Ken & Kinan

Ken & Kinan
Setelah Kejadian



7 Bulan setelah kejadian itu, semuanya membaik. MZB Grup dan semua perusahaan mulai bekerja sama dan tidak ada yang berselisih lagi.


Aira dan Kinan masih memilih Home Schooling karna keadaan mereka sekarang. Aira hamil 8 bulan dan Kinan hamil 5 bulan.


Sedangkan Logan, Eric, dan Verrel tidak jadi kuliah. Mereka malah langsung bekerja dan mendapatkan posisi yang bagus.


Sedangkan Leon masih harus bekerja di Jafe Grup. Karna Axel yang meninggal 5 bulan lalu akibat serangan jantung. Ia harus bekerja di saat seharusnya ia istirahat seperti teman-temannya. 2 bulan berselang setelah kematian Axel, Zyan juga ikutan tiada bersama Verly karna kecelakaan pesawat.


Berbeda dengan Sayla. Ia menolak menikah dengan Logan dan akan melahirkan anaknya tanpa adanya pernikahan. Ia sepakat akan memberikan anaknya kepada Logan untuk diurus sedangkan dia pergi keluar negri untuk bersenang-senang. Itulah rencana dari Sayla.


Berbeda dengan Maudy yang akan menikah dengan Eric setelah acara kelulusan. Setelah dekat dengan Eric, Maudy malah semangat untuk menikah dengan Eric, sedangkan Verrel hanya biasa saja melihat Maudy akan menikah 1 bulan lagi.


"Hai para leadis. Gimana kelasnya?" tanya Morgan. Aira dan Kinan saat ini sedang belajar bersama. Karna mereka sekelas dan tugas mereka sama, jadi mereka memutuskan untuk belajar bersama.


"Ada yang gak ngerti." ucap Aira.


"Pelajaran apa?" tanya Morgan.


"Fisika." jawab Aira.


"Aku anak Ips sayang. Mana ngerti Fisika. Lu ngerti gak Ken?" tanya Morgan.


"Lu lupa, gua kan anak Ips juga." jawab Ken.


"Lu Gan?" tanya Morgan kepada Logan.


"Kita kan sekelas." ucap Logan.


"Oh iya lupa. Gak ada pelajaran meretas atau menghack gitu?" tanya Morgan.


"Gak ada, ya kali ada belajar kayak gitu." ucap Aira.


"Matematika deh. Kita bertiga pintar matematika." ucap Morgan.


"Matematika gua 80 woi. Pinter dari mananya?" tanya Logan.


"Eh iya kah? Jadi lu pintar apa?" tanya Morgan.


"Pinter ngehamilin anak orang." jawab Ken.


"Sembarangan lu Ken!" ucap Logan.


"Gua bicara kenyataan." ucap Ken.


"Berantem mulu. Jadi gak bantuin para istri nan cantik?" tanya Morgan.


"Gua mau main game. Bantuin dah tu istri kalian." ucap Logan pergi ke kamarnya. Sejak kejadian itu, Logan tinggal di rumah Morgan. Ia hanya malas untuk pulang kerumah. Pulang kerumah akan selalu mengingatkannya kepada Kakeknya yang selalu menasihati dan sering bermain PS dengannya.


"Selain fisika deh. Yang sejarah atau ekonomi gitu." ucap Morgan.


"Kita anak Ipa kak Morgan. Mana ada pelajaran gituan." ucap Kinan.


"Makanya sering-sering kunjungin anak Ipa." ucap Ken.


"Beda! Lu ketua osis. Pasti keliling-keliling kelas. Lah gua terkenal karna anak basket, Playboy dan idaman cewe." ucap Morgan.


"Di bandingin ama lu, gantengan gua lah." ucap Ken. Kinan memberi kode kepada Aira untuk mereka pindah ke tempat lain. Aira pun mengangguk setuju. Mereka berdua pindah ke taman belakang untuk mengerjakan tugas.


"Lah pergi." ucap Mereka berdua secara serentak.


"Elu sih ribut mulu!" ucap Ken.


"Owek.. Owek.." tagis bayi.


"Eh lu dengar suara bayi nangis gak?" tanya Morgan.


"Bayi?" tanya Ken. Mereka berdua pun diam sejenak.


"Owekk... owek..." tagis bayi lagi.


"Lah iya, Aira melahirkan kali." ucap Ken.


"Sejak main ama gua bukan makin pinter malah makin bego ni orang. Ya kali dia melahirkan tanpa teriak-teriak." ucap Morgan.


"Yaudah, yok cari sumber suaranya." ucap Ken. Morgan mengangguk. Ken dan Morgan berjalan mencari sumber suara bayi itu.


"Pintu depan." ucap Morgan. Ken mengangguk.


Dan benar saja. Ada seorang bayi di depan pintu rumah Morgan.


"Bangun-Bangun!" teriak Morgan. Dua satpam itu gelagapan dan membuka matanya.


"Udah siang masih aja tidur." ucap Morgan.


"Maaf tuan, sepertinya ada yang menaruh obat tidur di jamu kita." ucap Satpam pertama.


"Apakah kalian tau siapa yang meletakkan bayi itu?" tanya Morgan. Mereka berdua menggeleng. Morgan pun pergi dari pos satpam itu dan menghampiri Ken.


"Ada ketemu petunjuk gak?" tanya Morgan. Ken menggendong bayi itu dan memeriksa selimut bayi itu.


"Ada surat. Lu yang baca biar gua yang gendong, sekalian latihan." ucap Ken.


"Yee, kalau gitu mah gua mau juga. Aira bulan depan udah masuk bulan yang ke sembilan. Seharusnya gua yang belajar." ucap Morgan.


"Baca aja suratnya!" ucap Ken.


"To Logan. Gue udah melahirkan anak lo. Dia lahir di usia 7 bulan. Dia udah di letakkan di inkubator, setelah dari inkubator gue langsung bawa kerumah lo. Gue belum kasih nama dia. Terserah lo mau kasih nama dia apa gue gak perduli. Lo gak usah tanggung jawab karna fisik gue kuat, makanya gue bisa melahirkan di usia muda. Gue gak bakalan ambil dia lagi. Jenis kelaminnya laki-laki. Itu doang, gak usah cari gue, gue mau senang-senang!" baca Morgan.


"Wah ibu apaan gini? Gak punya hati!" ucap Morgan.


"Ponakan kita kan? Kita bawa masuk aja." ucap Ken. Morgan mengangguk.


Aira dan Kinan kaget karna Ken dan Morgan memegang bayi.


"Bayi siapa?" tanya Aira.


"Anak Logan. Tadi kita ketemu di depan." ucap Morgan.


"Di letakkan di depan aja sama Sayla?" tanya Kinan


"Iya tuh kembaran lu, gak punya akhlak sebagai seorang ibu." ucap Morgan.


"Kak Ken biar aku yang gendong." ucap Kinan. Ken memberikannya kepada Kinan. Kinan menggendongnya dengan lembut.


Logan turun dari kamarnya untuk minum.


"Logan Bagaskara. Sini bentar." ucap Morgan.


"Paan?" tanya Logan menghampiri Morgan.


"Anak lu tuh. Ni suratnya kalau gak percaya." ucap Morgan memberikan surat yang ia baca tadi. Logan pun membaca surat itu dengan seksama dan berjalan kearah bayi itu.


"Nan, biar gua yang gendong." ucap Logan. Kinan pun memberikan anak itu kepada Logan.


"Rekomendasi nama yang bagus." ucap Logan.


"Sorry, nama bagus udah gua booking untuk anak gua." ucap Morgan.


"Nama-nama yang keren udah gua booking buat anak gua, jadi lu cari sendiri aja." ucap Ken.


"Tega kalian ninggalin bayi tanpa nama. Sama aja kalian kayak Sayla yang gak mau kasih anaknya sendiri nama." ucap Logan.


"Ya terus kita harus bilang Wow gitu?" tanya Morgan.


"Ni anak, lama-lama gua gampar juga dah." ucap Logan kesal kepada Morgan dan Ken.


"Cariin nama keren Plus arti yang bagus. Readersnya juga, jangan cuman baca doang. Bantu gua cariin nama anak untuk anak gua!" ucap Logan.


"Sans Men, mintanya baik-baik dong sama para pembaca." ucap Morgan.


"Kesel gua, kalian ngebooking semua nama!" ucap Logan


•••Bersambung...


Nah loh di suruh Logan buat nyariin nama untuk anaknya.


Logan :"Lu juga cari thor! Males banget!"


Author: "Ni author juga lagi nyari Ferguso!"


Morgan :"Gan, bagus tuh namanya Ferguso!"


Logan :"Sekali lagi lu ngomong yang ngadi-ngadi, sendal gua melayang ke wajah lu!"


Berantem tross!


Jangan lupa dukungannya untuk author ya. Like, Comment, Vote, Hadiah dan Rate 5. Nanti yang nanya kenapa author cepatin alurnya, karna author bingung sama cerita lanjutan untuk bab yang kemarin 😅😅