
"VERREL DIRGANTARA!" teriak Vano. Verrel turun dari kamarnya.
"Ada apa Pa?" tanya Verrel
"Sini kamu!" ucap Vano. Verrel pun berjalan kearah Vano dan
Plak!
Tamparan Keras yang Verrel dapat di pipi mulusnya.
"Aira." kaget Maudy.
Verrel menatap Aira tajam. Memang tamparan ini cukup kuat, tapi Verrel tidak tergerak sedikit pun
"Jahat banget ya Kak. Udah di bawa tapi di telantarin! Kalau gitu kenapa bawa Maudy?!" tanya Aira.
"Awal permasalahannya dari Ken, kenapa gua yang lu tampar?!" tanya Verrel menaikkan suaranya. Catrine yang sedang di dapur langsung menghampiri suara tamparan yang keras Itu.
"Ada apa ni?" tanya Catrine.
"Ini tan, Anak tante itu laki-laki gak punya hati! Yang di bawanya itu perempuan! tapi dia tinggalin gitu aja! Saya sebagai sepupunya berhak marah sama orang kayak kak Verrel!" ucap Aira marah
"Aira udah!" ucap Maudy.
"Aku gak bakalan diam sampai dia minta maaf sama kamu!" ucap Aira. Aira memajukan kakinya selangkah agar dekat dengan Verrel.
"Anda laki-laki, tugas anda menjaga perempuan. Tapi kenapa anda menelantarkan perempuan hah? Jika Anda menelantarkan perempuan sama saja anda menelantarkan ibu anda sendiri!" ucap Aira.
"Akar permasalahannya di Ken. Karna dia saya terpaksa membawa Maudy ke Indonesia." ucap Verrel.
"Manusia di ciptakan dengan otak. Percuma anda punya otak tapi untuk hiasan!" ucap Aira.
"Mulai sekarang, Anda Verrel Dirgantara tidak berhak dekat dengan Maudy Zaynco!" ucap Aira. "Ayo kita pulang kak Morgan." ucap Aira sembil menarik Maudy. Sedangkan Maudy hanya bisa diam saja karna ia tau jika Aira marah berarti dunia sedang tidak baik.
Catrine masih belum mengerti tentang apa yang terjadi.
"Jadi kalian putus?" tanya Catrine.
"Pacaran aja gak pernah." jawab Verrel lalu naik ke kamarnya.
•••
"Ngeri juga Aira kalau marah." ucap Morgan.
"Udah kesal banget Ai sama kak Verrel. Kok ada ya manusia kayak gitu? Bahkan di labrak pun dia gak bakalan jera." ucap Aira.
"Nah kakak penasaran ni. Pertengkaran Raylo sama Ken siapa yang menang ya?" tanya Morgan.
"Ai rasa imbang kak." ucap Aira. "Dy, jangan termenung gitu lah. Jangan mikirin cowo gak bener kayak kak Verrel." ucap Aira.
"Siapa yang mikirin dia?" tanya Maudy.
"Ya mana tau kan, kamu mah cocoknya sama kak Eric, hangat dan baik." ucap Aira.
"Kenapa jodoh-jodohin aku sama kak Eric? Aku mau pulang ke London aja lah." ucap Maudy.
"Ya terserah. Kalau mau di marahin om Elioz mending balik ke London. Tapi kalau nyari aman, mending di indo aja dulu." ucap Aira.
"Gak salah juga yang di bilang Aira." ucap Morgan.
Dor!
"Aaa!" teriak Aira dan Maudy ketakutan.
Dor!
Tembakan kali ini mengenai ban mobil Morgan. Ban itu pecah sehingga mau tak mau Morgan keluar dari mobil dan menghadapi mereka.
"Kalian diam di sini. Kalau bisa cari bantuan, telpon Ken atau siapa aja. Jangan telpon Logan! Paham!" ucap Morgan. Aira dan Maudy mengangguk. Morgan keluar, Aira dan Maudy langsung mengambil handpone mereka.
Kenapa gak boleh telpon kak Logan? tanya Aira.
Morgan keluar, ia selalu membawa senjata kemana pun. Karna sejak kejadian penembakan Ken kemarin, ia curiga mereka tidak menginginkan Ken tapi dirinya.
"Akhirnya kau keluar." ucap salah satu dari mereka.
"Kalian membuat mobil ku mengalami pecah ban. Jadi mau tak mau aku harus menghadapi kalian." ucap Morgan.
"Baiklah gak usah banyak bacot, kita mulai aja sekarang." ucap salah satu dari mereka. Morgan menyetel pistolnya dan menodongkan kepada mereka.
"Satu lawan Dua puluh. Kita lihat siapa yang menang." ucap Morgan menampilkan senyum smirknya.
Suara tembakan mulai terdengar, sedangkan Aira dan Maudy masih berusaha menghubungi siapa pun yang bisa mereka hubungi.
"Kak Ken, tolongin kak Morgan. Dia di kepung sekitar dua puluh orang. Kami lagi di dalam mobil." ucap Aira.
"Apa? Share lock. Kakak bakalan bawa pasukan ke sana." jawab Ken langsung mematikan telponnya sepihak.
"Gimana sama kak Morgan?" tanya Maudy.
"Berdoa aja semoga dia gak kenapa-napa." ucap Aira.
"Buka pintunya!" ucap orang bebaju hitam berusaha membuka pintu mobil tapi tidak bisa.
"Gak, kami gak akan buka pintu mobilnya!" ucap Aira. Mereka membuka paksa dan akhirnya pintu mobil Morgan terbuka. Mereka menarik Aira dan Maudy keluar.
"Jangan bergerak dan letakkan senjata mu atau mereka akan mati!" teriak orang berbaju hitam yang memaksa Aira dan Maudy tadi. Ia menodongkan pistol ke kepala Aira dan temannya menodongkan pistol ke kepala Maudy. Aira dan Maudy hanya bisa diam karna sudah ketakutan
Morgan yang takut Aira kenapa-napa Melempar pistolnya ke bawah dan mengangkat tangannya keatas.
"Jangan sakiti mereka atau kau akan menyesal seumur hidup!" ucap Morgan.
Dor!
Dor!
Dor!
Tiga tembakan mengenai tubuh Mogan. Tubuh Morgan langsung ambruk dan bersimbah darah. Sebelum Ambruk ia sempat senyum kepada Aira. Senyum manis yang tidak pernah ia lihatkan kepada orang lain.
"Kak Morgan!" teriak Aira. Aira menendang kaki orang yang ingin menembaknya dan berlari ke tubuh Morgan yang bersimbah Darah.
Dor!
Dor!
Dor!
•••Bersambung...
Lah Gan, gak kenapa-napa? Wah jangan buat Author khawatir beneran deh.
Jangan lupa dukungannya. Author udh Up 3 loh. Biar kalian penasaran babnya Author gantung sampe besok ya 😂😂