
Akhirnya acara kelulusan dari Kinan, Aira dan Vivi selesai. Mereka akan tidur di hotel, awalnya Ken tidak setuju, tapi setelah Morgan memberi tahu siapa aja yang akan datang, Ken langsung bersemangat, karna ada satu rencana licik di otaknya.
"Apaan lagi ni." ucap Verrel.
"Lu udah pastiin Arkan gak bakalan keluar kan?" tanya Ken.
"Aman mas bro. Apa dulu rencananya?" tanya Verrel.
"Kalian bicarain gua ya?" tanya Arkan.
"Hah? Emang yang namanya Arkan cuman lu doang? Kaga kan?" tanya Morgan.
"Gua curiga sama kalian. Kalian mau buat rencana jahat sama gua ya? Jujur!" ucap Arkan.
"Jangan suu'zon Ar. Lebih baik kita ber huznuzon." ucap Levin.
"Mampos! Kena ceramah sama pak ustad!" ucap Verrel.
"Makanya jangan kepoin kita, gih sana lu masuk kamar!" ucap Raylo.
"Tapi kan gua geng Tatacak juga." ucap Arkan.
"Tatacak?" tanya mereka serentak.
"Tampan-Tampan Kocak! Katanya kalian setuju sama namanya! Gimana sih? Dasar pikun." ucap Arkan pergi dari tempat mereka.
"Jadi rencananya apa?" tanya Raylo.
"Arkan kalau lu gak pergi juga gua ceburin lu ke kolam renang!" teriak Ken
"Punya Indra keenam lu?!" teriak Arkan dari belakang.
"Pergi gak lu!" teriak Ken.
"Iya! Gak usah ngengas juga!" ucap Arkan benar-benar pergi dari sana.
"Jadi gimana nih?" tanya Verrel.
"Nah ini kan ada Wine, kita letakkan obat perangsang dan kasih ke Vivi." ucap Ken sambil meletakkan obat itu.
"Nah tinggal kasih ke Vivi, terus arahin dia ke kamar Arkan. Gimana?" tanya Ken.
"Pinter!" ucap mereka semua.
"Apa kabar Arkan tanpa kita?" tanya Verrel.
"Jadi perjaka tua." ucap Logan.
"Iya besok gua nikah di hotel ini, makanya gua ngeras nyuruh Morgan buat suruh lu ikut nginap sama kita." ucap Raylo. Ken menatap Raylo sinis.
"Bukannya minggu depan?" tanya Ken
"Lebih cepat lebih baik, ya gak?" tanya Raylo.
"Tapi gak dadakan juga kampret!" teriak Logan. "Gua kirain ada apaan! Kan kasian Erland gua tinggal." ucap Logan.
"Biarin aja lah, sekali-kali jadi duda menikmati hidup." ucap Raylo.
"Lu enak mau nikah, belum punya anak. Lah gua yang gak pernah nikah tiba-tiba di suruh ngurus anak, apa gak puyeng hidup gua?" tanya Logan.
"Hm, kayaknya harus kita kibulin dikit Vivi, Anaknya polos banget." ucap Morgan.
"Iya, kalau tau yang kita kasih ini wine, mungkin dia gak mau minum." ucap Logan.
"Gampang, bilang aja sirup mahal pengeluaran terbaru. Kalau dia nanya aromanya yang aneh, bilang aja itu aroma sirup yang lagi tren. Gitu amat susah!" ucap Ken.
"Fiks Nathan bakalan pintar." ucap Morgan.
"Ya dong, gua kan si pintar Kenzard." ucap Ken. Mereka pun memutuskan untuk Raylo yang turun tangan memberikan Wine itu kepada Vivi, lalu mereka bertos.
Mereka berjalan di belakang Raylo yang tengah berjalan menuju kamar Vivi.
Tok! Tok!
Ketuk Raylo. Tak lama Vivi membuka pintu kamarnya.
"Kak Raylo, ada apa?" tanya Vivi. "Oh ya, semangat buat besok ya kak. Vivi baru tau dari Kinan sama Aira tadi. Semoga pernikahan kakak sakinah, mawadah dan warohma." ucap Vivi.
"Thank you." ucap Raylo. "Oh ya, kakak tadi buat sirup pengeluaran baru. Kamu mau cobain gak?" tanya Raylo memberikan gelas Wine itu.
"Kok aromanya berbeda dari sirup lain kak?" tanya Vivi.
"Itu sirup mahal pengeluaran terbaru dan aromanya itu lagi tren banget." ucap Raylo.
"Mahal? Vivi gak mau cobain deh kak." ucap Vivi.
Ni anak tinggal minum apa susahnya sih? pakai banyak basa-basi lagi. batin Raylo.
"Katanya kamu suka sama Arkan. Arkan kan anak keluarga Diano, Anggota dari delapan keluarga besar yang terkenal dengan kesuksesannya. Kalau maunjadi Nyonya keluarga Diano harus mau makan, minum dan pakai pakaian yang mahal." ucap Raylo.
"Gitu ya kak?" tanya Vivi. Raylo mengangguk.
Polos banget sih ni adiknya Andrew. Enak banget di bohongin. batin Raylo.
Vivi pun meminum Wine itu dengan cepat lalu memberikan gelasnya kepada Raylo. Raylo langsung pergi karna malas menjawab pertanyaan dari Vivi.
Vivi mulai merasakan pusing dan hawa panas saat menyentuh tempat tidurnya.
"Ihh, ACnya mati ya? Kok panas banget?" tanya Vivi. Vivi pun keluar kamarnya dan berjalan oleng menuju kamar depannya, yakni kamar Arkan. Vivi membuka pintu kamar Arkan lalu menguncinya dan langsung membuka seluruh pakaiannya dan langsung berbaring di tempat tidur Arkan.
Arkan yang baru saja selesai mandi langsung terkejut melihat Vivi yang telanjang bulat di depannya.
Astagfirullah maafkan hambamu ya allah. batin Arkan terkejut.
"Ni bocil kenapa ada di tempat tidur gua? telanjang bulat lagi!" ucap Arkan. Vivi yang mendengar suara Arkan langsung bangkit dan memeluk Arkan.
"Woi! Udah gila lu!" ucap Arkan terkejut. Vivi memegang perut Arkan yang berbentuk dengan lembut lalu mengecupnya.
Tahan godaan Arkan atau ni anak gak bakalan perawan lagi malam ini. Tapi tubuhnya buat gua ngiler, tingkah doang bocil tapi tubuhnya menggoda. batin Arkan.
Vivi langsung melepaskan handuk yang Arkan lilit di bagian pinganggnya.
Shit! Gua gak tahan! batin Arkan. Arkan menggendong Vivi lalu melempar tubuh polos vivi ke tempat tidurnya. Dengan rakus ia menyetubuhi Vivi, seolah ada hasrat yang belum pernah tersalurkan selama ini.
•••Bersambung...
Wah Tatacak pinter juga 😂