
"Seminggu lagi Om? Apa gak kecepatan?" tanya Morgan. Setelah kejadian kemarin, Rey menelpon Morgan untuk membicarakan pernikahannya dengan Aira.
"Kenapa? Katanya kamu bisa bahagiakan Aira. Ya cepat-cepat nikahin dia." ucap Rey.
"Om, Morgan masih berantem sama keluarga Bagaskara. Siapa wali dari pihak Morgan?" tanya Morgan.
"Ada Zyan, Kakek kamu dan Verly Nenek kamu." jawab Mita.
"Emang kakek mau? Kan Morgan lagi bertengkar hebat dengan Papa dan Mama. Dan berdasarkan peraturan keluarga Bagaskara, Morgan ini bukan lagi anak dari keluarga Bagaskara, karna Morgan udah di usir." ucap Morgan.
"Terkecuali kamu." sahut Zyan.
"Sejak kapan kakek di sini?" tanya Morgan.
"Sejak tadi." jawab Zyan. "Tenang aja, Nenek dan Kakek akan menjadi saksi untuk kamu. Menikahlah dengan Aira." ucap Zyan.
"Tapi Ken gimana? emang dia mau dilangkahi sama adiknya?" tanya Morgan.
"Gak apa-apa. Sebulan setelah kalian nikah, dia juga bakalan nikah sama Kinan. Tapi kalau dia gak mau nunggu selama sebulan, yaudah pernikahan dia batal sama Kinan." ucap Rey.
"T-tapi kalau Aira hamil, gimana sekolahnya?" tanya Morgan.
"Ya kalau dia hamil, dia home schooling. Tapi kalau kalian mau nunda dulu ya gak apa." ucap Rey.
"Gak boleh, Untuk Aira ini pertama kalinya. Dia gak boleh minum pil KB atau rahimnya tidak akan subur dan kalau kamu pakai pengaman, itu tidak akan membuat mu bisa puas." ucap Bulan.
"Lagian siapa yang mau nunda Bun?" tanya Aira. Mereka semua terkejut dengan perkataan Aira termasuk Morgan.
"Maksudnya?" tanya Morgan.
"Ya kalau seandainya Aira hamil, kan Aira bisa home schooling. Jadi pelajaran Aira gak bakalan keganggu." ucap Aira. "Lagian kak Morgan udah kerja, jadi kebutuhan babynya pasti terpenuhi." lanjut Aira
Morgan senang mendengar perkataan bijak dari Aira.
"Yah, emang gak bisa Ken nikah duluan?" tanya Ken.
"Setuju atau gak sama sekali Ken." ucap Rey. Ken pun diam dan hanya mendengarkan diskusi mereka tentang pernikahan Morgan dan Aira yang membuatnya kesal.
•••
"Bunuh dia sebelum pernikahannya, bunuh Morgan Bagaskara." ucap seorang pria.
"Logan!" teriak Stella.
Plak!
Tamparan kuat di berikan oleh Stella kepada Logan.
"Ternyata benar itu kamu. Kamu otak dari rencana pembunuhan Morgan!" ucap Stella. Logan mengangkat kepalanya dan tersenyum miring.
"Emang salah Logan pengen dia pergi dari dunia ini?" tanya Logan.
"Jelas salah! Kalian saudara kembar, kalian saling terikat. Selama ini kalian akur-akur saja dan kenapa sekarang saling membunuh?!" tanya Stella.
"Aku hanya muak kepadanya Ma. Dia bertingkah seolah dia paling sedih di dunia ini. Padahal hanya akting!" ucap Logan.
"Atas dasar apa kamu bilang kayak gitu sama Morgan? dia anak baik-baik!" ucap Stella.
"Jadi kamu anak angkat yang di maksud Kevin waktu itu?" tanya Stella.
"Ya itu aku, tapi perkataan Kevin Arlata sebelum meninggal, yaitu ('Silahkan bunuh aku, maka dia akan mengacak-acak hidup kalian') itu bukan aku, tapi salah satu dari cucunya sendiri." ucap Logan kemudian pergi. Stella terdiam. Kenapa saat Kevin Arlata meninggal banyak sekali teka-teki yang harus di pecahkan.
"Cucunya sendiri? Eric, Arkan, atau Verrel?" tebak Stella bingung.
•••
"Apa?" tanya Kinan.
"Lama banget nunggu sebulan lagi." ucap Ken.
"Sabar aja, waktu itu cepat berlalu kok. Pasti kak Ken gak bakalan terasa." ucap Kinan.
"Tapi menurut aku waktu berjalan lebih lambat dari biasanya. Bulan depan itu lama banget." ucap Ken
"Masih untung di restuin kan, kalau enggak?" tanya Kinan.
"Ya aku ajak kamu kawin lari. Kalau kamu gak mau, kamu aku culik dan aku memaksa kamu untuk nikahin aku." ucap Ken.
"Kalau aku lari?" tanya Kinan.
"Kamu gak akan bisa lari dari aku." ucap Ken.
"Oh ya? Mari kita lihat aja nanti!" ucap Kinan.
•••
"Kenapa perginya sekarang? Kan udah di siapin sama Bunda dan Ayah." ucap Aira.
"Untuk cincin sama gaun, pilih sendiri Ai. Makanya kakak ajak sekarang. Kalau besok mungkin gak bakalan siap." ucap Morgan.
"Kan ada butik Bunda, mereka udah mulai siapin bajunya kok. Udah aku pilih juga sekalian buat kamu." ucap Aira.
"Bagus lah, kita tinggal milih cincin." ucap Morgan.
"Kok lesu banget, cape ya?" tanya Morgan sambil mengelus kepala Aira lembut. Aira pun memeluk Morgan erat.
"Mau es krim By?" tanya Morgan. Aira mengangguk. "Yaudah kesana yuk." tunjuk Morgan kepada salah satu toko Es krim. Aira kembali mengangguk.
Mereka pun pergi ke toko es krim itu dan memesan beberapa es krim.
"Mulai besok kamu istirahat aja. Besok Aku mau antar uang buat pernikahan Kita, jadi kamu gak perlu mikir biaya lagi ya." ucap Morgan tersenyum. Aira memeluk Morgan.
"Kak, Ai masih takut masalah kakak tertembak kemarin. Jangan main pistol lagi ya, Aira takut." ucap Aira. Morgan mengelus rambut Aira.
"Kakak usahakan ya. Dan kamu jangan takut, kakak selalu ngelindungi kamu sampai titik darah penghabisan." ucap Morgan.
•••Bersambung...
Ini yang mau ngebunuh Morga itu Logan, tapi penerus Kevin siapa? Kok Author bingung.
Nah jangan lupa ni, Episode selanjutnya akan ada kondangan, datang semua ya readers. Makan gratis dari Sultan kita 🤣🤣