Ken & Kinan

Ken & Kinan
Roti Sobek



Setelah beberapa hari di rumah sakit, Aira pun akhirnya pulang kerumahnya. Sekarang rumahnya dan Morgan ramai dengan suara tangisan dan tawaan dari Baby Erland dan Baby Ryan.


"Logan pulang aja." ucap Stella.


"Gak apa Ma. Lagian di sini Erland ada temannya. Ryan juga ada temannya." ucap Logan.


"Kasian bini gua woi!" ucap Morgan. "Ngomong seenak jidat lu ya!" ucap Morgan.


"Ya lu urusin anak lu, gua urusin anak gua. Lagian gua udah pandai ngurus bayi." ucap Logan.


"Terserah lu. Tapi nanti kalau Erland rewael dan Ryan ikutan rewel, pasti ribet." ucap Morgan.


"Iya sih, tapi kan gua bisa urus Erland dan lu urus Ryan." ucap Logan.


"Tapi kasian Aira, dia bakalan Puyeng dengarin banyak bayi nangis. Dia perlu istirahat." ucap Morgan.


"Gua baru sadar, lu dari tadi ngusir gua secara halus kan?" tanya Logan.


"Nah akhirnya sadar Diri. Udah lu sana pulang kerumah utama atau ke apartermen lu, Pokoknya bukan di rumah gua! Gua juga perlu ketenangan buat kerja." ucap Morgan.


"Maaf menganggu tuan." ucap Andrew datang.


"Kerjaan datang tuh Gan." ucap Ken.


"Apa? Kan udah saya bilang, saya cuti seminggu!" ucap Morgan.


"Tapi berkas yang perlu di tanda tangan memenuhi meja kerja anda tuan." ucap Andrew.


"Hahaha, masih hobi aja lu numpuk kerjaan. Gua heran aja, gimana bisa MZB Grup sesukses itu jika lu Presiden Direkturnya." ucap Ken.


"Dih, remehin gua ya lu." ucap Morgan. "Bawa aja kesini, saya akan kerjakan di sini. Dan selama seminggu ini antar saja berkas yang perlu di tanda tangan. Rapat tetap kamu yang mewakilkan." ucap Morgan.


"Intinya lu Work From Home ya." ucap Ken.


"Pinter." ucap Morgan.


"Baik tuan, saya akan kerjakan seperti perintah." ucap Andrew. Andrew pun pamit kembali ke Kantor. Morgan menganggukkan kepalanya.


"Balik gak Lu!" ucap Morgan menendang punggung Logan pelan.


"Sans Men. Anak gua jatuh nanti!" ucap Logan.


"Makanya lu pergi dari rumah gua. Dasae beban keluarga!" ucap Morgan.


"Yang beban keluarga siapa, yang kena tuduh siapa." ucap Logan.


"Lu bukab beban keluarga, yang tepatnya itu beban saudar kembar!" ucap Morgan.


"Berantem terus sampai anak gua lahir!" ucap Ken.


"Dah lah gua pulang. Pusing kepala gua liat kalian berantem mulu." ucap Ken.


"Sayang! Yuk pulang!" teriak Ken memanggil Kinan.


"Nanti aja! Mau main sama Ryan!" teriak Kinan dari kamar Aira.


"Nah istri lu udah notice tu. Saatnya kita main PS!" ucap Morgan. Ken merangkul bahu Morgan.


"Lah gua?" tanya Logan.


"Ku jaga Erland aja, biar kita yang main. Byee!" ucap Morgan.


"Gak berakhlak!" ucap Logan. Karna kaget dengan suara Logan, Erland tiba-tiba menangis.


"Duh, Erland jangan nangis dong. Erland mau main PS juga? Kita main di kamar Papa ya. Biar aja Om Ken sama Om Morgan main sendiri. Kita main berdua aja." ucap Logan langsung naik ke lantai dua dan masuk ke kamarnya.


•••


"Ihh lucu bangett." ucap Kinan.


"Iya lucu. Yang gak lucunya itu, dia copy paste semuanya dari kak Morgan. Cuman bibir doang yang mirip sama aku." ucap Aira kesal.


"Yaudah buat lagi. Kalau dapat cewe kan mayan bisa mirip kamu." ucap Kinan.


"Iya kalau mirip aku lagi, kalau copy paste kak Morgan lagi, percuma aja." ucap Aira.


"Berarti dia membuktikan kalau memang kak Morgan Ayahnya." ucap Kinan.


"Ya iyalah, Siapa lagi. Proses pembuatan Ryan aja buat tubuh aku sakit banget. Malah anaknya kuat banget lagi." ucap Aira.


"Hmm, sebelas dua belas sama kak Ken. Sekali lakuin ya lakuin sampai dia puas. Malah tenaganya kuat banget. Tapi enak bisa rasaun roti sobeknya yang mirip sama punyanya Na Jaemin Nct." ucap Kinan.


"Iya, punyanya kak Morgan mirip Lee Jeno Nct. Sama banget. Kalau kak Ken itu mirip Na Jaemin cuman lebih besar ototnya." ucap Aira.


"Kamu tau?" tanya Kinan.


"Tau lah, tiap dua habis olahraga, pasti keliaran gak pake baju. Otomatis tiap pagi dapat totonan gratis roti sobek." ucap Aira.


"Enak banget. Punyanya kak Raylo tertutup terus. Dia olahraga aja pake baju. Tapi pernah sekali, sehabis dia olahraga kan keringatnua banyak tuh, terus pakaiannya basah kuyup. Nah di situ aku liat perutnya yang kebentuk banget. Dan itu pertama kali aju liat roti sobek di real life!" ucap Kinan.


"Aku mah tiap hari. Tapi sekarang kamu yang nikmatin. Aku sekarang udah ada, Lee Jeno versi nyata!" ucap Aira.


Mereka tak habis-habis membicarakan tentang roti sobek sampai lupa waktu.


"Kayaknya aku tau para cowo lagi ngapain." ucap Aira.


"Apa lagi kalau bukan main PS!" ucap Kinan.


"Seratus untuk Kinan. Mari kita ganggu. Lagian Ryan udah tidur, jadi enak di tinggal." ucap Aira. Kinan mengangguk. Mereka pun keluar kamar. Saat turun ke lantai dasar, mereka mendengar suara percikan air.


"Lah ada yang berenang?" tanya Aira. Kinan mengangkat bahunya menandakan ia tidak tau.


"Mari kita lihat." ucap Kinan. Mereka pun berjalan menuju ke kolam renang. Sampai di sana, mereka menemukan Logan, Ken, Morgan, Eric, Arkan dan Verrel sedang berenang. Saat Aira dan Kinan masuk, mereka berenam serentak memutarkan tubuh mereka kearah Kinan dan Aira.


Baju yang basah kuyup, membuat tubuh mereka terbentuk jelas. Kinan dan Aira sulit menelan air liur mereka karna melihat ada 6 perut berbentuk roti sobek di depan mereka. Merenga menganga tidak percaya dengan pemandangan yang mereka berdua lihat.


"6 roti sobek gratis!" ucap Aira dan Kinan.


•••Bersambung...


Wah, Ken sama Morgan ngamuk gak ya tuh lihat istri mereka yang menganga melihat 6 roti sobek di depannya? 😂😂


Jangan lupa dukungannya yaa. Berupa like, comment, vote, hadiah dan rate 5