Ken & Kinan

Ken & Kinan
Brithday Ken



Hari yang dinanti-nantikan oleh Ken telah tiba. Hari ini adalah hari ulang tahunnya yang kedua puluh tahun. Ia sudah lama menantikan hari ini, Ken tersenyum sepanjang hari.


"Wah kutub utara udah cair ni." goda Aira.


"Iya tumben senyum terus? Ada apa?" tanys Bulan.


"Hari ini kan Ken ulang tahun." ucap Rey.


"Yak, Ayah menjawab dengan tepat. Tapi selain ini hari ulang tahun Ken, ada lagi yang buat Ken senang." ucap Ken. Rey pun menaikkan alisnya sebelah menandakan ia sedang bertanya.


"Kak Ken kan baru pacaran." ceplos Aira.


Bruhh..


Rey yang sedang meminum kopi langsung menyemburkan air kopinya


"Ayah mah jorok ih!" ucap Aira.


"Maaf sayang, kamu bilang tadi kakak kamu pacaran?" tanya Rey.


"Iya ayah." jawab Aira.


"Ada yang mau sama Ken?" tanya Rey.


"Ayah! Ken ini ganteng lo! Selain ganteng Ken juga pintar. Nyaris sempurna." ucap Ken.


"Mulai ni narsisnya!" ucap Bulan.


"Suka-suka Ken dong bun." ucap Ken.


"Ken pacaran sama siapa?" tanya Rey.


"Sama.. " belum selesai Aira berbicara, Ken langsung memotongnya.


"Rahasia. Tunggu aja ya." ucap Ken sambil menatap tajam kepada Aira. Aira yang mengerti tatapan tajam Ken langsung bungkam.


"Jangan main rahasiaan gitu dong. Bunda kan penasaran, siapa sih yang nerima anak bunda yang ganteng tapi gak peka ini? Ya sebelas dua belaslah sama Ayahnya." ucap Bulan menyindir Rey.


"Aku? gak peka? Kamu salah sayang. Aku adalah orang paling peka di seantara hati kamu." ucap Rey.


"Yah basi!" ucap Aira.


"Biarin aja, Ayah kan mau buat bunda kalian berbunga-bunga." ucap Rey. Rey pun berjalan kearah Ken.


"Anak muda, jaga wanita mu itu dengan segenap jiwa mu dan jadilah seperti Ayah yang sangat mencintai Bunda kalian." ucap Rey.


"Ken gak mau jadi seperti Ayah. Ken akan lebih baik dari pada Ayah." ucap Ken. "Bun Ken pergi dulu ya!" ucap Ken.


"Hati-hati sayang." jawab Bulan.


"Lan, liat tu anak kamu gak mau nurut sama Ayahnya." ucap Rey mengadu kepada Bulan.


"Sayang ku, jangan buat aku kayak Bunda Mita deh yang kalau kamu berantam sama Ayah pasti di suruh tidur di luar berdua." ucap Bulan.


"Iya ya, apalagi saat itu Elang sama om Zyan datang numpang makan lagi. Emang waktu itu akhlak mereka lagi hilang ya. Dimana-mana buat drama. Semoga gak nurun kepada Logan dan Morgan." ucap Rey.


"Bisa jadi turun sih, sikap kamu aja nurun ke Ken. Satu dingin, dua gak peka, tiga gak romantis!" ucap Bulan langsung pergi.


"Seorang Reyhan Anggara tidak romantis? Mustahil sayang!" teriak Rey.


"Ayah, ayah emang gak romantis. Di bandingin sama Kak Ken, masih mendingan kak Ken tau. Aira berangkat Yah!" ucap Aira


"Ada apa sama orang di rumah ini. Kenapa bilang aku gak peka? gak romantis lagi." ucap Rey kesal.


•••


"Pagi tuan putri yang cantik." sapa Ken kepada Kinan.


"Sayla gak ada di rumah kan?" tanya Ken.


"Emang kenapa? mau balikan sama Sayla?" tanya Kinan.


"Ya enggak, kalau ada dia pasti ngerusuh. Kakak males banget ada dia." ucap Ken. "Yaudah yuk masuk." ucap Ken. Kinan pun mengangguk. Mobil Ken mulai berjalan. Hari ini Ken memang menjemput Kinan untuk mengantarnya pergi ke Butik karna sekolah masih libur.


"Kak Ken kenapa harus ngantar aku segala sih? Kak Ken kan jadi terlambat ke kantornya." ucap Kinan.


"Gak apa-apa demi kamu mah." ucap Ken


Drtt.. Drttt..


"Ada telfon kak." ucap Kinan. Ken pun mengangguk dan mengambil earphonenya.


"Ya?" ucap Ken.


"......"


"Bukannya nanti siang?" tanya Ken.


"......."


"Baiklah saya akan segera kesana." ucap Ken langsung mematikan sambungan telponnya.


"Sayang, mau nungguin aku rapat bentar gak?" tanya Ken.


"Dimana?" tanya Kinan.


"Aku rapatnya di perusahaan. Kamu tunggu aja di ruangan aku ya. Kalau kelamaan kamu tidur aja atau baca buka terserah kamu." ucap Ken.


"Oh, oke." jawab Kinan. Ken pun terpaksa putar balik karna jalur ke butik dan jalur ke perusahaan Ken berbeda. Ken melajukan mobilnya agar cepat sampai ke perusahaannya.


15 menit perjalanan akhirnya mereka sampai.


"Silahkan tuan muda, mereka sudah menunggu anda di ruangan rapat." ucap Gevin.


"Baiklah, Antar dulu Nona Kinan ke ruangan saya baru kamu pergi ke ruangan rapat." ucap Ken.


"Baik tuan muda." jawab Gevin.


"Aku rapat bentar ya, jangan kemana-mana. Kalau kamu hilang, aku bisa gila nanti." ucap Ken.


"Laksanakan kapten." ucap Kinan. Ken tersenyum dan mengacak-acak rambut Kinan kemudian pergi.


Aku baru pertama kali melihat tuan muda seperti ini kepada wanita. Artinya aku harus menjaga Nona muda dengan baik. batin Gevin.


"Mari Nona." ucap Gevin. Kinan pun mengangguk. Gevin pun mengantarkan Kinan ke ruangan Ken. Sesampainya kedalam ruangan Ken, Gevin pamit pergi keruang rapat.


Wow, ruangan kak Ken besar banget, rapi dan bersih pas dengan kepribadian kak Ken yang suka kerapian dsn kebersihan. Warna catnya juga membuat ruangan ini terkesan mewah. batin Kinan.


"Wow ada novel juga! Aku mau baca buku aja." ucap Kinan. Kinan mengambil salah satu novel dari rak buku itu. Saat membukanya, sesuatu terjatuh dari dalam buku itu.


Kinan pun mengambilnya dan membalikkannya.


"Ini kan.."


•••Bersambung...


Ayoo apa tuu? Apasih yang di temukan Kinan di dalam novel itu? Yang tau boleh banget komen di bawah yaa.


Jangan lupa like, vote, hadiah dan rate 5 ya. Itu sangat berarti bagi author 😄


Dukungan kalian merupakan semangat author 😆