Ken & Kinan

Ken & Kinan
Kejadian di Rumah Anggara



"Ada apa?" tanya Rey kepada Ken.


"Gini Yah, Ken mau..."


"Mau apa?" potong Rey


"Mau nikah sama Kinan." jawab Ken.


"Gak, Ayah gak restuin sampai kapan pun!" ucap Rey.


"Rey, Ken udah besar. Kasih dia kesempatan untuk memilih jalan hidupnya." ucap Reano.


"Tapi Yah, Kinan itu anak Ezra. Dan siapapun yang bermarga Prince tidak akan pernah bergabung dengan keluarga Anggara!" ucap Ken.


"Siapa bilang? Dari jaman Ayah dulu, sampai kalian berdua bertengkar, hubungan keluarga Prince dan keluarga Anggara sangat baik. Karna kamu yang Egois itu membuat kerjasama yang sudah terjalin lama itu terputus begitu saja. Salahnya bukan ada di Ezra, tapi kamu Rey. Cobalan untuk tidak egois dan pentingkan keinginan keluarga kamu." ucap Reano.


"Tapi Yah.."


"Rey kamu udah besar, kamu harus tau keputusan apa yang kamu buat!" ucap Reano.


Tok!


Tok!


Pintu terketuk dan terlihatlah Morgan sedang berada di depan pintu.


"Morgan, masuklah." ucap Rey. Morgan mengangguk. Ia ikut berlutut di bawah kaki Rey seperti apa yang di lakukan Ken.


"Apa yang lu lakuin?" tanya Ken berbisik.


"Mau minta izin buat jadi adik ipar lu." jawab Morgan dengan berbisik.


"Ada apa?" tanya Rey.


"Om, Morgan gak pernah minta apa-apa sama Om. Untuk kali ini aja Morgan mohon kabulkan permintaan Morgan." ucap Morgan.


"Apa itu?" tanya Rey.


"Izinkan Morgan menikah dengan Aira. Om gak perlu khawatir. Morgan kerja dan gaji Morgan cukup besar, Aira gak bakalan hidup kekurangan. Jika masih kurang, Om tau isi Atm Morgan." ucap Morgan.


"Tapi Aira masih sekolah, gimana kamu menanggapi itu?" tanya Reano.


"Kakek juga nikah waktu sekolah kan? Jawaban Morgan adalah membiarkan Aira untuk tetap sekolah dan setelah lulus, Morgan akan menguliahkan Aira jika Aira mau." jawab Morgan.


"Setuju!" jawab Reano dan Rey bersamaan.


"Yess!" teriak Morgan kegirangan.


Lah dia di bolehin nikah muda. Gua yang lebih tua dari pada Aira dan Morgan susah banget ngebujuknya. batin Ken.


"Yah, Ken gimana?" tanya Ken.


"Kamu jawabannya di undur dulu. Ayah mau pikirin dulu." ucap Rey. "Dan kamu Morgan, jaga Aira dengan baik. Jika tidak bisa, ceraikan dia!" ucap Rey lalu pergi.


"Siap Om!" ucap Morgan.


"Jaga cucu saya." ucap Reano menyusul Rey yang pergi.


"Morgan akan jaga dengan sepenuh hati!" ucap Morgan.


"Lu belum dapat restu dari gua!" ucap Ken.


"Lah bodo amat. Yang penting dapat restu dari calon papa mertua." ucap Morgan.


"Emang lu udah izin sama keluarga lu?" tanya Ken.


"Gua kan gak Anggota keluarga Bagaskara lagi. Jadi mereka gak perlu tau." ucap Morgan.


"Mereka harus tau juga lah. Lu gak tau seberapa sayangnya Om Elang dan Tante Stella sama lu." ucap Ken.


"Itu bukan sayang, tapi kasihan." ucap Morgan.


"Gan, jujur sama gua. Lu kan Presdir dan pemilik saham terbesar di MZB Grup, perusahaan yang sedang booming sekarang?" tanya Ken.


"Atas bukti apa lu nuduh gua? Udah jelas-jelas gua HRD di MZB Grup. Kenapa lu nuduh gua?" tanya Morgan.


"Soalnya Presdir mereka di namakan Mr. M, dan gua yakin itu lu." ucap Ken


"Emang yang pangkal nama depannya M cuman gua? Engga kali, ada seribu manusia yang pangkal namanya M. Kenapa gua yang lu tuduh? Lagian punya nyali berapa gua buat mendirikan perusahaan sebesar itu?" tanya Morgan


"Ya, kalau bukan lu, kenapa lu kayak makin memperjelas kalau lu Presdirnya. Ingat Morgan, gua Kenzard Anggara. Si pintar." ucap Ken.


Melihat tatapan Morgan yang seperti kesepian, membuat kepercayaan gua kalau dia Presdir dari MZB Grup makin berkurang. Sepertinya bukan dia. batin Morgan.


Sorry Ken, ada saatnya gua membongkar identitas gua. batin Morgan.


•••


"Ayah!" panggil Aira. Aira berlari dan memegang lengan Rey.


"Ayah gak apa-apain kak Morgan kan?" tanya Aira.


"Kapan rencananya?" tanya Rey.


"Rencana apa?" tanya Aira.


"Tadi Morgan minta izin sama Ayah kamu dan Kakek untuk menikah dengan kamu. Jadi kapan rencanya kalian nikah?" tanya Reano.


Kak Morgan nekat banget. Untung di setujui sama Ayah. Kalau gak di setujuin kan ribet. batin Aira.


"Tanya kak Morgan aja Yah. Atau kita bisa adain pertemuan keluarga." ucap Aira.


"Morgan gak punya keluarga." sahut Morgan.


"Elang? Stella?" tanya Rey.


"Om, Morgan kan di usir dari kediaman keluarga otomatis nama belakang Morgan bukan Bagaskara, tapi Ziondi. Nama Morgan adalah Morgan Ziondi, tidak ada nama Bagaskara." ucap Morgan.


"Morgan Ziondi Bagaskara!" panggil Elang. Seketika tatapan Morgan berubah menjadi dingin.


"Nama belakang kamu tetap Bagaskara. Dan kami tidak mengusir kamu. Kami berhak tau jika kamu ingin menikah apa lagi dengan anak gadis keluarga Anggara." ucap Elang.


"Kalau Morgan gak mau ngundang kalian gimana?" tanya Morgan. "Memang bukan Papa yang ngusir Morgan, tapi Mama. Tapi sama aja kan?" tanya Morgan. Elang mau membuat Morgan bungkam, tapi di tahan oleh Stella.


"Drama tross." ucap Bulan kepada Mita.


"Emang keluarga Bagaskara itu keluarga Aktor. Tiap hari drama mulu." ucap Mita. Bulan mengangguk membenarkan.


"Mama pikir setelah di ruang operasi waktu itu, kita udah baikan. Ternyata belum ya." ucap Stella. Morgan mendengar Stella berbicara lembut dengannya. Hatinya tiba-tiba merasa bahagia. Bahagia yang tidak pernah ia rasakan lagi setelah Aletha meninggal.


Morgan menahan tangisnya. Orang-orang tidak boleh tau kalau kelemahannya adalah Stella. Dan sekarang bertambah menjadi Aira. Musuh-musuhnya banyak yang mudur karna sudah mencari sampai ke informasi terperinci pun tidak menemukan kelemahan seorang Morgan.


"Banyak banget dosa Mama ya? Perlu Mama berlutut di hadapan kamu dan minta maaf?" tanya Stella mendekat kearah Morgan dan berlutut di depannya.


Morgan langsung berjalan cepat agar bisa keluar dari rumah Aira dan tidak bertemu lagi dengan ibunya.


"Kamu gak mau kembali kerumah? Mama kangen kamu." ucap Stella masih dengan posisi berlutut. Morgan menghentikan langkahnya.


"Aku tau aku di lahirkan oleh Mama dari rahim Mama. Tapi apa gunanya aku lahir jika aku di jadikan babu gratis." ucap Morgan dingin lalu berjalan pelan.


"Brengsek!" teriak Logan langsung memukul Morgan sampai tersungkur.


"Kak Morgan!" teriak Aira langsung menghampiri Morgan dan membantunya berdiri.


Morgan menaikkan satu alisnya kepada Logan seakan bertanya 'Kenapa?'


"Lu gak ada hati! Mama udah berlutut di depan lu. Tapi tanpa tak tahu malunya lu malah pergi dan berucap seperti itu sama Mama?!" ucap Logan Marah. "Lu anak durhaka." ucap Logan.


"Lu gak ngaca dulu siapa yang anak durhaka dan siapa anak yang terbuang. Ada kaca kan di rumah lu? Gak mungkin gak ada. Kalau pun gak ada, datang aja kerumah teman lu dan pinjam kaca mereka. Jangan ngatain orang lain brengsek kalau belum ngaca!" ucap Morgan.


Kata-kata Savage Morgan membuat Logan diam. Morgan melepaskan tangan Aira lembut.


"Nanti kita bicarakan ya. Nanti ada waktunta kita makan malam." ucap Morgan lembut kepada Aira. Aira mengangguk.


Sedangkan Stella sedih karna Morgan tidak pernah selembut itu dengannya. Jika berhadapan dengan Stella, Morgan cenderung diam dan membiarkan apapun yang dilakukan Mamanya kepadanya tanpa protes. Saat di usir itulah Morgan baru mau melawan.


Morgan pun pergi dari rumah itu. Stella menghela napasnya pasrah. Ia tak tau cara membujuk Morgan. Karna ia tak terlalu dengan, Morgan sampai ia tak tau sifat asli Morgan.


Sepertinya sifatnya yang asli sudah keluar saat berhadapan dengan Logan. batin Stella.


"Seru juga dramanya." ucap Mita.


"Iya bun. Popcorn Bulan aja sampai habis setengah." ucap Bulan.


•••Bersambung...


Gimana ya cara Ken supaya Rey bisa cepat-cepat setuju? Biar Ken gak keduluan sama Morgan.


Hi-hi author udah up nihh. Jangan lupa di like, comment dan dukung autho dengan hadiah 😁