Ken & Kinan

Ken & Kinan
Kinan suka Ken?



"Gak-gak. Aku gak setuju Ken sama Kinan. Aku aja gak setuju Ken sama Sayla lah ini sama Kinan. Mereka berdua anak Ezra. Kalau pun kamu paksa, aku gak bakalan mau." ucap Rey.


"Siapa yang maksa sih Kak. Bulan kasih pendapat Bulan. Menurut Bulan Kinan itu anaknya baik." ucap Bulan.


"Lah, mana tau aja dia sebelas dua belas sama Sayla gimana?" tanya Rey. "Untung aja waktu itu aku datang tepat waktu, kalau gak kamu udah nikah sama orang yang udah punya anak di luar nikah pura-pura gak ngelakuin pula. Setelah ada bukti baru ngaku!" ucap Rey.


"Kakak ngomong apa? Emang awalnya kak Ezra gak tau kalau Raylo anaknya kan." ucap Bulan.


"Udah sayang, jangan bertengkar cuman karna Si pembinor Ezra. Sekarang mending Ken sama yang lain dulu. Sama Raisa atau siapa gitu asal jangan sama anaknya Ezra." ucap Rey.


"Kak Rey, jangan terlalu benci sama orang. Nanti bisa kebalik lo. Buktinya udah banyak ni." ucap Bulan meledek Rey.


"Dih amit-amit." ucap Rey. "Yaudah aku mau ke kantor dulu, mau liat cara kerja serbuk berlian. Bisa-bisanya dalam setaun Anggara Crop maju pesat dalam naungan si serbuk berlian." ucap Rey.


"Liat bundanya dong. Bundanya kan pintar." ucap Bulan.


"Bulan ku sayang, kita udah pernah bicarain ini lo. Kalau gitu aku berangkat dulu ya honey." ucap Rey sambil mencium kening Bulan dan tersenyum lalu pergi.


•••


Akhirnya ujian kenaikan kelas sudah selesai. Seminggu ujian itu berlangsung, seminggu pula Kinan dan Ken terus menerus bertemu seolah memang jalan takdir untuk mempertemukan mereka.


"Kinann!" panggil Aira.


"Ada apa Ai?" tanya Kinan.


"Balik sama aku yukk. Kita pergi shooping dulu abis itu nanti aku antar sampai rumah keluarga Prince gimana?" tanya Aira.


"Tapi.." belum selesai Kinan dengan kalimatnya, Aira sudah memotongnya.


"Aku traktir. Liat ni aku dapat black cardnya kak Ken. Jarang-jarang lo seorang Kenzard Anggara memberikan Black Cardnya sama Aira nan cantik ini." ucap Aira. Kinan diam.


"Kak Ken ikut juga, dia udah di depan." ucap Aira.


"Hah? Lagi?" tanya Kinan.


"Lah kenapa?" tanya Aira. Aira langsung konek ketika pipi Kinan memerah.


"Cieee, suka sama Kak Ken ya. Wah berita menggemparkan ni." ucap Aira.


"Pann sih!" ucap Kinan.


"Suka sama kak Ken kan? Bilang iyaa soalnya aku udah yakin!" ucap Aira kesenangan sendiri.


"Enggakk!" jawab Kinan dengan pipi yang semakin memerah.


"Lah iya suka sama Kak Ken. Tenang aja aku bantu kok beb. Aira selalu setia dengan Kinan." ucap Aira. Aira pun menarik Kinan untuk masuk kedalam mobil Ken.


"Ya ampun kak, jahat banget sama Ai." ucap Aira. "Ga boleh galak-galak, bentar lagi kakak kan ulang tahun yang ke dua puluh. Nanti jadi ulang tahun yang ke empat puluh gimana?" tanya Aira.


"Enggak lah, tua banget." ucap Ken.


"Nah, makanya jangan marah-marah. Antarin aja Ai sama Kinan belanja." ucap Aira.


"Terserah." ucap Ken.


•••


"Jadi mau kalian apa? Morgan capek juga di giniin terus Ma, Pa!" ucap Morgan berusaha menahan emosinya.


"Kita mau kamu bertanggung jawab, itu aja kok." ucap Stella.


"Kurang tanggung jawab apa Morgan Ma? Oke kalau Morgan selalu buat masalah, tapi Morgan selalu tanggung jawab kok. Tapi kenapa kalau Logan yang buat masalah kalian yang selesaikan? Kenapa enggak dia sendiri yang selesaikan?" tanya Morgan.


"Memang apa bedanya aku sama Logan? Wajah kami sama, Sifat kami hampir sama, kami lahir di hari, tanggal, dan bulan yang sama!" ucap Morgan sudah tidak bisa menahan emosinya.


"Kalau kalian cuman butuh Logan, oke Morgan pergi dari rumah ini. Lagian kalian cuman perlu satu anak laki-laki dan bukan dua kan? Sebenarnya Jafe Grup bisa aja di pimpin sama Maura, tapi kalian malah kasih ke Morgan agar Morgan kesulitan karna Morgan gak pernah mempelajari apapun tentang Jafe Grup!" ucap Morgan.


"Jadi, kalian ingin Morgan pergi kan? oke Fine!" ucap Morgan pergi sambil menyeret kopernya keluar dari kediaman keluarga Bagaskara.


"Morgan!" teriak Elang tapi tidak di sahuti oleh Morgan.


"Biarin aja, biar dia tau kesalahannya di mana." ucap Stella.


"Ya gak gini juga caranya Stel. Kasian Morgan dia merasa di banding-banding kan!" ucap Elang.


"Biarin dia merenung." ucap Stella.


"Tapi, Stel! Stella!" panggil Elang.


•••


"Pasti mereka senang. Tenang aja, gua bakalan sukses dengan kerja keras gua sendiri. Dengan uang di atm gua, gua bisa beli satu apartemen dan satu mobil." gumam Morgan.


Liat Logan, saat gua di marahi dia diam aja. Tapi saat dia yang di marahi kenapa gua bisa ikut andil dan akhirnya gua yang di hukum. Emang gua terlalu baik banget sama Logan. batin Morgan. Morgan pun pergi mencari apartemen yang sedang di jual.


Tanpa sepengetahuan keluarganya, Morgan punya bisnis cafe dan hotel. Dari sanalah uang di atmnya menjadi banyak. Ia mengumpulkannya untuk masa depannya nanti jika suatu saat terjadi hal seperti ini.


•••Bersambung...


Haii-haii author udah up ya. Jangan lupa Like, Comment, vote, hadiah dan rate 5 yaa. 😆😆