Ken & Kinan

Ken & Kinan
Pernikahan Ken & Kinan



Sebulan kemudian...


Hari yang di nanti-nanti Ken dan Kinan pun telah tiba. Hari ini hari pernikahan mereka. Ken sudah siap dengan tuxedonya. Ia terlihat sangat tampan.


"Wih abang ipar ganteng banget." ucap Morgan memegang bahu Ken.


"Thanks adik ipar." ucap Ken.


"Hari ini hari patah hati sedunia. Kenzard Anggara akan menikah. Seluruh Kenline sangat sedih dan berkumpul di depan rumah kediaman keluarga Prince untuk menyaksikan pernikahan Kenzard Anggara dan Kinan Prince." baca Arkan di televisi.


"Bahaya ni. Kita pasti bakalan susah masuk." ucap Verrel.


"Lagian Kenline kenapa sebanyak itu sih. Hampir satu negara jadi Kenline." ucap Eric.


"Biasalah orang ganteng. Fansnya banyak." ucap Ken.


"Terserah lu." ucap Eric. Morgan menutup mulutnya dan berlari ke kamar mandi.


"Napa tu bocah?" tanya Arkan.


"Gak tau." ucap Verrel mengangkat kedua bahunya.


"Huekk! Huekk!" muntah Morgan. Mereka berlima pun menghampiri Morgan kedalam kamar mandi.


"Lu gak apa?" tanya Levin.


"Perut gua tiba-tiba mual. Masuk angin kali." ucap Morgan.


"Lu emang ada keluar tadi malam?" tanya Eric. Morgan mengeleng.


"Lah gimana caranya bisa masuk angin?" tanya Arkan. Morgan menggeleng lagi.


"Yaudah, lu masih bisa temenin gua kan?" tanya Ken.


"Bisa." jawab Morgan. Ken mengangguk.


Mereka pun pergi ke kediaman keluarga Prince. Mereka masuk dan duduk di tempat masing-masing. Ken masih gugup soal pernikahannya.


Ia takut jika ia salah mengucapkan ijab kabul. Berbeda dengan Morgan yang kembali merasakan mual di perutnya.


"Woi lu kenapa?" tanya Arkan. Morgan pun berlari ke toilet dan kembali muntah.


"Huwekk, huwekk." Morgan muntah. Ia pun mencuci mukanya serta mengeringkannya dengan tisu dan kembali ke pernikahan Ken.


"Are you oke?" tanya Eric. Morgan mengangguk. Ijab kabul pun di mulai. Ken menjabat tangan Ezra dan Ezra menarik napas agar tidak salah membaca ijab kabulnya.


"Kalian berdua siap?" tanya penghulu. Ken dan Ezra mengangguk yakin.


"Baiklah, silahkan di mulai." ucap Penghulu. Ezra menganggu dan menatap kearah mata Ken dan mengangguk kecil.


"Saya Nikahkan dan kawinkan engkau Kenzard Adnanlio Anggara dengan putri saya yang bernama Kinan Anastasia Prince dengan uang tunai senilai 500 juta dan seperangkat alat solat di bayar tunai!" ucap Ezra.


"Saya terima nikah dan kawinnya Kinan Anastasia Prince dengan mas kawin tersebut di bayar tunai!" ucap Ken lantang dengan satu nafas.


"Para saksi sah?" tanya penghulu.


"Sah!" jawab para tamu undangan. Mereka pun memanjatkan doa dan menyuruh Kinan untuk turun.


Tak lama, Kinan turun bersama Aira, Maudy dan Raisa. Kinan turun dengan anggunnya sampai-sampai Ken terlena dengan Kinan.


Aira pun duduk di samping Morgan, ia terkejut melihat wajah Morgan yang pucat.


"Kak Morgan kenapa?" tanya Aira sambil memegang pipi Morgan.


"Tau tu anak, dari rumah Ken tadi muntah-muntah mulu. Dia bilang masuk angin." jawab Verrel.


"Tapi badannya gak panas. Atau mau aku panggilin bunda? biar kamunya istirahat dan bisa langsung di periksa bunda." ucap Aira.


"I'm ok my dear. Jangan ganggu bunda, dia lagi senang Ken nikah. Aku istirahat sama kamu aja diatas." ucap Morgan sambil menyenderkan kepalanya di bahu mungil milik Aira.


•••


"You so beautiful." ucap Ken kepada Kinan. Kinan tersipu malu. Ken tersenyum dan mengambil cincin pernikahannya dan memasangkannya kepada Kinan. Kinan pun mencium tangan Ken.


Kinan juga mengambil cicin pernikahannya dan Ken mencium kening Kinan.


Dor!


Satu tembakan langsung membuat darah Ken terbuang sia-sia.


Sial, dia punya rencana baru! batin Ken langsung pingsan.


Semua tamu undangan berlarian karna takut. Pesta pernikahan Ken dan Kinan menjadi kacau balau. Untung di pesta ini tidak ada awak media dan semua handpone para tamu undangan di pegang petugas. Jadi tidak akan ada yg berani merekam kejadian ini.


Morgan langsung berlari ke kamar atas dan mengambil beberapa senjata dan membagikannya kepada semuanya.


"Berani sekali kau menembak Anakku!" ucap Rey maju paling depan.


"Kami hanya di perintahkan oleh tuan muda kami." ucap Salah satu dari mereka.


"Siapa?!" tanya Reano ikut berdiri di samping Rey.


"Kalian tidak perlu tau!" ucap Mereka langsung menyerang Rey dan yang lainnya.


Dor!


Dor!


Dor!


Suara tembakan bergema di seluruh ruangan rumah Keluarga Prince. Sedangkan Ken sedang berusaha untuk di selamatkan.


"Ken harus bawa kerumah sakit." ucap Bulan.


"Bun tolong selamatkan kak Ken!" ucap Kinan menangis.


"Kamu tenang sayang, kita akan cari jalan keluarnya." ucap Bulan. Kinan pun mengangguk paham.


"Nan yang sabar yaa." ucap Aira sambil memeluk Kinan.


•••


"Kalian kalah! Katakan siapa bos kalian!" tekan Raylo. "Katakan!" ucap Raylo sambil mengarahkan pistol ke kepala anak buah itu.


"Arkan, Arkanza Diano!" jawabnya. Mereka pun terkejut dan langsung melihat Arkan.


Arkan sendiri tampak terkejut. Padahal ia tidak tau apa-apa.


"Arkan, kamu?" tanya Gilang.


"Arkan gak tau apa-apa Pa. Arkan berani sumpah!" ucap Arkan. Arkan pun mendekat kepada anak Buah itu.


"Jujur sama gua, siapa yang nyuruh lu fitnah gua!" ucap Arkan.


"Yang nyuruh saya memang tuan muda." ucap anak buah itu. Arkan membalikkan badan anak buah itu kasar dan mengarahkan pistol kedalam mulutnya.


"Siapa yang menyuruh mu memfitnahku!" teriak Arkan.


"Memang anda tuan muda!" jawab anak buah itu.


Dor!


Satu peluru lepas dari pistol Arkan dan langsung menghabisi nyawa anak buah itu.


"Tak tau malu!" ucap Arkan. Mereka semua masih melihat kearah Arkan.


"Sumpah, Arkan gak tau apa-apa. Arkan di fitnah." ucap Arkan. "Sekarang gini aja. Kalau Arkan terlibat kenapa Arkan mau bantu nyelamatin Kinan dan ikut kalian berperang di sini?" tanya Arkan.


"Ini termasuk Alibi mu." jawab Rey.


"Arkan bersumpah Om, Arkan gak tau apa-apa!" ucap Arkan. "Kenapa kalian gak curiga sama Logan? Dia gak ada di sini!" ucap Arkan.


"Dia gak ada hubungannya sama keluarga Arlata. Kamu, Eric dan Verrel yang ada hubungannya dengan keluarga Arlata." jawab Rey.


"Kenapa gak Eric?" tanya Arkan.


"Dia di jaga ketat oleh ku agar tidak bertemu Kevin Arlata." jawab Revan.


"Verrel?" tanya Arkan.


"Dia bahkan tidak tau kalau dia punya hubungan dengan keluarga Arlata." jawab Vano. "Kalau pun dia tau, aku selalu melacak dan menjaganya." jawab Vano.


"Arkan juga sama. Papa selalu ngelacak Arkan kemana pun Arkan pergi. Kalian bisa tanya lokasi Arkan akhir-akhir ini kepada Papa!" ucap Arkan. Mereka semua pun melihat Gilang.


"Gak ada yang mencurigakan dan gua jujur." ucap Gilang. Mereka semua percaya kalau Gilang berbicara. Karna Gilang memang mempunyai prioritas bahwa jujur itu baik.


Dor!


Satu tembakan membuat Arkan jatuh dan mengalir banyak darah.


Mereka semua terkejut melihat dalang utama dari semua kecelakaan ini.


•••Bersambung...


Wah dramatis ni pernikahan Ken. Dan kira-kira siapa dalang utamanya kalau bukan Arkan ya.


Maaf ni author gak up beberapa hari ini author kurang sehat, maaf banget ya. Author ganti deh episodenya. Kalau gak sempat sekarang, besok author up doubel 😅🙏🙏