Ken & Kinan

Ken & Kinan
Kau?!



Kinan dan Ken sedang berjalan-jalan di taman rumah sakit. Ken yang seharusnya melaksanakan misinya bersama Morgan, malah mesra-mesraan dengan Kinan.


"Honey, ada yang susah gak pelajarannya? jangan lupa, aku ini si pintar." ucap Ken


"Iya aku tau kamu itu si serbuk berlian dan si pintar. Tapi pr aku sekarang mudah kok." ucap Kinan.


"Tadi katanya Aira susah, ya aku mau bantu." ucap Ken.


"Nanti ya, kalau udah ketemu yang susah baru aku kasih tau ke kamu." ucap Kinan. Ken mengangguk.


"Udah malam kan? Kamu harus melaksanakan misi." ucap Kinan.


"Astagfirullah, lupa. Aku kalau udah sama kamu, jadi lupa segalanya." ucap Ken. Kinan tertawa mendengar perkataan Ken. Baru kali ini ia mendengar Ken menggombal, tapi gombalan itu sudah basi.


"Udah masuk sana." ucap Kinan. Ken mengangguk.


"Aku masuk dulu ya sayang. Kamu pulang sama Aira. Aku gak mau kamu ikutan misi ini juga." ucap Ken. Kinan mengangguk.


•••


"Ai, kenapa diam gitu?" tanya Morgan.


"Aira khawatir kalau kak Morgan kenapa-napa." ucap Aira.


"Gak usah khawatir dong. Kakak kan Strong." ucap Morgan.


"Aura khawatir kalau kakak megang pistol lagi! Jangan pengang pistol lagi kak. Aira khawatir!" ucap Aira.


"Segitu khawatirnya?" tanys Morgan. Aira mengangguk.


"Jangan terlalu di pikirkan. Khawatirin aja Logan. Khawatirin juga, gimana cara kamu jadian sama Logan." ucap Morgan


"Aira gak mau sama kak Logan." ucap Aira.


"Terus maunya sama siapa? Kak Morgan?" tanya Morgan bercanda.


"Kalau iya gimana?" tanya Aira.


"Mwo?!" ucap Morgan terkejut.


"Kok kakak bisa bahasa korea?" tanya Aira mengalihkan topik.


"Bisa, kakak belajar dari Verrel." jawab Morgan. Sedetik kemudian, ruangan rawat Morgan hening. Baik Morgan dan Aira sama-sama canggung.


"Maksudnya mau sama kakak gimana?" tanya Morgan memberanikan diri.


"Y-ya mau." ucap Aira. "Kayak pacaran gitu." ucap Aira dengan nada pelan, tapi Morgan dapat mendengarnya.


"Pacaran?" tanya Morgan. Aira terkejut, Kenapa Morgan bisa mendengarkannya.


"Ee, i-iya." jawab Aira pelan.


"Tenang kakak gak bakalan aja kamu pacaran." ucap Morgan.


"Kenapa?" tanya Aira.


"Jangan jadikan kakak bahan pelampiasan. Itu sakit." ucap Morgan tersenyum


•••


"Kita masuk lewat belakang. Lalu menyelinap sebagai dokter dan suntikkan insulin itu." ucap seorang pria.


"Aku akan ikut dengan kalian." ucap bos mereka.


"Tenang saja, jika tertangkap aku akan langsung membunuhnya di depan ibunya." ucap bos mereka.


"Tapi bos, Tuan besar menyuruh kita untuk membunuh Kenzard Anggara. Tapi kenapa sasaran anda berubah menjadi Morgan Bagaskara?" tanya anak buahnya.


"Karna dia telah semena-mena dengan ku. Walau dia lebih menderita dari pada aku, tapi aku akan tetap membunuhnya. Sekalian melengkapi penderitaannya." ucap bos mereka.


"Baiklah bos, mari kita bergerak." ucap anak buahnya. Bosnya pun mengangguk.


Bos mereka masuk diam-diam sebagai dokter. Tak berlama-lama, ia langsung menyuntikkan Infus dengan insulin dosis tinggi. Saat berbalik, Ia terkejut Morgan menatapnya dengan tajam.


"Kau mau membunuh ku? Ingat aku Morgan Bagaskara. Otakku sebelas dua belas dengan Ken Anggara." ucap Morgan. Morgan mencabut paksa infus dari tangannya, sehingga tangannya berdarah.


Pria itu mundur perlahan-lahan.


"Cih, hanya pengecut yang lari." ucap Morgan.


"Kau sudah menderita, maka aku akan melengkapi penderitaan mu." ucap Pria itu.


"Aku sudah mendunganya pasti kau!" ucap Morgan. Orang itu pun berlari, tapi terlambat. Ken dan yang lainnya sudah menghadangnya dari segala sisi.


"Wah langsung dapat bosnya ni." ucap Ken. Orang itu pun menodongkan pistol.


"Jangan mendekat atau nyawa kalian tidak akan selamat!" ucap Orang itu.


"Hey, kita juga bawa senjata!" ucap Ken. Ken, Levin dan yang lainnya menodongkan senjata padanya. Mereka memakai peredam suara agar pasien di rumah sakit.


Dor!


Levin menembak kakinya, agar dia tidak bisa berjalan. Ken mendekatinya, berjongkok dan membuka penutup kepalanya.


"Kau?!" ucap Ken terkejut.


"Sayla?!" ucap mereka terkejut.


"Kenapa jadi Sayla? Orang yang aku kejar tadi Pria!" ucap Morgan.


"Tapi yang tertangkap Sayla!" ucap Ken.


"Ck, kalian tidak akan bisa menangkap otak dari pembunuhan Morgan. Dia sangat licik." ucap Sayla.


"Kau membuat malu keluarga mu sendiri!" ucap Ken.


"Biarkan saja, yang penting bekerja sama dengan dia bisa membantu ku membunuh Kinan!" ucap Sayla.


Plak!


"Sebelumnya saya tidak pernah kasar dengan seorang wanita. Tapi kau membuat emosi ku meningkat." ucap Ken dingin.


"Ken, kamu kenapa gini? Aku kan Sayla. Orang yang kamu cintai." ucap Sayla.


"Aku hanya tertipu pada tampang mu yang baik tanpa melihat tampang mu di dalam yang ternyata busuk!" ucap Ken.


Morgan masih bingung dengan apa yang terjadi. Jelas-jelas ia tadi mengejar seorang pria. Tapi kenapa yang tertangkap wanita.


Sepertinya dia mengajak ku bermain. Tenang saja, aku akan menang. Tapi suaranya yang mirip dengan Logan membuat ku sedikit tertipu. batin Morgan.


•••Bersambung....


Jadi sebenarnya pelakunya wanita apa Pria? Author juga tertipu ni.


Jangan lupa dukungannya yaa. Like, comment, hadiah, vote dan rate 5 🤗🤗