
Ken berlari mencari kamar Kinan. Di belakang Ken, Raylo mengejar Ken tak kalah cepat.
Ini kamar Kinan yang mana dah? dari tadi di cari gak ketemu-ketemu. Alhamdulillah Kinan Prince. batin Ken. Ken pun membuka pintu kamar Kinan yang tidak di kunci lalu masuk dan menguncinya.
"Selamat, semoga dia gak liat." ucap Ken.
"Aaa!" teriak Kinan saat melihat Ken di kamarnya. Ken langsung menutup mulut Kinan.
"Tenang-tenang ini aku." ucap Ken. Kinan mengangguk. Ken pun melepaskan tangannya dari mulut Kinan.
"Huh, untung gak kedengaran!" ucap Ken.
"Kenapa sih kak? Buat jantungan aja!" ucap Kinan.
"Tadi kakak mau nemuin kamu, eh di cegat sama Raylo. Yaudah saat mereka lengah kakak lari nyari kamar kamu dan ketemu. Untung gak di kunci." ucap Ken.
"Kenzard Anggara!" teriak Raylo sampai kedalam kamar Kinan.
"Shuuttt, diam oke?" ucap Ken. Kinan mengangguk tenang.
"Ken dalam hitungan satu sampai tiga lu gak keluar dari kamar Kinan, Mobil kesayangan lu gua bakar!" ancam Raylo.
"Bakar aja, bisa gua beli lagi lima." jawab Ken pelan dari kamar Kinan.
"Kalau lu gak keluar juga, kerja sama perusahaan kita batal!" ancam Raylo lagi.
"Lah emang perusahaan kita pernah kerja sama? itu jaman grandpa dulu kali. Sejak ayah benci om Ezra, Anggara Crop mana pernah kerja sama lagi sama Prince Group." jawab Ken pelan.
"Ni anak lama-lama ngeselin juga!" ucap Raylo kesal. "Kalau lu gak keluar, gua gak akan biarin lu ketemu lagi sama adik gua!" ancam Raylo. Ken menjadi diam. Ia tau Raylo tak pernah main-main dengan ucapannya. Jika ia ingin, ia akan melakukan apa pun agar tujuannya tercapai.
Gawat ni. Bisa gak hidup gua kalau gak ketemu Kinan. batin Ken.
"Kak Ken jangan keluar dong!" ucap Kinan.
"Gak bisa Nan, ini masalah hati. Kalau masalah hati kakak gak bisa bohong." ucap Ken bersiap meletakkan tangannya di gagang pintu. Kinan memeluknya dari belakang.
"Iya Kinan tau, tapi kak Ray gak pernah main-main dengan ucapannya. Terlebih lagi kata Daddy dia dewasa terlalu cepat. Itu membuat dia lebih kejam dari pada mu." jelas Kinan. Ken mengambil tangannya lalu berbalik kearah Kinan dan memegang pipinya.
"Ya kakak tau, kakak bisa lewatin semuanya Kinan. Kamu lupa otak kakak ini terkenal sangat pintar diantara otak-otak yang dimiliki 8 keluarga besar." ucap Ken jujur. Diantara semua teman-temannya termasuk Morgan, masih ialah yang lebih pintar.
"Ya tapi, bahaya kak Ken!" ucap Kinan.
"Enggak, percaya aja ya!" ucap Ken. Ken keluar dengan yakin. Ia melihat situasi setelah itu ia berlari kencang.
"Ken!" panggil Raylo. Ken terpojokkan, hanya ada jendela besar di belakangnya.
Sial! bisa mati aku kalau lompat dari lantai 3! batin Ken.
"Gak bisa kemana-mana, mulai sekarang jangan pernah datang ke kediaman keluarga Prince!" ucap Raylo. "Tangkap dan seret dia keluar!" ucap Raylo.
Dari pada gua di seret secara tidak hormat mending gua lompat! batin Ken. Ken pun mundur dan menaiki jendela besar itu.
"Mimpi saja jika mau menyeret ku secara tidak hormat! Karna aku Kenzard Anggara! Anak tertua keluarga Anggara!" ucap Ken lalu ia lompat dari lantai tiga.
"Kak Ken!" teriak Kinan.
•••
"Ada apa lagi kak Logan?" tanya Aira.
"Duduk dulu." ucap Logan. Aira pun duduk di depan Logan
"Langsung to the poin aja. Kakak mau kuliah di LA." ucap Logan.
"Terus?" tanya Aira.
"Kamu lebih baik terima Morgan. Dia tulus dengan kamu, baru kali ini kakak liat Morgan seperti ini dengan wanita. Biasanya dia hanya mengencani mereka tanpa memanjakan mereka. Dia cenderung cuek dan tidak perduli dengan wanita yang ia kencani." jelas Logan.
"Gak, Ai mau nunggu kak Logan. Nanti kalau Ai udah tamat dari SMA, Ai mau kuliah di LA bareng kak Logan." ucap Aira.
"Aira, waktu satu tahun itu lama. Kalau pun kamu gak jadi kuliah di LA, kamu harus rela nunggu kakak sampai kakak lulus S2. Mungkin saat itu kamu udah bahagia sama Morgan." ucap Logan.
"Kalau aku belum bahagia sama kak Morgan dan nungguin kakak terus gimana?" tanya Aira.
"Aira, orang yang kamu tatap matanya sampai kamu jatuh cinta setengah mati itu bukan kakak, tapi Morgan. Sadarlah, kami berbeda!" ucap Logan tiba-tiba kesal.
"Kakak kok gitu ngomongnya sama Ai?" tanya Aira sedikit sedih. Logan menatap Aira drngan serius.
"Dia udah menderita sejak Aletha meninggal. Selalu dia yang di salahkan, padahal dia gak salah apa-apa. Waktu itu kakak yang menggambar bukan dia. Kakak juga yang gak jaga Aletha dengan benar tapi dia yang menerima akibatnya. Tapi bodohnya dia, dia selalu menerima cacian sampai sekarang. Seberapa keras pun dia untuk mengambil hati Mama, mama pasti selalu menganggap itu bukan apa-apa. Berbeda jika aku yang mendapatkan itu, Mama pasti kasih aku pesta kecil-kecilan." jelas Logan.
"Aira, kamu mungkin gak bakalan tau seberapa menderitanya Morgan. Morgan yang seharusnya dapat kasih sayang yang sama seperti kakak, malah mendapat kebencian sendiri dari Ibu kandungnya. Dan kamu malah menambah penderitaannya. Dia anak yang dewasa terlalu cepat dan tidak bahagia di masa kecilnya. Coba mengertilah perasaannya dan terima kenyataan kalau yang kamu tatap matanya itu Morgan bukan kakak!" ucap Logan menaikkan nada bicaranya.
Ntah kenapa baru sekarang ia mengakui kesalahannya. Kesalahan yang harusnya ia katakan kepada kedua orang tuanya serta Morgan, malah ia katakan kepada Aira yang tidak tau apa-apa.
"Terus aku harus gimana kak? Aku sukanya sama kakak, cinta gak bisa di paksa kan?" tanya Aira.
"Kakak tau perasaan itu gak bisa di paksa apa lagi cinta. Sadarlah Aira, kamu hanya penasaran sama kakak. Kamu belum tau yang mana rasa penasaran dan rasa cinta. Jangan gabungkan antara rasa penasaran dan rasa cinta. Kamu yang akan terluka." ucap Logan.
"Terus aku cintanya sama siapa?" tanya Aira.
"Kakak yakin hati kecil kamu menunjuk Morgan. Tapi karna kamu taunya Morgan Playboy hati kamu jadi mengubur itu dalam-dalam." ucap Logan.
"Percayalah Aira, Morgan bukan orang yang Playboy. Anaknya tertutup, misterius dan banyak rahasia yang ia sembunyikan. Sifatnya aja yang seperti itu, tapi di balik sifat kocaknya itu terselip suatu sifat yang kita gak tau. Dia pintar menyembunyikan jati dirinya dari orang lain, dia juga pintar dalam menyembunyikan perasaan karna dia sudah terbiasa." jelas Logan.
"Dekati dia, maka kamu akan tau sekeras apa dan setidak adil apa kehidupan kepada Morgan Bagaskara." ucap Logan.
"Mungkin itu aja dulu, kakak pergi ada soalnya urusan." ucap Logan. "Pikirkan apa yang kakak katakan tadi. Intinya kamu jangan pernah melihat seseorang dari luarnya. Lihat lah dari dalam hatinya. Di sana terpampang jelas bagaimana kehidupan mereka." ucap Logan pergi. Aira diam saja. Ia tidak memberikan komentarnya sama sekali.
•••Bersambung..
Boleh buat Logan mati gak sih? Udah tau salah dia, masih aja biarin Morgan di salahin mulu! Logan yok gelud sini sama Author!
Logan : "Ya gua males aja di marahin Thor. Gua biarin aja Morgan yang kena. Tapi gua gak tau kalau akhirnya gini."
Author : "Author balikin nanti kamu ke alam baka!"
Logan : "Jahat banget thor. Author kayak psikopat aja."
Jangan lupa berikan dukungan kalian untuk author yaa 😆