Ken & Kinan

Ken & Kinan
Gangguan Kenline



Setelah pesta ulang tahun Ken yang meriah kemarin, Kinan langsung pulang dan beristirahat karna sangat lelah. Paginya, ia bersiap untuk lari pagi bersama Raylo.


"Say, gak ikut?" tanya Raylo.


"Ga ah, ada pelakor!" ucap Sayla sambil melihat Kinan.


"Hah?" tanya Raylo heran. Ia tidak tau kejadian apa yang sedang menimpa Sayla dan Kinan.


"Ga ada kak, yuk pergi aja." ucap Kinan menarik Raylo. Raylo pun terpaksa mengikuti Kinan. Mereka akhirnya lari pagi di taman komplek.


Saat lelah, Kinan dan Raylo duduk di bangku taman.


"Haus? mau kakak belikan minum gak?" tanya Raylo.


"Boleh deh kak." jawab Kinan. Raylo mengangguk dan langsung pergi membeli minum.


"Cewe cupu!" panggil seseorang. Kinan pun melihat siapa yang memanggilnya.


"Siapa ya?" tanya Kinan.


"Kami? gak perlu tau kami siapa!" ucap salah satu dari 10 orang yang berada di kerumunan yang mendekati Kinan.


"Lo jauhi Ken, karna kami hanya setuju kalau Ken sama Sayla dari pada sama Lo!" ucap salah satunya.


"Udah cupu, gak tau diri, ngaku-ngaku jadi Kayla lagi. Ya kali keturunan pangeran tapi penampilan kayak gini. Pangeran Kw kali." ucap salah satu dari mereka lalu tertawa puas bersama-sama.


"Mau kalian apa?" tanya Kinan.


"Mudah, tinggalin Ken dan ngaku kalau lo bukan Kayla. Mudahkan?" tanya Naya, ketua dari perkumpulan itu.


"Kalau gue emang Kayla gimana?" tanya Kinan mencoba memakai bahasa 'Lo-gue'.


"Kita gak percaya." ucap Naya. Kinan pun mencoba pergi dari sana agar tidak menimbulkan keributan.


"Mau kemana hah!" tanya Naya.


"Mau pergi." jawab Kinan. Naya langsung memegang pergelangan tangan Kinan dan menggenggamnya kuat.


"Lepasin! Sakit!" ucap Kinan.


"Sakit? Ini yang lebih sakit!" ucap Naya langsung memberi kode kepada teman-temannya untuk memukuli Kinan.


Saat Raylo datang ia terkejut melihat kerumunan orang di tempat ia meninggalkan Kinan. Raylo memaksa masuk kerumunan itu dan melihat adiknya yang sedang melawan saat di pukuli.


"STOP!" teriak Raylo menghentikan perbuatan mereka. Raylo berlari dan menghalangi Kinan dengan tangannya dengan maksud melindungi adiknya.


"Apa yang kalian lakukan?!" tanya Raylo marah.


"Tuan muda Prince!" kaget mereka.


"Apa?!" tanya Raylo marah. "Kalian membuat adikku babak belur! Kalian kira dia apa hah?!" ucap Raylo yang sedang marah besar.


Hati Kinan terasa bahagia akhirnya ada yang mau membelanya. Dulu dia sering seperti ini, tapi harus membela diri sendiri. Ia senang kali ini ada kakaknya yang membela. Ia baru tau rasanya seperti ini saat di bela seorang kakak.


"Adikmu? Dia bukan Kayla!" ucap Naya.


"Kau siapa? dimana hakmu untuk mengatakan kalau Kinan bukan adikku!" ucap Raylo. Naya pun memberika sebuah surat. Raylo menyiapkan matanya yang bisa membedakan surat asli dan palsu.


"Ini palsu! dimana otak dan mata mu! Masa tidak bisa membedakan mana surat asli dan palsu!" ucap Raylo.


Tring..


Satu pesan masuk kedalam handpone Raylo. Raylo pun melihatnya.


Oke, kerjaan ni anak cepat. Belum gua suruh cari identitas dia tapi dia udah ngerjain duluan. batin Raylo.


"Khanaya Elfira Rains. Umur sembilan belas tahun anak dari Glen Elziki pemilik perusahaan Rains Compeny. Anak kedua dari dua bersaudara. Termasuk anggota Kenline." ucap Raylo membuat mata Naya Melotot. Bagaimana bisa ia tau secepat itu.


"Oh, anggota Kenline." ucap Raylo. "Lihat saja besok pagi, apa yang akan ku lakukan pada Rains Compeny. Kau pasti akan senang!" ucap Raylo. Raylo pun membantu Kinan berdiri.


"Banyak banget lukanya. Pulang aja ya, nanti kakak obati." ucap Raylo. Kinan mengangguk.


"Kakak telat dikit ya?" tanya Raylo. Kinan tak menjawab yang berarti Raylo memang terlambat sedikit.


"Tuan muda tolong jangan apa-apakan perusahaan Ayah saya!" ucap Naya.


"Kalian tau yang kalian lawan adalah Raylo Prince. Kalian juga tau jika aku tidak main-main dengan ancaman ku, terlebih lagi kau memukuli adikku, kau memang harus mendapatkan ganjarannya!" ucap Raylo sambil melihat Naya dengan mata Elangnya. Sepertinya dia punya rencana lain.


Raylo masih bersyukur tidak ada awak media di sini. Kalau ada pasti mereka akan membuat permasalahan itu lebih sulit karna berita yang akan mereka lebih-lebihkan.


•••


"Apa?" tanya Ken. "Kakak mau berenang." ucap Ken.


"Nanti dulu berenangnya. Kinan di gebukin Kenline!" ucap Aira. Ken yang ingin masuk kedalam kolam renang pun langsung berbalik dan menghampiri Aira.


"Kenline?" tanya Ken.


"Iya, sejak kakak ngumumin Kinan sebagai pacar kakak kemarin, sebagian besar Kenline marah karna gak setuju sama Kinan." jelas Aira.


"Lah hidup-hidup kakak kenapa mereka yang ngatur?" tanya Ken.


"Ga tau, mereka kan pembantu gratis. Suka ngurusin hidup orang." ucap Aira.


"Keadaan Kinan gimana?" tanya Ken.


"Banyak yang luka kak karna Kinan ngelawan." jawab Aira.


"Gila ya mereka, fanatik banget. Kakak mau kerumah Kinan." ucap Ken.


"Kak ganti baju dulu." ucap Aira. Ken melihat dirinya yang masih memakai baju renang. Ia tertawa dan masuk ke kamar.


"Dasar bucin!" teriak Aira. Ken keluar kamar.


"Kakak dengar Aira!" jawab Ken. Aira langsung menutup mulutnya.


Ken langsung pergi kerumah Kinan. Sesampainya di rumah Kinan, Ken langsung mencari Kinan.


"Ngapain?" tanya Raylo dingin.


"Nyari Kinan." jawab Ken juga dingin.


"Pergi!" ucap Raylo.


"Saya tidak akan pergi sebelum saya bertemu dengan Kinan!" ucap Ken dingin.


"Saya tidak akan merestui hubungan kalian! lebih baik anda pergi dan putuskan hubungan dengan adik saya!" ucap Raylo.


"Tidak akan terjadi!" jawab Ken.


"Tidak akan? Maka saya yang akan membuatnya terjadi!" ucap Raylo.


"Raylo, jangan coba memisahkan ku dengan Kinan." ucap Ken


"Aku akan memisahkan kalian. Karna kau adikku terluka! Karna fans mu yang gila itu adikku di pukuli! Apa lagi yang kau mau?!" tanya Raylo.


"Itu fans ku, bukan aku. Kalau ini terjadi lagi, aku tidak akan membiarkannya terluka." ucap Ken.


"Aku tidak percaya kepada mu." ucap Raylo. "Fans mu yang gila membuat aku tidak yakin. Apa lagi jika Daddy tau itu perlakuan fans mu. Dia akan sama seperti ku, maka lengkap sudah dua keluarga tidak merestui kalian." ucap Raylo.


"Kawin lari." jawab Ken


"Berani kau melakukan itu, aku akan mencari mu sampai keujung dunia lalu membunuh mu!" ucap Raylo.


"Rendy!" panggil Raylo.


"Ya bos." jawab Rendy, anak buah Raylo.


"Seret dia keluar dan jangan biarkan dia masuk kedalam kediaman keluarga Prince!" ucap Raylo


"Baik bos." jawab Rendy. Rendy memegang lengan Ken dan anak buahnya yang lain memegang lengan kiri Ken.


"Lepaskan! kalian tidak tau sedang berurusan dengan siapa!" ucap Ken.


"Kenzard Adnanlio, ketua dari Araster!" jawab Rendy. Ken terkesan dengan kemampuannya.


"Dan kau adalah asisten ketua dari Vangster?" tanya Ken. Rendy tersenyum miring.


"Maka biarkan aku masuk!" ucap Ken langsung membanting tubuh Rendy ke lantai dan lari mencari Kinan.


Aku lupa dia pintar! batin Raylo.


•••Bersambung..


Ni author udah up lagi ya. Bab yang ketiga silahkan di tunggu 😊. Jangan lupa likenya 😆