari menyelamatkan Kinan. Tapi Kinan sudah dalam genggaman Reval


"Dengar!" teriak Reval.


"Kalau kalian tidak melepaskan kami. Dia akan ku bawa!" teriak Reval.


Raylo yang melihat adiknya sedang dalam bahaya langsung menembak kaki Reval. Setelah Reval terduduk karna kakinya yang sakit, Raylo berlari dan membawa Kinan ke tempat yang aman.


Sial! Susah juga melawan 9 keluarga ini. Bahkan Revan juga ikut membantu! batin Reval. Reval berlari pergi.


"Jangan kabur lu woi!" teriak Raylo.


"Raylo! biarin aja!" ucap Ezra menahan Raylo.


Awas saja kau! Lain hari aku tidak akan melepaskan mu! batin Raylo.


"Sayang, kamu gak apa-apa?" tanya Ken sambil memegang pipi Kinan.


"I'm Oke." jawab Kinan. Ken memeluk Kinan dengan erat.


"Aku selalu berada di samping mu. Jadi jangan takut." ucap Ken. Ken berusaha menenangkan Kinan.


Syukurlah ada Ken yang selalu menenangkan Kinan. batin Raylo.


•••Bersambung...


Wah cari masalah si Reval itu. Gak tau aja kalau dia melawan Ken sama aja melawan 8 keluarga lainnya.


Jangan lupa dukungannya ya dengan cara like, comment, hadiah, Vote dan Rate 5.


Maaf author gak Up. Nyari inspirasinya kelamaan 😅😅