
Kinan pulang dari shooping bersama Aira dan Ken. Sayla yang sedang duduk di depan rumahnya terkejut melihat kedatangan Ken bersama Kinan. Sayla langsung berlari dan memeluk Ken.
"Honey! Kamu kesini karna kangen sama aku kan?" tanya Sayla. Ken melepaskan pelukan Sayla dan memegang bahunya.
"Aku cuman mau ngantar Kinan doang. Lain kali aku kesini lagi." jawab Ken.
"Ih kamu kok jahat sih gak mikirin aku. Padahal aku mikirin kamu terus!" ucap Sayla.
"Gak untuk sekarang cewe jalang! Dimana-mana juga bagusan Kinan dari pada lo!" ucap Aira.
"Aira diam aja ya. Lo juga dulu yang jodoh-jodohin gue sama kakak lo!" ucap Sayla.
"Hello, gue? lo kali yang kecentilan!" ucap Aira. "Kak Ken yuk pulang, ada mak lampir di depan!" ucap Sayla. Ken pun mengangguk dan masuk ke dalam mobilnya.
"Sayang! Ken!" panggil Sayla tapi Ken seperti sengaja tidak mendengarnya. Saat mobil Ken sudah cukup jauh, Sayla menarik Kinan ke taman belakang.
"Apa?" tanya Kinan.
"Heh lo, udah untung lo hilang. Kenapa balik lagi? Menyusahkan hidup gue!" ucap Sayla.
"Hidup-hidup anda, kenapa saya yang harus peduli?" tanya Kinan.
"Oh, lo emang harus perduli sama hidup gue karna gue saudara kembar lo!" ucap Sayla.
"Memang anda saudara kembar saya, tapi sikap anda tidak seperti saudara kandung saya, melainkan seperti ibu tiri saya!" ucap Kinan langsung masuk kedalam rumah.
"Apa lo bilang?!" teriak Sayla tapi Kinan pura-pura tidak mendengarkannya.
"Woi Kinan, tuli ya lo!" teriak Sayla.
•••
"Kenapa?" tanya Ken.
"Kak, ulang tahun Kinan rupanya dekatan sama ulang tahun kakak." ucap Aira.
"Terus?" tanya Ken.
"Ih kak, kalau Kinan ulang tahun harus di kasih hadiah. Sekarangkan tanggal 29 agustus, kakak ulang tahun satu september. Kalau Kinan sepuluh september." ucap Aira.
"Beda sepuluh hari." ucap Ken.
"Iyaa, makanya kakak harus kasih dia hadiah istimewa!" ucap Aira.
"Mobil?" tanya Ken.
"Enggak, Kinan gak suka hal-hal yang terlalu mewah." ucap Aira.
"Emang kenapa kakak harus kasih hadiah sama dia?" tanya Ken.
"Astagfirullah kak Ken!" ucap Aira terkejut. "Ya allah maafkanlah kakak Aira yang satu ini ya allah." ucap Aira sambil mengadahkan kedua tangannya.
"Kakak gak peka apa gimana sih? Jelas-jelas dari sifat kakak, kakak suka sama Kinan kan?" tanya Aira. Ken diam saja.
"Kenapa Ai sama Morgan bilangnya kakak suka sama Kinan? Atas dasar apa?" tanya Ken.
"Kak Morgan juga? Fiks emang Ai gak salah tebak kali ini. Kak Ken suka Kinan!" ucap Aira.
"Gak, siapa yang suka sama dia." bantah Ken.
"Nanti kakak nyadar sendiri. Oh ya kak, kalau kakak mau dapatin Kinan mending cepat-cepat tembak Kinan. Kayaknya dia mau di jodohin sama kak Verrel." ucap Aira
"Lah emang Verrelnya mau?" tanya Ken.
"Siapa yang gak mau sama Kinan. Dia cantik, manis lagi. Kalau Ai cowo, udah lama Ai tembak dia kak." ucap Aira. Ken tampak diam dan berpikir keras. Aira yang melihat ekspresi Ken pun senang karna bisa mengompori kakaknya. Jarang ia bisa mengompori kakaknya karna kakaknya itu orang yang keras kepala.
•••
"Tapi Kinan masih sekolah Dad." ucap Kinan.
"Kalian tunangan dulu, nanti kalau Verrelnya udah selesai sama kuliahnya baru kalian nikah." ucap Ezra.
"Apa Kinan gak terlalu dini Dad?" tanya Kinan.
"Daddy rasa kamu gak terlalu dini. Kamu bulan besok udah tujuh belas tahun kan? Daddy rasa fine-fine aja." ucap Ezra.
"Kenapa gak sama Kak Ken aja Dad?" tanya Kinan.
"Ken Anggara? No, No. Sampai kapan pun daddy gak akan setuju kedua anak perempuan daddy sama dia karna dia dari keluarga Anggara!" ucap Ezra.
"Kenapa Dad benci banget sih sama keluarga Anggara?" tanya Kinan.
"Ada masalah masa lalu yang masih diungkit terus oleh Rey Anggara sehingga keluarga Prince dan keluarga Anggara selalu bertengkar." ucap Ezra. Kinan mengangguk.
"Dad pergi dulu ya. Nanti kita adain pertemuan antara keluarga kita dan keluarga Verrel." ucap Ezra. Kinan mengangguk setuju. Ezra pun tersenyum lalu pergi.
•••
"Nah ini kan enak gua punya apartemen sendiri. Gak ada yang ngatur gua dan gak ada yang seenaknya sama gua. Sekarang tinggal mikirin uang kuliah gua." ucap Morgan. Ia pun membuka tabletnya dan melihat informasi tentang beasiswa di Universitas Indonesia.
"Gua mau ke UGM apa UI?" tanya Morgan. "Coba dua-duanya aja." ucap Morgan. Morgan pun mengambil pendaftaran jalur beasiswa. Ia hanya perlu mengumpulkan data-data yang di perlukan lalu tes.
"Gua bakalan ambil Manajemen dan bisnis. Mayan bisa meningkatksn usaha hotel dan cafe gua." ucap Morgan. Morgan pun langsung menekan login dan berhasil masuk kedalam daftar calon penerima beasiswa.
"Oke selesai, sekarang gua enaknya ngapain ya?" tanya Morgan. "Gua chek hotel gua lah. Kali aja ada masalah yang tidak dapat di selesaikan." ucap Morgan. Morgan pun menukar bajunya menjadi stelan kantor membuatnya tiga tahun lebih tua. Ia memakai semua yang biasa di pakainya saat akan ke hotel. Berbeda dengan cafe, jika ingin ke cafe Morgan hanya memakai pakaian santai.
Setelah siap ia pun pergi menggunakan mobil barunya menuju hotelnya.
"Enak juga tinggal sendiri. Gak perlu gua sembunyi-sembunyi buat pergi ke hotel." ucap Morgan.
•••Bersambung....
Hai-hai Author udah up ni. Jangan lupa dukungan untuk author ya. Like, vote, hadiah, comment dan rate lima 😄