
Seminggu sudah di lalui Ken dan Arkan di rumah sakit. Hari ini mereka di perbolehkan pulang oleh dokter karna kondisi mereka yang sudah membaik.
Akhirnya bisa malam pertama sama Kinan! batin Ken.
Kinan membereskan semua perlengkapan Ken dan Raisa menolong membereskan perlengkapan kakak sepupunya siapa lagi kalau bukan, Arkan.
"Thanks dek udah mau bantu beresin barang kakak." ucap Arkan.
"You're welcome. Lagian kalau gue gak bantuin lo kak, pasti papa marah." ucap Raisa.
"Emang om Galang paling the best." ucap Arkan.
Berbeda dengan Arkan, Ken selalu bermesraan dengan Kinan. Ken memeluk Kinan dari belakang selagi Kinan membereskan barang-barang Ken.
"Kak Ken lepas, aku jadi susah beresin barang-barang kakak kalau kakak peluk terus." ucap Kinan.
"Gak apa, kakak pengen dimanjain istri aja." ucap Ken.
"Nanti di rumah aja kak. Sekarang aku beresin barang-barang kakak dulu." ucap Kinan. Ken melepaskan pelukan Kinan.
"Beneran ya?" tanya Ken.
"Iya kak, makanya tunggu Kinan selesai beresin ini." ucap Kinan. Ken pun mengangguk patuh dan hanya mencium kening Kinan dan duduk kembali di ranjang pesakitnya.
Arkan dan Raisa yang melihat keromantisan Ken dan Kinan hanya menatap iri saja.
"Kapan gue kayak mereka." ucap Raisa.
"Cari jodoh dulu, nikah, trus baru mesra-mesraan." jawab Arkan.
"Gue ga mau nikah muda Kak. Nanti hidup gue gak bebas lagi." ucap Raisa.
"Banyak sih manfaat nikah muda." ucap Arkan.
"Kalau banyak manfaatnya, kenapa gak lo lakuin Kak?" tanya Raisa.
"Gua mau nikah sama siapa markonah? Kuyang? Ya kali!" ucap Arkan kesal. Raisa tertawa puas karena bisa mambuat Arkan kesal.
"Gausah tertawa anda. Kita sama-sama jomblo!" ucap Arkan. Perkataan Arkan membuat Raisa berhenti tertawa karna Arkan menyadarkannya akan kejombloan Raisa.
"Kak Ken mau liat sesuatu yang lucu gak?" tanya Kinan.
"Apa tuh?" tanya Ken. Kinan mengambil handponenya dan menunjukkan foto Ken sedang tidur.
"Kapan kamu ambilnya?" tanya Ken.
"Dua minggu lalu hihi." ucap Kinan tertawa kecil.
"Simpan aja, aku tetap ganteng kok kalau lagi tidur." ucap Ken.
"Narsis selalu nomor satu ya kak." ucap Kinan.
"Iya dong." jawab Ken. Arkan menyambar handpone Kinan dan melihat foto Ken.
Raisa dan Arkan tertawa sampai berguling-guling karna melihat gaya tidur serbuk berlian mereka.
"Lu bisa jelek juga ya rupanya. Gua kira lu bakalan ganteng forever." ucap Arkan sambil tertawa terkikik.
"Kak Ken kalau tidur bisa jelek juga. Aku kira always handsome. Kinan minta ya. Mau di kirim ke Kenline." ucap Raisa terkikik geli.
Ken kembali mengambil Handpone Kinan dari Raisa.
"Jangan ngadi-ngadi!" ucap Ken langsung menghapus foto itu.
"Yah kok dihapus, padahal imut lo." ucap Kinan.
"Enakan liat secara langsung dari pada lihat di foto sayang. Apa lagi lihat wajah aku yang always handsome di pagi hari." ucap Ken.
"Apaan sih." ucap Kinan. Ken memeluk Kinan dari belakang dan mencium tengkuk Kinan.
Arkan mengambil bantal di ranjang pesakitnya dan melemparkan keras bantal itu kepada Ken. Bantal itu tepat mengenai belakang kepala Ken. Ken berbalik dan menatap Arkan dingin.
Ia mengambil bantal itu dari lantai dan mendekati Arkan. Arkan mundur dan mengangkat kedua tangannya keatas.
"Gua cuman negur lu biar gak mesra-mesraan depan kami para jomblo happy." ucap Arkan. Ken melempar keras bantal itu ke wajah Arkan.
"Makan tuh bantal!" ucap Ken kembali membantu Kinan.
•••
Morgan sedang bermain gitar. Ia melatih kemampuannya dan mengechek apakah gitar kesayangannya masih bagus atau sudah rusak.
Semenjak Ken memakainya untuk menyatakan perasaan kepada Kinan, Morgan sama sekali belum pernah memainkannya.
"Alhamdulillah Sayang ku masih bagus seperti baru." ucap Morgan sambil mencium gitar kesayangannya.
"Aku di duain sama gitar? Saingan yang tak manusiawi. Sama kayak Haechan suka sama Daegal. Nctzen jadi patah hati karna bersaing dengan anjing bernama Daegal." ucap Aira.
"Hah apa? Begal? Kecap?" tanya Morgan.
"Haechan sayang. Kamu kenapa ikutan kayak kak Ken. Masa Taeyong di bilang tenggo kan gak nyambung. Ayah juga, masa Taehyung di bilang teh gayung." ucap Aira. Morgan menggaruk tengguknya yang tak gatal karna bingung. Sejujurnya ia tidak terlalu tau tentang Kpop, tapi ia malah mendapatkan istri Kpopers. Apa boleh buat? ia harus berusaha memahaminya juga.
"Teh gayung?" tanya Morgan.
"Iya," jawab Aira. "Nyanyiin aku dong. Mana tau kamu nyanyiin Morgan junior jadi senang." ucap Aira.
"Ide bagus. Mari kita berkolaborasi my honey gitar!" ucap Morgan. Aira hanya tertawa kecil melihat Morgan yang sangat mencintai gitarnya itu.
Lyric
Seperti landak yang tak punya teman
Ia menggonggong bak suara hujan
Dan kau pangeranku, mengambil peran
Bun, kalau saat hancur ku disayang
Apalagi saat ku jadi juara
Saat tak tahu arah kau di sana
Menjadi gagah saat ku tak bisa
Sedikit kujelaskan tentangku dan kamu
Agar seisi dunia tahu
Keras kepalaku sama denganmu
Caraku marah, caraku tersenyum
Seperti detak jantung yang bertaut
Nyawaku nyala karena denganmu
Aku masih ada sampai di sini
Melihatmu kuat setengah mati
Seperti detak jantung yang bertaut
Nyawaku nyala karena denganmu
Bun, aku masih tak mengerti banyak hal
Semuanya berenang di kepala
Dan kau dan semua yang kau tahu tentangnya
Menjadi jawab saat ku bertanya
Sedikit kujelaskan tentangku dan kamu
Agar seisi dunia tahu
Keras kepalaku sama denganmu
Caraku marah, caraku tersenyum
Seperti detak jantung yang bertaut
Nyawaku nyala karena denganmu
Aku masih ada sampai di sini
Melihatmu kuat setengah mati
Seperti detak jantung yang bertaut
Nyawaku nyala karena denganmu
Semoga lama hidupmu di sini
Melihatku berjuang sampai akhir
Seperti detak jantung yang bertaut
Nyawaku nyala karena denganmu
(Betaut- Nadin Amizah)
Aira bertepuk tangan dengan keras karna suara Morgan yang ternyata lebih indah dari suara kakaknya sendiri.
Kak Morgan kayaknya sayang banget sama Mama Stella. Dia nyanyi ini sampai mau nangis loh. Aku harus bantu perbaiki hubungan mereka. batin Aira
"Keren bangett!" ucap Aira. Morgan menatap Aira dan meletakkan gitarnya dengan hati-hati di bawah. Morgan menatap Aira serius.
Ntah berapa lama ia memendam perasaannya kepada Aira dan sampai akhirnya mereka bisa menikah dan bahagia seperti saat ini.
"Ada apa?" tanya Aira.
"Gak ada." jawab Morgan masih menatap Aira dengan tatapan yang tak ingin kehilangan. Aira memegang pipi Morgan.
"Ada apa?" tanya Aira.
"Aku bahagia. Dulu waktu kamu suka sama Logan aku cuman bisa mendam dan melampiaskannya dengan menjadi Playboy. Aku pikir dengan menjadi Playboy aku bisa lupain perasaan aku sama kamu. Tapi perasaan itu malah makin kuat. Aku mendam terus sampai akhirnya kamu sendiri yang datang menghampiri aku dan akhirnya kita di persatukan oleh ikatan pernikahan dan Morgan Junior." jelas Morgan.
"Maaf kak, aku yang bodoh banget. Baru sadar waktu kak Logan nasihatin aku. Untung kakak masih di sini. Kalau seandainya kakak pergi keluar kota dan berusaha ngelupain Ai, hari ini dan hari-hari sebelumnya tidak akan terjadi." ucap Aira. Morgan memeluk Aira.
"Gak apa, jangan di pikirkan. Sekarang pikirkan masa depan kita. Pikirkan anak kita, jangan terus lihat kebelakang." ucap Morgan. Air mengangguk di dalam pelukan Morgan.
Untuk kali ini bukan Aira yang menangis tapi Morgan. Aira maklum itu, karna Morgan yang mengalami ngidam, jadi perasaannya sedikit sensitif. Tapi lama-lama Aira terhanyut dan ikut menangis.
•••Bersambung...
So sweet 😭😭. Oke yang nanya visualnya Morgan bisa langsung di chek di Instagramnya di @olivermoy.
Jangan lupa dukungannya berupa Like, Comment, Vote, Haduah, Rate 5 dan favoritkan kalau belum di favoritkan yaa 😆❤❤