Ken & Kinan

Ken & Kinan
Saksi Baru



Mereka berempat pun sampai di MZB Grup dan langsung naik ke lift khusus presdir tanpa menanyakan lebih dulu apakah Morgan ada di ruangan atau tidak.


Sesampainya di ruangan Morgan, Arkan membuka pintu ruangan Morgan dan terkejut melihat Andrew yang berlutut di depan Morgan.


"Kak Andrew." panggil Vivi. Andrew berbalik dan langsung berlari memeluk adiknya itu.


"Vivi gak apa-apa? Ada yang luka?" tanya Andrew sambil memegang pipi adik kesayangannya itu.


"Gak kak, untung ada Kak Arkan, Kak Eric dan Kak Raylo. Kalau gak ada mereka, Vivi gak tau apa yang akan terjadi pada Vivi." ucap Vivi


"Makasih tuan, kalian telah menyelamatkan adik saya." ucap Andrew.


"Gak masalah, lagian kebetulan juga dia nabrak kita tadi. Yaudah kita tolongin aja sekalian." ucap Arkan.


"Tapi kamu harus hati-hati. Reval pasti sedang mencari adik kamu, jangan kembali sama dia, delapan keluarga besar akan melindungi kamu. Dan tenang aja, kekuatan kita jauh lebih besar dari pada dia." jelas Raylo. Andrew mengangguk.


"Saya sangat minta maaf sudah mencoba membantu tuan muda Reval." ucap Andrew.


"Santai, karna lu juga kita dapat bukti yang pasti akan membuat Ken langsung lepas dari penjara." ucap Eric.


"Sebaiknya cepat, Kenline ngamuk di kantor polisi." ucap Arkan.


"Fans dia satu negara kok, abis dah tu kantor polisi." ucap Morgan.


"Makanya cepat." ucap Arkan.


"Sepertinya tidak bisa tuan, pihak dari nona Sayla meminta untuk melakukan persidangan dan persidangannya seminggu lagi. Jadi kita harus bersabar seminggu lagi. Saya akan menyiapkan semua berkas-berkasnya." ucap Andrew.


"Makasih." ucap Arkan memegang bahu Andrew.


"Dari pada ngenes, kalau sama Morgan di marahin mulu, mending masuk geng kita, geng Tatacak." ucap Arkan.


"Paan tuh?" tanya Raylo


"Tampan-Tampan Kocak! Asikk!" ucap Arkan.


"Ada aja lu." ucap Raylo


"Bay The Way umur lu berapa?" tanya Raylo.


"Dua puluh delapan." jawab Andrew.


"Eh, maaf bang." ucap Raylo. "Gua dua puluh enam." ucap Raylo.


"Udah dua puluh enam belum nikah, gua dong umur dua puluh udah punya anak ganteng." ucap Morgan.


"Lu dua puluh enam?" tanya Arkan.


"Lah, iya kenapa?" tanya Raylo.


"Gua dua puluh satu. Beda lima tahun ya." ucap Arkan.


"Lu harus panggil gua abang." ucap Raylo.


"Ogah!" ucap Arkan.


"Adek durhaka!" ucap Raylo.


"Kapan sejarahnya gua jadi adek lu ferguso? Anda siapa? Apa kita punya hubungan darah? Kalau punya, berarti bakalan jadi pangeran dong. Wih beruntung banget gua." ucap Arkan.


"Siapa bilang gua mau jadi pangeran? Ogah masuk kerajaan, ribet kerjaannya. Makanya gua sama Daddy lari kesini biar gak di kasih kerjaan." ucap Raylo


"Wih cerdik juga." ucap Arkan.


"Raylo Tristan Prince!" ucap Raylo bangga.


"Halo Everyone!" ucap Ken.


"Lah kok keluar?" tanya Morgan.


"Polisi takut ama Kenline, jadi gua di bebasin bersyarat." ucap Ken.


"Wih gua harus punya Fans kayak gitu juga!" ucap Arkan.


"Mana ada yang mau ngefans sama lu dasar perjaka tua!" ucap Eric.


"Umur gua masih dua puluh satu, belum tua. Raylo noh dua puluh enam belum dapat cewe, malahan belum pernah pacaran." ucap Arkan.


"Kak Arkan, Vivi boleh ikut gak waktu penyelamatan kakak yang kasih Vivi makan?" tanya Vivi.


"Jangan, nanti membahayakan." ucap Arkan.


"Siapa?" tanya Andrew.


"Waktu Vivi di sekap kemarin ada kakak-kakak yang badannya penuh luka kak. Dia yang kasih tau makannya jangan di makan. Umurnya mungkin sekitaran kak Arkan." ucap Vivi.


"Umur Vivi berapa?" tanya Arkan.


"Delapan belas, bulan depan Vivi ada acara kelulusan." ucap Vivi.


"Seumuran sama Aira dan Kinan." ucap Ken.


"Ken, lu pulang dah. Gak kasian sama Kinan yang lagi hamil." ucap Raylo


"Kapan kita mau nyelamatin dia? Dia bisa jadi saksi buat lu Ken." ucap Raylo.


"Vivi bisa bantu juga jadi saksi kalau boleh." ucap Vivi.


"Apa yang kamu tau?" tanya Arkan.


"Waktu itu Vivi dengar dari dalam kamar, pembicaraan Kakak yang cowo dan yang cewe. Mereka membicarakan siasat kematian dan kakak yang cowo suruh kakak yang cewe pergi dari negara ini yang pulang ke London." ucap Vivi.


"Reval nyuruh Sayla pulang ke London? London itu daerah kekuasaan keluarga Zaynco dan keluarga Prince. Dia bodoh apa emang sengaja mancing kita?" tanya Ken.


"Dia pasti mancing kita." ucap Morgan


"Kak Ken!" teriak Kinan langsung memeluk Ken.


"Kok tau kakak di sini?" tanya Ken.


"Kinan kan masuk situs Kenline, jadi tau kakak kemana." ucap Kinan


"Judul yang bagus ni. Istriku adalah Fans ku." ucap Arkan.


"Harus segera syuting nih!" ucap Eric.


"Istriku Adalah Fans ku, akan segera tayang di saluran Bagaskara TV pada jam 19.00 lima tahun lagi." ucap Arkan.


"Kelamaan!" ucap mereka semha secara serentak.


"Hai ganteng!" ucap Arkan saat melihat Ryan yang diambil alih oleh Morgan. "Besok kalau gua dapat jodoh, anak gua pasti ganteng kayak Ryan. Di tambah bibit keluarga Diano itu paling the best." ucap Arkan.


"Mohon maaf, anak gua belum lahir ni. Tunggu 3 bulan lagi." ucap Ken.


"Kita tunggu!" ucap Arkan


"Vivi?" tanya Kinan.


"Ihh, aku baru sadar kamu Kinan, ada Aira juga. Kalian kemana aja? Aku tanyain sama Maura katanya kalian home schooling." ucap Vivi. "Sekarang aku ngerti kenapa kalian home schooling." ucap Vivi. Kinan dan Aira tersenyum.


"Namanya siapa?" tanya Vivi sambil melihat kearah Morgan yang sedang menggendong Ryan.


"Ryan Bagaskara." jawab Aira.


"Ganteng banget." ucap Vivi.


"Foto copy kak Morgan semua." ucap Aira kesal.


"Tenang sayang. Adik Ryan pasti fotocopy kamu kok." ucap Morgan.


"Lah, kamu aja liat aku lahiran sampai nangis." ucap Aira. Mereka semua tertawa.


Morgan mengambil bantal sofa dan melemparkannya kearah Ken yang tertawa paling kencang.


"Lu bakalan ngerasain juga nanti ferguso. Malah lebih parah, secara lu kan bucin sama Kinan." ucap Morgan.


"Apa perduli saya?" tanya Ken. Morgan hanya bersabar menghadapi kulkas yang telah mencair ini.


•••


"Gini ya rasanya pacaran sama kulkas." gumam Raisa.


"Apa?" tanya Levin.


"Gak ada Kak, makanannya enak banget." ucap Raisa. Levin mengangguk tanpa tersenyum sedikit pun. Hanya saat resepsi Maudy dan Verrel itulah Raisa melihat senyum dari Levin. Senyum yang membuat ginsul dan lesung pipinya terlihat dan membuat dirinya sangat manis jika tersenyum.


"Habis ini mau pulang?" tanya Levin.


"Terserah, kalau kak Levin sibuk, kita pulang aja." ucap Raisa. Levin mengangguk.


"Pulang." ucap Levin.


Astagfirullah langsung pulang dong. Bukannya diajak kerja sama. Kayaknya dia kembaran kak Ken deh, eh enggak deh kayaknya lebih parah kak Levin. batin Raisa.


"Aku pulang ya kak." ucap Raisa.


"Aku antar." ucap Levin.


Oke parahan kak Ken. batin Raisa. Raisa pun mengangguk. Levin pun mengantar pulang Raisa dengan selamat dan sampai tepat di depan rumahnya.


"Bilang sama Mama dan Papa aku gak mampir, sejam lagi ada meeting." ucap Levin.


Meetingnya sejam lagi loh, pulangnya sekarang kenapa gak ajak aku jalan-jalan dulu sih? batin Raisa. Raisa pun mengangguk.


Mobil Levin pergi menjauh dari perkarangan rumah keluarga Diano.


"Ishhhhh!" ucap Raisa sambil menghentakkan kakinya kesal.


"Kalau aku gak suka sama dia, udah aku cuekin loh. Hati aku juga, kenapa suka sama kulkas? Sama yang humoris kek!" ucap Raisa kesal.


•••Bersambung...


Raisa terima resiko dong pacaran sama kulkas 7 pintu yang sama sekali belum pernah pacaran 😂


Jangan lupa like, Comment, Vote, Hadiah dan Rate 5 yaa 😆😆