
"Gimana?" tanya Rey.
"Aira hamil Yah dan Kak Morgan yang ngidam." jawab Aira.
"Morgan, selamat merasakan menjadi seorang ibu hamil ya." ucap Raisa.
"Brisik lu Sa. Lu nikah besok ngidam juga." ucap Morgan.
"Yah, baperan." ucap Raisa.
"Kalau kata orang, kalau lagi ngidam itu perasaannya memang sensitif. Jadi kita bakalan puas ngerjain Morgan sampai nangis." ucap Verrel
"Gua gampar lu pada!" ucap Morgan
"Dih baperan, kita bercanda padam." ucap Verrel.
"Apa tuh padam." tanya Eric
"Papa ngidam, yakkk!" ucap Verrel senang dan bertos dengan Eric.
"Sabar-sabar jangan kebawa emosi." ucap Aira.
"Habis kesabaran kakak, Ai." ucap Morgan.
"Udah ah, gak usah di ganggu kak Morgannya. Kalian jail banget!" ucap Aira.
"Ganggu dia enak Ai, kita gak bohong." ucap Verrel.
"Pokoknya jangan di ganggu!" ucap Aira.
30 menit kemudian Stella dan Bulan keluar dari ruang operasi Ken. Bulan dan Stella mengangguk menandakan operasi berhasil.
Operasi Ken sudah selesai, tapi tidak ada tanda-tanda dari operasi Arkan. Mereka terus menunggu operasi Arkan.
"Aira kamu harus banyak istirahat biar kamu sehat oke." ucap Bulan. Aira mengangguk.
"Enak kali ya makan bakso." ucap Morgan.
"Lu ngidam bakso?" tanya Verrel.
"Beliin gua napa Rel. Lu kan baek sama gua." ucap Morgan.
"Ogah, beli sendiri." ucap Verrel.
"Jahat lu ah, Ric beliin." pinta Morgan.
"Apa fungsi kaki?" tanya Eric.
"Untuk berjalan." jawab Morgan polos.
"Tu tau, lu pergi beli sendiri sana. Lu yang ngidam kita yang susah." ucap Eric.
"Parah lah kalian berdua. Gua beli depan rumah sakit lah!" ucap Morgan berdiri dengn kesal.
"Ikutt!" ucap Aira. Mereka pun makan bakso berdua.
"Dia yang ngidam kita yang susah. Heran mah gua." ucap Verrel.
Sepulangnya Morgan dan Aira dari makan bakso, Eliza dan Risa keluar dari ruang operasi Arkan.
"Gimana?" tanya Gilang. Mereka berdua tersenyum.
"Arkan kuat banget. Padahal dua peluru itu cukup dalam tapi dia bisa bertahan." ucap Risa.
"Alhamdulillah." ucap Gilang. Ruby senang dan langsung memeluk Gilang dengan erat.
"Kita bakalan pindahin Arkan dan Ken dalam satu ruangan biar mereka gak kesepian." ucap Risa. Mereka pun setuju.
"Kalian boleh masuk untuk menjenguk besok. Karna mereka berdua perlu istirahat full hari ini." ucap Eliza. Mereka mengangguk setuju. Mereka pulang karna Arkan dan Ken akan di jaga oleh Bulan, Eliza, Stella dan Risa. Tak lupa para pengawal yang akan melindungi mereka dari Logan dan Sayla.
"Morgan tunggu!" ucap Stella, tapi tak di hiraukan Morgan. Aira berusaha membuat Morgan berhenti dan berhasil.
"Mwo?" tanya Morgan.
"Temui Mama dulu. Kasian." ucap Aira. Morgan menggeleng.
"Akhirnya kamu berhenti Gan." ucap Stella.
"What?" tanya Morgan.
"Masih marah sama mama?" tanya Stella.
"I don't know." jawab Morgan malas. Aira mencubit pelan Morgan.
"Dosa loh marah sama orang tua lebih dari 3 hari." ucap Stella.
"Terus?" tanya Morgan.
"Ya, kamu gak boleh marah sama Mama lebih dari 3 hari." ucap Stella. "Mama tau rahasia terbesar kamu." ucap Stella.
"Terus? Mama mau bocorkan ke publik? Silahkan tidak jadi masalah!" ucap Morgan langsung pergi.
"Ma, nanti Aira coba bantu Mama ya. Kak Morgan mungkin lagi gak Mood. Nanti Aira bantu ngomong." ucap Aira.
"My Dear!" panggil Morgan.
"Iyaa bentarr!" jawab Aira.
"Chagiaa!" panggil Morgan lagi.
"Iya sabarr!" ucap Aira
"Pasti Ma." ucap Aira. Morgan pun kembali dan menggenggam tangan Aira. Lalu pergi begitu saja.
"Kenapa sih? kan Mama baik mau minta maaf." ucap Aira.
"Ai, Mama udah aku maafin kok, Tapi kalau lukanya belum sembuh mau gimana lagi?" tanya Morgan.
"Coba menerima perlahan kak. Jangan gini." ucap Aira.
"Hm, kakak coba kapan-kapan." ucap Morgan.
"Jangan kapan-kapan! Harus sekarang!" ucap Aira.
"Iya bawel!" ucap Morgan mencubit hidung Aira.
•••
"Ini kamar Ken, kamu di sini dulu ya." ucap Mita.
"Makasih Nek." jawab Kinan. Mita tersenyum lalu pergi.
Kinan masuk ke kamar Ken. Kamar yang begitu rapi dan punya kesan yang elegan. Sangat cocok untuk kamar seorang laki-laki.
Kamar Ken rapi tidak seperti kamar Raylo yang berantakan seperti kamar laki-laki pada umumnya. Semua barang Ken tertata rapi, semuanya termasuk jam tangan, pakaian kantor dan sepatu Ken.
Kak Ken orangnya rapi banget. Kamarnya harum lagi. batin Kinan.
Kinan pun membuka lemari Ken. Ia mencari tempat kosong untuk bajunya. Setelah ketemu ia pun meletakkan semua baju yang ia bawa dengan rapi di dalam lemari. Setelah itu Kinan mandi dan istirahat. Karna besok ia akan merawat suaminya di rumah sakit.
Pagi harinya Kinan sudah bersiap untuk pergi ke rumah sakit untuk merawat Ken. Ia telah menyiapkan semua perlengkapan Ken. Setelah semuanya siap, Kinan pergi ke rumah sakit bersama dengan Mita.
•••
"Kakak bisa kerja?" tanya Aira.
"Bisa, santai aja Ai." ucap Morgan.
"Nanti bos kakak marah. Kakak kerja bawa aku terus mual-mual buat pegawai lain keganggu." ucap Aira.
Mereka berani terganggu? mereka akan aku pecat Ai. batin Morgan.
"Dah yuk berangkat." ucap Morgan
"Itu teman kakak yang namanya Andrew gak datang? biasanya berangkat kerja bareng." ucap Aira.
Teman apa, itu asisten kakak Ai. batin Morgan
"Kakak udah hubungin dia biar dia berangkat sendiri." jawab Morgan. Aira mengangguk. Mereka pun masuk ke mobil. Morgan menjalankan mobilnya perlahan karna takut Aira kenapa-napa.
25 menit kemudian mereka sampai. Andrew membukakan pintu untuk Morgan. Aira mulai curiga dengan Morgan. Pasalnya, penampilan Morgan seperti sengaja di bedakan dengan penampilannya sehari-hari.
Morgan membukakan pintu untuk Aira. Seluruh pegawai wanita yang suka dengan Morgan kaget karna Morgan membawa wanita cantik di sampingnya.
"Andrew apa jadwal saya hari ini?" tanya Morgan.
"Akan ada rapat saham 30 menit lagi tuan." jawab Andrew. Aira semakin curiga dengan kata 'Tuan' dari Andrew Untuk Morgan.
Setaunya CEO memang punya asisten pribadi tapi rapat saham biasanya di hadiri oleh presiden direktur dari perusahaannya.
Gak salah lagi, Perusahaan terbesar nomor dua se-Asia adalah punya kak Morgan pribadi tanpa campur tangan keluarga Bagaskara. Hebatnya kak Morgan bisa ngalahin perusahaan dan kekayaan keluarganya sendiri. batin Aira.
"Yuk masuk." ucap Morgan menggenggam tangan Aira. Semua pegawai mengangguk tapi tak di sahuti Morgan. Morgan pun naik lift khusus dirinya yang langsung tiba di depan pintu ruangannya.
Aira makin kaget karna dugannyan benar.
Presdir? Presiden Direktur? Batin Aira. Morgan setia menggenggam tangan Aira agar Aira tidak kaget.
Morgan masuk bersama Aira. Aira semakin kaget dengan papan nama di meja Morgan.
Presdir, Morgan Ziondi tidak ada nama Bagaskara di belakangnya? batin Aira
"You Know? Gak ada yang boleh masuk di ruangan ini selain Andrew." ucap Morgan.
"Terus kalau pegawai kamu minta tanda tangan sesuatu?" tanya Aira
"Melalui Andrew. Mereka cuman tau nama ku Mr. M" ucap Morgan.
"Aku kira kakak CTO, CCO atau CEO. Rupanya lebih tinggi." ucap Aira.
"Jangan kaget, kasian Morgan junior." ucap Morgan.
"Aku gak kaget, aku cuman memastikan aja dugaan aku benar apa gak. Eh rupanya lebih dari benar." ucap Aira.
"Yaudah kamu duduk dulu di sana. Aku udah suruh Andrew beli buku buat kehamilan. Nanti waktu aku meeting kamu baca aja bukunya. Kalau ngatuk tidur aja di sana. Kalau lapar telpon andrew ya." ucap Morgan.
"Gimana caranya?" tanya Aira. Morgan pun menjelaskan cara memanggil Andrew. Aira mengerti.
•••Bersambung...
Author udah up panjang ni. Mana nih dukungannya sepi banget. Like, comment, hadiah, vote, rate 5 dan share yaa jangan lupaa 😊😊