
"Kita akan meretas mereka." ucap Morgan. Tangan Morgan mulai lihai menari diatas laptop Ken. Semuanya juga ikut membantu Morgan.
Mereka mencari informasi dan file-file yang di perlukan Morgan.
"Apa ini?" gumam Raylo. Raylo pun membuka file itu.
"Sial aku kena perangkat pemeras." ucap Raylo. Morgan pun melihat laptop Raylo. Raylo berdiri dari kursinya dan membiarkan Morgan mengatasinya.
"Kalau dalam 3 jam kita gal nyelesaikan kode kuncinya semua file keluarga Prince akan hilang." ucap Morgan.
"Gimana nyelesaikannya?" tanya Raylo.
"Kita selesaikan kode kuncinya atau berikan mereka uang 30 Miliar." ucap Morgan.
Sepertinya perangkat ini bukan dari Andrew. Aku tidak akan membiarkan Prince Grup Bangkrut. batin Morgan.
"Kalau File Prince Grup hilang, otamatis Prince Grup akan bangkrut juga seperti Bagaskara Grup." ucap Morgan.
"Tolong selesaikan." ucap Raylo.
"Lu yakin bisa Gan? Itu kode kuncinya panjang." ucap Ken. Morgan mengangguk.
"Gua perlu kalian untuk cari informasi, file-file dan potongan kode kunci. Gua akan berusaha untuk menyambungkan kodenya." ucap Morgan. Mereka mengangguk dan mencari apa yang di suruh Morgan.
Sudah lama mereka mencari tapi tidak ada yang mereka dapat.
Sial, siapa yang membuat perangkat pemeras ini! batin Morgan.
Sudah 2 jam lebih mereka mencari dan akhirnya Ken mendapatkan sesuatu.
"Gua dapat." ucap Ken. Ken pun mengambil flasdicknya dan memberikannya kepada Morgan. Waktu mereka tinggal 5 menit lagi.
"Morgan gua mohon lu harus bisa." ucap Raylo. Morgan mengangguk. Morgan melihat apa saja yang Ken dapatkan dan otaknya langsung bekerja.
Akhirnya. batin Morgan. Ia mengetik kode kunci yang berada di otaknya. Dan..
Tak!
Satu tekanan Enter menyelamatkan semuanya.
"Selesai." ucap Morgan. Mereka semua bernapas lega.
"Thanks Morgan." ucap Raylo. Morgan mengangguk.
Sepertinya gua tau siapa pelakunya. batin Morgan.
"Lu bisa lacak siapa pelakunya?" tanya Ken.
"Mudah, siapa peretas handal diantara kita selain gua?" tanya Morgan. Pikiran mereka langsung tertuju pada satu Orang.
"Sial, kenapa dia bisa tau kalau kita lagi panik?" tanya Raylo.
"Gua rasa kalian tau siapa orangnya. Sekarang kita selesaikan masalah Bagaskara Grup." ucap Morgan. Tapi sebelum ia berpindah tempat duduk Morgan ambruk.
"Morgan!" ucap mereka terkejut.
"Bawa ke kamar atas!" ucap Ken. Mereka mengangkat Morgan dan membawanya ke kamar atas.
"Gimana Bagaskara Grup?" tanya Elang.
"Kita harus selesaikan sendiri. Kita maklumkan Morgan yang mudah lelah, sepertinya mualnya cukup parah." ucap Ken.
"Bahaya, saham Zaynco Grup kena imbas." ucap Verrel.
"Bukan Zaynco Grup aja. Jafe Grup juga mulai kena imbas." ucap Verrel.
"Jafe dan Zaynco Grup juga?" tanya Mereka. Verrel mengangguk.
"Kita harus hubungi Om Axel!" ucap Rey. Elang mengangguk. Rey pun menelpon Nino. Tak berapa lama kemudian Axel, Nino, Reano, Zyan, Ciko, Dave, Razor dan Arzi datang. Mereka semua akan membantu Bagaskara, Zaynco dan Jafe Grup.
"Sial, sekarang Dirgantara Compeny ikutan kena!" ucap Verrel.
"Serangan mereka dasyat. Udah 4 perusahaan yang kena." ucap Reano.
"Re, gua bakalan coba naikkan sahamnya. Lu dan yang lain cari informasi!" ucap Zyan. Elang pun membantu Papanya untuk menaikkan saham. Keluarga Bagaskara terkenal karna keahlian mereka dalam hal-hal meretas dan menghack. Mereka sangat handal dalam komputer.
"Elang, kamu cari siapa dalangnya. Lacak mereka." ucap Zyan. Elang mengangguk.
"Argh, Gerdion Grup juga ikutan kena!" ucap Leon.
"Sudah 5 perusahaan. Kita harus terus menaikkan sahamnya. Gua sama Elang akan melacak mereka." ucap Zyan. Mereka mengangguk.
"Di pastikan kita semua bakalan kena dan yang terakhir adalah Anggara Crop atau MZB Grup." ucap Ciko.
"Tunggu, kenapa semua investor menarik investasinya dari Diano Grup?" tanya Galang.
"Saham kita juga turun." ucap Gilang.
"6 perusahaan." ucap Dave.
"Arlata Crop juga." ucap Revan.
"7 perusahaan." ucap Reano.
"Semua pemegang saham Anggara Crop meminta kompensasi?!" ucap Ken.
"Apa?!" tanya Reano dan Rey. "Kompensasi apa?" tanya Rey.
"Gak tau Yah, mereka minta semacam kompensasi." ucap Ken.
"Tinggal MZB Grup dan Prince Grup." ucap Reano.
"Kita juga kena masalah, File-file kita belum pulih seutuhnya. Kalau udah pulih, kita bisa minta bantuan partner kita. Atau minta bantuan kerajaan sekalian karna ini menyangkut keluarga pasti kerajaan mau bantu." ucap Razor.
"Jangan bawa kerajaan. Kerajaan fokus saja dengan politik dan kita fokus dengan bisnis." ucap Reano. Razor mengangguk.
"Baru kali ini Anggara Crop bisa turun di posisi kedua. Biasanya Anggara Crop berada di posisi pertama dan baru pertama kalinya 9 perusahaan besar mengalami masalah sebesar ini. Yang berani berbuat seperti ini berarti berada diatas kita." ucap Reano.
"MZB Grup?" tanya mereka secara bersamaan.
"Cuman MZB Grup yang tidak kena masalah. Dan hanya mereka yang bisa naikkan saham kita kembali. Kita harus cari Presdirnya!" ucap Reano.
"Melvin?" tanya Rey.
"Palsu!" ucap Reano. "Kita harus cari yang Asli. Dan dapat di pastikan dia benci dengan keluarga Bagaskara karena keluarga Bagaskara yang ia serang pertama dan kita hanya kena imbasnya." ucap Reano.
•••Bersambung...
Benarkah MZB Grup yang membuatnya?
Keluarga Bagaskar hebat juga ya. Satu keluarga pintar dalam komputer.
Jangan lupa like, comment, Hadiah, vote, rate 5 dan share yaa 😄😄