Ken & Kinan

Ken & Kinan
Isi Hati Morgan



"Ihh Ken pake ninggalin lagi. Gue pulang kerumah aja lah. Lagian Dad dan kak Ray gak ada yang nyariin gue!" ucap Sayla kesal. Sayla pun memberhentikan taksi dan memberikan alamat rumah keluarga Prince. Supir taksi itu pun mengantarkan Sayla sampai ke depan rumahnya.


"Makasih pak." ucap Sayla.


"Sama-sama Non." ucap supir taksi itu lalu pergi. Sayla masuk kedalam rumah itu tapi ia di cegat oleh satpam.


"Siapa?" tanya Satpam itu.


"Pak Budi, bapak gak kenal saya?" tanya Sayla. Pak Budi pun melihat Sayla dari bawah sampai ke atas.


"Non Sayla! Bukannya Non sudah meninggal?" tanya Pak Budi berusaha menenangkan dirinya.


"Itu hanya rumor. Boleh saya masuk?" tanya Sayla.


"Oh, silahkan Non." ucap pak Budi. Sayla pun masuk dan membuka pintu rumahnya sendiri lalu duduk di sofa. Kinan yang baru kembali dari dapur terkejut melihat Sayla yang duduk santai di sofa.


"Maaf, siapa ya?" tanya Kinan.


"Gue Nona muda keluarga Prince! Sayla Anastasya Prince. Siapa yang gak tau gue?" ucap Sayla


"Saya Kinan Putri." ucap Kinan.


"Oh, kamu pembantu baru. Ambilkan saya minum!" ucap Sayla.


"No! Dia Kayla." ucap Raylo.


"Hai kak Ray!" sapa Sayla. "Bentar, Kayla? Gak salah kak? Ya kali Kayla dekil gini. Mandi gak lo tadi? Udah namanya kampungan banget lagi, Kinan." tanya Sayla.


"Namanya Kayla Anastasia Prince!" ucap Raylo.


"Orang namanya Kinan Putri!" ucap Sayla


"Emang nama saya, Kinan kok." ucap Kinan. "Kinan gak nyaman di panggil Kayla." ucap Kinan.


"Tapi nama kamu emang Kayla." ucap Ezra.


"Maaf Dad, Kinan gak nyaman aja sama nama Kayla. Boleh gak nama Kinan gausah di ubah?" tanya Kinan.


"Hahaha, sekali kampung ya kampung aja! Dasar mantan anak Panti!" ucap Sayla dan langsung pergi kearah lift dan naik ke lantai tiga dimana kamarnya berada.


"Maafin Sayla ya. Dia cuman kurang kasih sayang seorang ibu." ucap Ezra.


"Gak apa-apa Dad. Kinan mau masuk ke kamar dulu ya, mau belajar besok ada ujian lagi." ucap Kinan. Ezra dan Raylo mengangguk.


"Emang pas banget sikap Kinan untuk jadi kakak." ucap Raylo.


"Emang Kinan lebih tua lima menit dari Say kan? Eh iya Say gak sekolah lagi? Paksa dia sekolah!" ucap Ezra.


"Susah Dad, sikap keras kepalanya nurun banget dari Mom." ucap Raylo.


"Paksa dia Raylo, itu tugas kamu." ucap Ezra lalu pergi.


"Kenapa urusan Sayla yang keras kepala harus gua yang nanganin. Repot bat punya adek kepala batu!" ucap Raylo langsung naik lift untuk ke kamar Sayla.


•••


"Argh, kenapa bayang-bayang cewe panti itu terus ada di pikiran gua! Sialan, dia pakai pelet apaan!" ucap Ken kesal.


"Yo Kenzard." panggil Morgan.


"Ngapain? bukannya lu di hukum?" tanya Ken.


"Iya, Logan yang salah gua yang di hukum. Emang dari dulu gitu. Kalau gua sama Logan bertengkar kecil, padahal itu cuman bercadaan, selalu gua yang di hukum. Enak banget jadi anak kesayangan Papa sama Mama kayak Logan. Enak kali ya jadi anak pertama." ucap Morgan.


"Kok gitu?" tanya Ken.


"Ya, mereka pilih kasih mulu. Logan salah cuman di tegur, lah kalau gua yang salah, di hukum berat." ucap Morgan.


"Emang Papa lu gak tau?" tanya Ken.


"Tau sih, cuman kata Papa buat ngelatih mental gua buat mimpin Jafe Grup." ucap Morgan.


"Iya Jafe grupkan banyak saingan ssma kayak Bagaskara Crop." ucap Ken.


"Gua kira selama ini gua anak terbuang dan Logan anak emas. Orang tua gua gak ada yang peduli sama gua. Gua dapat mendali emas di kasih selamat, lah Logan dapat mendali perak dibuatin Pesta. Sadis banget hidup gua." ucap Morgan sambil tersenyum tipis. "Sekarang malah bertambah dengan rasa benci dari Aira sama gua. Itu semua membuat gua gak mau hidup lagi." ucap Morgan.


"Kok lu ngomong gitu, kalau lu mati Jafe grup siapa yang mimpin?" tanya Ken.


"Gue hidup emang selalu di manfaatin. Yaudah gua nerima takdir. Gua serasa beban buat kedua orang tua gua." ucap Morgan. Ken tiba-tiba merasa bersalah kepada Morgan selalu menganggapnya anak tidak benar, ternyata ia melakukan semua itu agar mendapatkan kasih sayang yang sama seperti yang Logan dapatkan.


"Lu ada kerjaan apa?" tanya Morgan berusaha mengendalikan tangisnya dengan mengalihkan topik.


"Jangan urusin kerjaan gua, bilang sama gua apa aja yang udah di lakukan Logan? Kenapa lu bisa sesedih ini?" tanya Ken.


"Gausah hiraukan perkataan gua. Gua mah bahan percobaan. Sekarang kerjaan lu penting Kan lu besok mau meeting." ucap Morgan. Ken memegang bahu Morgan dan melihat Morgan dengan seksama.


"Logan maksa Aira buat jadian sama lu dan lu merasa di rendahkan." ucap Ken. Morgan terkejut, dari mana Ken tau masalahnya dengan Logan.


"Beberapa hari lalu kalian bertengkar karna masalah itu dan hanya lu yang di hukum?" tanya Ken. Morgan semakim terkejut dengan pernyataan Ken.


"Dan semua wanita yang lu pacarin adalah wanita yang suka sama Logan dan lu cuman di jadikan tameng sama Logan? Lu terpaksa melakukan itu agar Logan bahagia dan agar Aira cemburu?" tanya Ken lagi. Morgan terkejut, ia tidak bisa menghindar dan akhirnya ia mengangguk.


"Lu juga yang bantuin Aira dari orang yang terobsesi kepada Aira sampai-sampai lu dipukulin habis-habisan padahal lu bisa ngelawan. Dan lu malah ngaku sebagai Logan? Malah sampai rumah lu di hukum karna berkelahi." ucap Ken. Morgan kembali mengangguk.


"Besar banget pengorbanan lu buat Logan dan Aira. Tapi mereka malah ngebuang lu gitu aja." ucap Ken. "Lagian lu ngapain bilang lu adalah Logan, kenapa lu gak bilang kalau lu Morgan?" tanya Ken.


"Itu akan mambuat Aira makin benci sama gua, Ken. Gua udah mikir matang-matang sebelum gua membuat keputusan untuk menggunakan nama Logan." ucap Morgan.


"Gua selalu ada di samping lu, untuk tempat bersandar lu. Datanglah kesini kalau lagi sedih. Kalau gak mau datang karna ada Aira, pergi aja ke apartemen gua." ucap Ken. Morgan mengangguk paham. Ken pun memegang pundak Morgan agar dia tenang.


"Btw, dari sikap lu kayaknya lu suka sama Kinan." ucap Morgan. Ken memukul bahu Morgan kuat.


"Jangan ngadi-ngadi!" ucap Ken dengan senyum licik.


•••Bersambung...


Hai-hai, ini author udah up mayan banyak yaa. Jangan pada marah dong sama authorr, author juga manusia pasti banyak urusan dan urusan di dunia real itu harus di selesaikan dulu ahar saat nulis author gak punya beban 🙏