
Keesokan harinya, Ken dan Kinan sarapan di meja makan.
"Kok berhenti?" tanya Kinan.
"Perasaan kakak gak enak." ucap Ken.
"Assalamualaikum!" teriak Morgan
"Nah kan, baru di bilang perasaan kakak gak enak." ucap Ken.
"Ngapain lu?" tanya Ken.
"Biasa." ucap Morgan langsung duduk di meja makan dan mengambil makanan yang mau ia makan tanpa permisi.
"Ai, gak di kasih makanan berapa tahun ni anak? Rakus banget." ucap Ken.
"Udah 5 tahun kak. Maklum ajalah." ucap Aira.
"Assalamualaikum!" teriak Arkan.
"Astagfirullah, datang sendiri-sendiri lah! Jangan bawa orang sekomplek!" ucap Ken. Ken terkejut Arkan membawa banyak orang. Ada Logan bersama dengan Erland, Raylo, Eric, Verrel, Maudy, Zeva, Vivi, Levin, Maura dan Raisa.
"Pasti rumah ayah ramai juga." ucap Ken.
Yang sebenarnya terjadi pada rumah Rey....
"Allahuakbar! Lu bawa orang sekampung!" ucap Rey kesal. Dugaan Ken benar, bahwa di rumah Ayahnya juga pasti ramai, bahkan lebih ramai dari pada di rumah Ken.
Ada Revan, Eliza, Gilang, Ruby, Galang, Risa, Leon, Vina, Elang, Stella, Ezra, Vano, Catrine, Elioz dan Jane.
"Gua pak RTnya, karna gua sponsor mereka." ucap Elang. Rey melemparkan sapu tangan yang berada di meja makan dan mengenai tepat di wajah Elang.
"Lu yang sponsorin, lu yang traktir mereka! Kenapa kerumah gua ramai-ramai!" ucap Rey kesal.
"Lu paling kaya. Pokoknya valid no debat! Kita sarapan di rumah Rey! Silahkan makan para tamu hadirin!" ucap Elang senang.
"Yang punya rumah siapa, yang ngatur siapa." ucap Rey. "Semua orang yang berada di dalam keluarga bagaskara gak ada yang waras!" ucap Rey.
•••
Sementara Arkan dan yang lainnya sedang makan di rumah Ken dengan santainya dan para wanita harus di dapur untuk menyiapkan makanan.
"Habis dah makanan di rumah gua, karna kalian!" ucap Ken.
"Gak apa-apa, Lu kan tajir, besok beli lagi. Ketuanya noh salahin." ucap Eric.
"Morgan, lu dimana-mana kalau makan pasti jadi ketuanya." ucap Ken.
"Terkadang gua terkadang Logan. Tapi karna Logan lagi sibuk, yaudah gua yang ngegantiin dia." ucap Morgan.
"Kenapa di rumah gua?" tanya Ken.
"Lu paling kaya." jawab Morgan santai.
"Kita sama! MZB Grup aja sama suksesnya dengan Anggara Crop." ucap Ken.
"Kalau di rumah gua, kasian Aira. Kalau dirumah lu kan enak, Kinan belum repot banget karna anak lu belum lahir." ucap Morgan.
"Woi anak keluarga Bagaskara! Seharusnya Kinan yang kasian Dia lagi hamil tua, malah di bebanin dengan masak dan cuci piring bukannya istirahat!" ucap Ken.
"Santai aja kali. Kan 2 bulan lagi." ucap Morgan.
"Karna itu di usia 7 bulan harus di jaga Bego!" ucap Ken.
"Oh ya? Yaudah lah bubur udah jadi nasi." ucap Morgan
"Nasi udah jadi bubur. Typonya parah ya bund." ucap Logan.
"Nah iya itu maksudnya." ucap Morgan.
"Wih ada yang bakalan nyusul gua sama Maudy tuh." ucap Verrel sambil melihat Raylo yang perhatian kepada Zeva.
"Akhirnya abang ipar gua gak bakalan jadi jomblo ngenes lagi. Alhamdulillah ya allah." ucap Ken bersyukur.
•••
"Enak gak?" tanya Raylo. Zeva mengangguk. Vivi cemberut karna tidak ada yang memperlakukannya lembut seperti pelakuan Raylo kepada Zeva.
"Kak Arkan." panggil Vivi.
"Hm?" tanya Arkan.
"Makan sendiri, udah gede." ucap Arkan kemabali ke gadgetnya.
Wajah Vivi seketika menjadi masam dan mengambil piring jelly itu kasar, lalu meletakkan piring itu dengan kasar di meja yang berada di samping Arkan. Arkan yang sedang bermain game di handponenya langsung tersentak kaget.
Tak!
"Allahuakbar! Apa tuh?" tanya Arkan kaget. Vivi masih memperlihatkan wajah masamnya.
Dasar bocil! Lu kira gua gak peka? Pasti lu pengen gua suapin kan? Emang damage gua sekeren itu sampai lu minta suap sama gua? Emang gua ganteng dari lahir. batin Arkan dengan PD tingkat atas.
Berbeda dengan Zeva dan Raylo yang sedari tadi tertawa. Sifat mereka yang dewasa membuat mereka lebih cepat memahami satu sama lain.
"Jadi kamu beneran belum diapa-apain sama seorang cowo pun?" tanya Raylo.
"Di pegang pernah. Tapi gak sampai melakukan hal di luar batas wajar, karna aku akan melawan sekuat tenaga untuk mempertahankan mahkota yang akan aku berikan kepada calon suami aku kelak." ucap Zeva sambil tersenyum kepada Raylo sambil memakan puddingnya.
"Nah bagus. Selagi masih bisa melawan, jangan berikan secara gratis." ucap Raylo. "Jadi setelah ini kamu mau nemuin pacar kamu dan minta dia nikahin kamu?" tanya Raylo.
"Kita udah putus kemarin. Dia gak percaya sama aku. Dia percayanya aku udah gak perawan, makanya dia mutusin aku. Tapi yaudalah begitu pula jalannya." ucap Zeva. Raylo mengangguk setuju.
"Dia gak percayaan banget sama cewenya. Kalau pun emang udah gak perawan, kalau dia emang cinta banget, seharusnya nerima kekurangan pasangannya." ucap Raylo. Zeva mengangguk setuju.
"Oh ya kak, kakak beneran dua puluh enam?" tanya Zeva.
"Kenapa? gak percaya? Malah bulan depan kakak udah dua puluh tujuh tahun." tanya Raylo.
"Oh ya? Belum nikah juga?" tanya Zeva.
"Belum datang jodohnya, ya mau gimana." ucap Raylo.
"Emang mau cari yang gimana?" tanya Zeva.
"Fisik gak perlu. Yang penting dia jujur dan setia itu aja udah cukup." ucap Raylo.
"Kalau dapat yang matre gimana?" tanya Zeva.
"Kakak bakalan cari yang berkualitas. Makanya jangan doain kakak dapat jodoh matre. Kalau Ratu Matre kan gak lucu gitu." ucap Raylo.
"Ratu?" tanya Zeva.
Mampus keceplosan. Dia kan gak tau kalau keluarga Prince itu keluarga kerajaan. batin Raylo.
"Aa, Ratu, Ratu di hati kakak." ucap Raylo. Zeva mengangguk setuju.
•••
"Hai Ryan. Nama aku Erland. Aku ganteng kan?" ucap Logan menirukan suara anak kecil.
"Gantengan aku yaa." ucap Morgan ikut menirukan suara anak kecil.
"Bang, lu gak mau nyari istei gitu? Kasian gua liat lu ngurus Erland sendiri. Udahlah Maknya Erland main lepas tanggung jawab gitu aja." ucap Morgan.
"Tumben panggil abang kesambet apa nih?" tanya Logan.
"Kesambet om ocong!" ucap Morgan kesal.
"Hahaha, gak lah. Gua bisa ngurus Erland sendiri kok." ucap Logan.
"Sok-sokan bisa lu bang. Nanti kewalahan lo, apa lagi kalau dia udah pinter jalan." ucap Morgan.
"Gua bawa ke kantor." ucap Logan.
"Gila! Gak kelar-kelar dah kerjaan ku kalau bawa Erland ke kantor." ucap Morgan.
"Ada assisten gua yang jagain. Kalau dia gak mau tinggal gua pecat. Buat apa gua gaji mahal mahal tapi gak mau jaga anak gua." ucap Morgan.
"Dia assisten lu Logan! Bukan babysitter Erland!" ucap Morgan.
"Ada Mama, tenang aja." ucap Logan
"Eh Kinan kenapa tuh?" tanya Morgan sambil berjalan melihat Kinan yang berteriak kesakitan.
"Kita harus bawa Kinan kerumah sakit!" ucap Aira. Ken mengangguk dan langsung menggendong Kinan dan memasukkan Kinan pelan-pelan kedalam mobilnya. Mereka pun langsung pergi kerumah sakit untuk mengechek keadaan Kinan.
•••Bersambung...
Hayoo Kinan kenapa tuh??
Jangan lupa like, comment, vote, hadiah, rate 5 dan jangan lupa di share yaa 🥰🥰