
Bel pulang sekolah berbunyi. Kinan, Aira, dan Maudy sudah keluar dari kelasnya.
"Wow tampan sekali." ucap siswi-siswi yang berkerubung.
"Siapa tu?" tanya Maudy.
"Kepo, liat yuk." ucap Aira. Maudy, Kinan dan Aira pun melihat siapa yang sedang di bicarakan segerombolan siswa itu. Mereka pun menerobos segerombolan siswo itu.
Saat mereka sampai di barisan terdepan, Kinan, Maudy, dan Aira tekejut. Ken berdiri dengan Cool di depan mobil sportnya sambil melihat jam. Pakaiannya yang rapi dan memakai jas membuatnya sempurna.
"Big Baby jemput tuh." ucap Aira.
"Gak nyangka kak Ken penggemarnya banyak banget." ucap Maudy.
"Nan Maju aja." ucap Aira. Saat Kinan ingin maju, ia malah terkejut Raylo datang menariknya.
"Kak Ray?" tanya Kinan. Raylo yang tampan dan bergaya Cool juga menjadi perhatian siswi di sini.
"Gila banyak banget cogan di sini." ucap siswi-siswi itu.
"Ayo pulang." ucap Raylo. Ken yang melihat tangan Kinan di tarik Raylo, langsung memegang tangan kiri Kinan. Kinan yang tingginya hanya 165 cm menjadi kurcaci diantara Raylo dan Ken yang tingginya 185 cm keatas.
"Lepasin adik saya." ucap Raylo.
"Anda yang lepaskan pacar saya." ucap Ken.
"Kenzard Adnanlio Anggara." ucap Raylo dengan mata Elangnya.
"Raylo Tristan Prince." ucap Ken dengan mata tajamnya.
"Lepaskan." ucap Raylo dingin.
"Anda yang lepaskan." ucap Ken tak kalah dingin.
•••
"Gawat ni, kalau sampai ada perang dingin di sini, mereka bertiga akan viral besok." ucap Maudy.
"Kita harus hentikan mereka." ucap Aira. Tapi sebelum mereka maju, Morgan memegang bahu Aira. Aira pun menoleh.
"Biarin aja, semua siswa udah diamankan biar beritanya gak viral." ucap Morgan. Aira diam menatap wajah Morgan. Ia sangat kangen sekali dengan Morgan yang menghilang selama seminggu.
•••
"Stop!" teriak Kinan. "Kinan pulang sendiri aja, kalian gak perlu antarin Kinan!" ucap Kinan.
"Tapi honey..."
"Gak! aku mau pulang sendiri." ucap Kinan.
"Pulang sama kakak aja ya Nan." ucap Raylo.
"Apaan lu! Katanya dia mau pulang sendiri!" ucap Ken.
"Dia mau pulang sama gua!" ucap Raylo.
"Siapa juga lu ngatur-ngatur adik gua?" tanya Raylo.
"Calon suaminya!" jawab Ken.
"Mimpi! Daddy gua, Gua, dan Ayah lu gak ngerestuin kalian. Jadi mimpi aja mau nikah!" ucap Raylo
"STOPP!!" teriak Kinan.
"Bisa gak, gak usah berantem?" tanya Kinan.
"Gak!" jawab mereka berdua.
"Kalian egois banget, kalian gak kasian sama aku yang ada di tengah-tengah kalian. Kalian selalu mikirin diri sendiri!" ucap Kinan. Ken dan Raylo terdiam.
"Udah aku mau pulang sendiri naik angkot. Assalamualaikum!" ucap Kinan pergi. Menyadari Kinan pergi, Raylo dan Ken langsung menghampiri Kinan.
"Gua duluan yang masuk!" ucap Ken.
Akhirnya mereka berdua masuk dan membuat Kinan di tengah-tengah mereka.
Kenapa berantem mulu sih? kayak kucing sama tikus aja! batin Kinan.
"Pak jalan." ucap Kinan. Sopir angkot itu pun menjalankan angkotnya.
Rame banget disini. Malah pada ngeliatin gua lagi. Emang, ini pertama kalinya gua naik angkutan umum. Rasanya emang seperti yang gua bayangin. Sempit, ramai, panas dan bau. batin Ken.
Kali pertama nih gua naik angkutan umum dan rasanya sangat mengecewakan. batin Raylo
Angkot pun berhenti. Ken, Kinan dan Raylo turun. Kinan tertawa melihat Ken dan Raylo yang susah keluar dari Angkot. Karna tubuh mereka yang tinggi, jadi susah keliar dari Angkot.
Gak akan gua naik begituan lagi. Enakan mobil gua. Adem, harum dan gak rame. batin Ken.
"Terus?" tanya Raylo.
"Yaudah, jalan sampai rumah." jawab Kinan berjalan dulu.
•••
Aira dan Maudy pulang bersama Morgan. Aira sengaja duduk di depan, di samping Morgan.
Baru nyadar, kak Morgan kalau nyetir ganteng banget karna gayanya Cool. batin Aira.
"Apa liat-liat?" tanys Morgan.
"Gak ada, penasaran aja kakak itu hidungnya mancung apa enggak hehe." ucap Aira.
"Hah?" tanya Morgan.
Kesambet apa ni Bocah. Biasanya juga berantem sama gua. batin Morgan.
"Dy, gua anter kerumah keluarga Dirgantara ya. Gua mau kasih pelajaran bahasa inggris sama Verrel." ucap Morgan.
"Kak Verrel kan jago bahasa inggris. Kenapa di kasih belajar lagi?" tanya Maudy polos.
"Liat aja nanti." ucap Morgan.
Lima belas menit perjalanan akhirnya mereka sampai di kediaman keluarga Dirgantara. Morgan, Aira dan Maudy turun dari mobilnya.
Morgan langsung masuk kedalan kediaman keluarga Drigantara.
"Verrel!" panggil Morgan.
"Eh Morgan, duduk dulu." ucap Vano.
"Gak om, Morgan mau ketemu Verrel. Dia harus tanggung jawab." ucap Morgan.
"Tanggung jawab apa?" tanya Vano.
"Om gak tau? yaudah Morgan kasih tau deh." ucap Morgan. "Verrel bawa Maudy ke Indonesia tapi di telantarin gitu aja. Hampir di copet dan di tinggalin sendiri di apartemennya." jelas Morgan.
"Verrel gak bertanggung jawab. Kalau om Elioz tau bisa bahaya om. Bakalan ada pertengkaran antara keluarga Dirgantara dan keluarga Zaynco." ucap Morgan.
"Kamu benar." ucap Vano.
"VERREL DIRGANTARA!" teriak Vano. Verrel turun dari kamarnya.
"Ada apa Pa?" tanya Verrel
"Sini kamu!" ucap Vano. Verrel pun berjalan kearah Vano dan
Plak!
Tamparan Keras yang Verrel dapat di pipi mulusnya.
•••Bersambung...
Wah siapa yang nampar tuh? Tapi emang benar sih Morgan. Verrel udah bawa Maudy tapi gak bertanggung jawab. Malah di tinggalin gitu aja Seharusnya di jaga.
Jangan lupa Like, Comment, hadiah, rate 5 dan Vote yaa 😄