
Ken terpaksa mengajak Kina berjalan-jalan karna rumah yang di sediakan Bulan belum di bersihkan. Ken dan Kinan berjalan di sekitar danau yang indah, cocok untuk tempat saat ingin sendiri.
"Bagus banget tempatnya. Makasih tuan muda." ucap Kinan.
"Terserah!" ucap Ken. Kinan tetap tersenyum dan terus mengikuti langkah Ken.
"Kenapa mengikuti saya?" tanya Ken.
"Kinan gak tau daerah di sekitar sini tuan muda. Jadi Kinan mau ngikutin tuan muda aja." ucap Kinan.
"Ck, meresahkan." ucap Ken. Kinan tetap tersenyum dan berusaha mensejajarkan langkahnya dengan Ken. Saat hampir sejajar langkahnya dengan Ken, Kinan terpeleset membuat Ken reflek menangkapnya.
Mata mereka kembali bertemu. Mata coklat, hidung mancung, dan alis tebal Ken membuat Kinan lupa dengan dunianya.
Berbeda dengan Ken, sengatan aneh keluar dari tubuhnya. Ia terus memikir kan dari mana datangnya sengatan aneh itu. Ia hanya penasaran, kenapa saat berdekatan dengan Kinan sengatan itu selalu saja menganggunya.
Ken pun membantu Kinan untuk kembali ke posisinya semula.
"M-makasih tuan muda." ucap Kinan canggung.
"Hm." jawab Ken masih dengan gaya coolnya. "Berjalan saja di belakang ku." ucap Ken. Kinan mengangguk mengerti. Mereka pun berjalan-jalan di sekitar daerah danau itu sampai mereka puas kemudian pulang.
•••
"Kasian Kinannya Bun, masih SMA kok jangan di paksain. Lagian kak Ken masih muda bukan mau umur tiga puluh kan?" ucap Aira.
"Iya sih, tapi menurut bunda mereka berdua cocok." ucap Bulan.
"Cocok apa? Tiap hari kerjaannya berantem mulu." sahut Rey.
"Diem, kamu gak tau apa-apa." ucap Bulan. Rey langsung mengangkat kedua bahunya seolah berlagak tidak peduli.
"Iya Bun. Gini deh jadinya kalau Aira nikah saat ini, apa perasaan bunda?" tanya Aira.
"Ya bunda senang lah, anak bunda udah besar." ucap Bulan.
"Terserah bunda deh. Aira gak ikutan!" ucap Aira.
"Lagian Kinan masih mau cari keluarganya, masih muda pula. Gak kasian kamu?" tanya Rey.
"Kak Rey diam dulu. Bulan belum selesai bicara." ucap Bulan. Aira tersenyum bahagia kedua orang tuanya sangat harmonis dan saling mencintai.
"Lanjutin sayang, sok atuh." ucap Rey.
"Nanti aja waktu Kinan udah besar dan udah nemuin orang tuanya baru kita jodohkan mereka berdua!" ucap Bulan.
"Kamu gak bosan main jodoh-jodohan? Ini udah taun berapa Bulan? Udah gak jaman jodoh-jodohan. Kamu mau kisah Ayah, bunda dan kita berdua terulang lagi?" tanya Rey. Bulan menggeleng polos.
"Yaudah biarin aja mereka jatuh cinta secara alami, jangan jodoh-jodohkan mereka. Lagian Kinan masih muda banget, kita juga gak tau asal usulnya." ucap Rey. Bulan mengangguk paham. Suara mobil Ken pun terdengar, mereka langsung menghampiri Ken dan Kinan.
"Gimana perjalannya?" tanya Bulan.
"Makasihnya sama Ken dong, dia yang ngajak kamu jalan-jalan." ucap Bulan.
"M-makasih tuan muda." ucap Bulan. Ken hanya mengangkat alisnya sebelah dan langsung pergi.
"Nah sekarang kamu udah bisa tinggal di sini. Bisa kerja sepulang sekolah besok ya." ucap Bulan.
"Makasih banyak tante. Tante udah baik banget sama Kinan. Kinan merasa ngerepotin tante." ucap Kinan.
"Emang lu ngerepotin!" ucap Ken.
"Kenzard!" ucap Bulan menaikkan nada suaranya.
"Emang bener kan bun?" tanya Ken. "Cepat-cepat mandiri biar gak nyusahin orang!" ucap Ken.
"Maaf tante Kinan ngerepotin." ucap Kinan.
"Iya gak apa-apa kok. Kamu istirahat sekarangn ya. Semua baju kamu udah ada di lemari. Jadi kamu tinggal istirahat. Ken bakalan nemenin kamu." ucap Bulan.
"Gak apa-apa Tan, Kinan sendiri aja." ucap Kinan.
"Gak boleh." ucap Bulan.
"Sama Aira aja tante." ucap Kinan.
"Aira ada les. Jadi kamu sama Ken oke." ucap Bulan.
"Ken ada kerjaan bun." ucap Ken
"Gak, kamu lagi libur." ucap Bulan. Sebelum Ken menjawab Bulan, Bulan langsung menyelanya. "Kita pulang assalamualaikum." ucap Bulan. Bulan, Rey dan Aira pun langsung keluar dan pulang.
"Menyusahkan!" ucap Ken.
"Tuan muda, jika tuan muda tidak ikhlas sebaiknya tuan muda pulang saja. Lagian Kinan bisa sendiri!" ucap Kinan. Ken memutar matanya malas.
Saat Kinan tengah berjalan menuju kamarnya, Kinan terpeleset dan Ken reflek menangkapnya. Mata mereka kembali bertemu. Ini yang kedua kalinya untuk hari ini mata mereka bertemu.
Mata coklat dari Ken selalu lengket di pikiran Kinan. Mata coklat yang membuatnya berdebar seperti kena serangan jantung. Hidung mancung Ken, semua itu sempurna menurut Kinan.
Ya allah adakah manusia yang engkau ciptakan sempurna seperti ini? batin Kinan. Ken pun sadar dengan dunianya dan membantu Kinan berdiri.
"Hati-hati." ucap Ken langsung pergi ke dapur dan memasak makanan karna tiba-tiba perutnya merasa lapar.
Bukannya masuk ke kamarnya, Kinan malah fokus kepada Ken yang sedang memasak. Menurut Kinan, seorang laki-laki memasak itu sangat Cool terlebih lagi itu Ken.
Sadar Kinan, apa yang kamu pikir kan! batin Kinan. Kinan pun pergi ke kamarnya dan mencoba mengistirahatkan tubuhnya.
•••Bersambung...
Maaf author gak nepatim janji buat Up. Badan author down tiba-tiba. Kemarin bahkan hampir masuk rumah sakit. Maaf banget yaa 🙏😢