Ken & Kinan

Ken & Kinan
Hampir Terbongkar



"Kak Morgan!" teriak Aira. Aira menendang kaki orang yang ingin menembaknya dan berlari ke tubuh Morgan yang bersimbah Darah.


Dor!


Dor!


Dor!


Banyak peluru datang dan melumpuhkan dua puluh orang yang menyerang Morgan.


"Bawa Morgan ke Rumah sakit!" teriak Ken. Eric, Arkan, Levin, Verrel, Rey, Vano, Elang, Revan, Leon, Gilang dan Galang pun mengambil ancang-ancang jika mereka masih hidup lagi. Setelah di pastikan mereka sudah mati, Mereka pun mengangkat Morgan ke mobil mereka.


"Kenapa kita gak bisa bawa Logan?" tanya Elang.


"Ken agak curiga sama Logan Om. Jadi Ken sengaja gak ajak Logan." ucap Ken.


"Maksudnya curiga?" tanya Rey.


"Ken curiga Yah, kalau Logan yang buat Morgan kaya gini." ucap Ken.


"Tapi kayaknya gak mungkin. Mereka saudara kembar gak mungkin saling menyakiti." ucap Galang.


"Ken cuman nyampaikan firasat Ken. Tapi kalau kalian gak yakin, kalian bisa telpon Logan buat jagain Morgan di rumah sakit." ucap Ken.


"Vin, lebih cepat!" ucap Leon. Levin mengangguk.


Lima belas menit kemudian mereka sampai di rumah sakit. Di sana Stella, Bulan, dan Risa sudah bersiap di ruangan operasi.


Stella yang melihat Morgan yang bersimbah darah langsung meneteskan air matanya. Begitu jahat perlakuannya sama Morgan selama ini. Dan ini balasannya.


Morgan pun di periksa terlebih dahulu baru dia masukkan keruangan operasi.


"Kalau aja Aira bisa lawan mereka pasti kak Morgan gak separah ini." ucap Aira menangis. "Kenapa juga gak boleh telpon kak Logan. Padahal kak Logan saudara kembar kak Morgan." ucap Aira.


"Sepertinya Morgan juga udah punya firasat yang gak baik sama Logan. Karna saudara kembar cenderung lebih bisa merasakan apa yang di rasakan saudara kembarnya saat in." ucap Galang.


"Iya, gua setuju. Soalnya gua sekarang bisa rasakan apa yang Stella rasakan." ucap Vano.


"Kita berikan aja doa yang terbaik untuk Morgan." ucap Rey. Mereka mengangguk


Satu jam mereka menunggu, akhirnya Bulan, Stella dan Risa keluar dari ruang operasi.


"Gimana?" tanya Elang.


"Operasinya berhasil." ucap Bulan.


"Alhamdulillah!" ucap mereka semua.


"Tapi dia koma." lanjut Stella dengan air mata yang tak dapat di bendung. Baru kali ini ia merasakan bagaimana rasanya mengoperasi anaknya sendiri.


"Gimana Morgan?" tanya Logan yang baru saja datang.


"Dia koma." jawab Stella. Logan terkejut.


"Kenapa bisa koma? seharusnya dia bisa sembuh Ma." ucap Logan.


"Morgan gak mau bangun! Dia menolak bangun! Makanya dia koma." ucap Stella menangis.


"Dia koma karna semangat hidupnya sangat rendah. Coba kalian ajak dia bicara nanti. Mana tau dia mau bangun dan kembali bersemangat untuk hidup." jelas Bulan. Mereka semua mengangguk, mengiyakan perkataan Bulan.


Morgan pun di pindahkan keruangan rawat inap.


•••


"Dia masih selamat, dia koma. Nanti malam saat penjagaan di ruang rawat Morgan sepi, menyelinap dan suntikkan donis tinggi insulin." ucap seorang pria sedang menelpon anak buahnya.


"Jika ketauan, bagaimana bos?" tanya anak buahnya.


"Bilang saja, kalian di suruh oleh anak Angkat Kevin Arlata. Tidak usah sebut namaku." ucap Pria itu.


"Lebih cepat lebih baik. Aku akan sangat senang jika dia mati!" ucap pria itu.


"Baik bos, kami laksanakan malam ini." ucap anak buahnya.


•••


Aira masuk keruangan Morgan. Ia duduk di samping ranjang pesakit Morgan.


"Kak Morgan bangun yuk. Aira kangen ni. Jangan buat Aira tambah kangen sama kakak. Masa baru seminggu hilang, pulang-pulang udah kena tembak lagi." ucap Aira.


"Ciee, kangen kakak ya?" tanya Morgan.


"Hah?!" kaget Aira.


"Jangan kaget gitu dong." ucap Morgan tertawa.


"K-kok bangun?" tanya Aira.


"Iya lah, bukan Morgan kalau pergi gak ada rencana." ucap Morgan.


"Jadi darah di tempat itu?" tanya Aira.


"Oh itu dari kantong darah. Kakak pasang di bagian-bagian tertentu. Kakak juga pakai baju anti peluru. Jadi gak luka." ucap Morgan tersenyum.


"Ih buat khawatir aja sih!" ucap Aira memukul dada Morgan.


"Terus kenapa tante Risa, Tante Stella sama Bunda bilang kayak gitu tadi?" tanya Risa.


"Itu kakak yang suruh." ucap Morgan.


Flashback On 🍃


"Kok Morgan bisa banyak gini darahnya?" tanya Risa.


"Gak tau, kita buka aja dulu bajunya biar bisa di operasi." ucap Bulan. Saat Bulan membuka baju Morgan dia menjadi kesal. Bulan memukul Morgan.


"Heh, kamu kalau ngeprank kita, salah jalur Morgan!" ucap Bulan


"Kenapa di pukul?" tanya Stella.


"Stella, anak kamu jail banget. Dia pakai baju anti peluru, dan darah ini darah bukan darah dia." ucap Bulan. "Bangun gak? Atau tante operasi tanpa di bius ni?" ucap Bulan


"Eh jangan dong tante Bulan yang cantik nan manis. Sakit itu." ucap Morgan akhirnya mengakhiri aktingnya.


"Morgan!" ucap Stella dan Risa kesal.


"J-jangan marah dulu dong. Kalian kalau marah serem." ucap Morgan. "Ni Morgan jelasin. Morgan lakuin ini karna Morgan yakin ada serigala berbulu domba yang mau ngebunuh Morgan." jelas Morgan.


"Oh, oke. Jadi kita bisa nolong apa?" tanya Risa. Morgan pun menjelaskan rencananya kepada Risa, Stella dan Bulan.


Flasback Off 🍃


"Jadi selama satu jam kalian ngapain aja?" tanya Aira.


"Main tiktok." jawab Morgan. "Selain itu, kamu sama Maudy aja yang gak tau rencana aku. Yang lain tau kok. Makanya mereka ikutan Akting." ucap Morgan.


"Terus gimana?" tanya Aira.


"Kita tunggu aja dulu, jangan bocorin ke siapa-siapa kalau ini rencana kakak." ucap Morgan. Aira mengangguk. Morgan pun menjelaskan rencananya kepada Aira.


•••Bersambung...


Yah di Prank, kalau ada di dunia nyata udah author ajak bergelud kamu Morgan!! Pakai acara main tiktok di ruang operasi lagi.


Jangan lupa like, comment, vote, hadiah, dan Rate 5 yaa. Author kan udah up mayaj banyak kemarin, jangan lupa dukungannya ya 😃