
Ken berlari kencang kearah butik milik ibunya tanpa memakai mobil padahal jaraknya lumayan jauh. Ia berlari sekuat tenaga tanpa ingat untuk menggunakan mobil.
Setelah sekian lama ia berlari akhirnya ia sampai di butik milik Bulan lalu mencari Kinan dan Raylo.
"Kak Ken, tumben banget?" tanya Aira.
"Mana Kinan?" tanya Ken.
"Bentar-bentar, kak Ken lari kesini? Ya allah kak, kan ada mobil kenapa harus lari?" tanya Aira.
Eh iya, kok bego sih, seharusnya bawa mobil bukan lari. batin Ken.
"Kinan mana? Raylo juga." ucap Ken.
"Kok tau ada kak Ray di sini?" tanya Aira.
"Ga usah banyak tanya Ai, dimana mereka berdua?" tanya Ken sambil terus menetralkan nafasnya.
"Ada di cafe sebelah. Pergi aja kesana kalau nyari Kinan." ucap Aira.
"Haishh!" keluh Ken, ia kali ini berjalan kearah Cafe di sebelah butik milik bundanya dan langsung menghampiri Raylo dan Kinan yang sedang tertawa bersama.
"Ga nangis lagi kan?" tanya Raylo. Kinan memgangguk.
"Kinan Putri." panggil Ken.
"Tuan muda kutub datang." gumam Kinan.
"Hah, tuan muda apa?" tanya Raylo.
"Ah, gak ada apa-apa kok kak. Kak Ray salah dengar mungkin." ucap Kinan.
"Mungkin aja." ucap Raylo.
"Kinan Putri, ikut saya!" ucap Ken sambil menarik lengan Kinan kasar.
"Woy, santai dong!" ucap Raylo.
"Ga usah ikut campur!" ucap Ken.
"Kalau lu kasarin seorang Kayla Anastasia Prince, gua turun tangan!" ucap Raylo.
"Kayla Anastasia Prince? Dia?" tanya Ken.
"Yap, kenapa? gak terima?" tanya Raylo.
"Cih, lebih buruk dari pada dugaan ku." ucap Ken. "Kinan ikut saya!" ucap Ken langsung menarik lengan Kinan kasar. Raylo langsung mengejar Ken karna dia takut terjadi sesuatu dengan adiknya.
Sesampainya di tempat yang cukup sepi, Ken melepaskan Kinan dan genggamannya. Ia menatap tajam kearah Kinan.
"Kenapa Kau punya niat untuk membunuh Sayla?" tanys Ken.
"Sayla?" tanya Kinan yang tidak tau siapa Sayla.
"Oh kejadian itu, ada apa?" tanya Kinan.
"Kau yang membunuh Sayla sehingga dia masuk jurang kan?" tanya Ken.
"Enggak, aku nolongin Nona itu kok. Badannya hampir kebakar sama api, makanya aku tolongin." ucap Kinan.
"Jangan membual Kinan, katakan yang sejujurnya!" ucap Ken.
"Saya jujur tuan muda. Emang ada masalah apa saya dengan Nona itu sampai saya tega membunuhnya?" tanya Kinan.
"Saya tidak tau, mungkin kau dendam dengannya." ucap Ken.
"Tuan muda, saya bukan orang yang pedendam." ucap Kinan.
"Kenzard Adnanlio Anggara!" panggil Raylo.
"Apa lagi?" tanya Ken.
"Kayla nyelamatin kembarannya sendiri! Makanya kalau ngambil keputusan jangan gegabah! Mau bukti? Akan gua kirim lewat surel dan jangan benci Kayla lagi!" ucap Raylo.
"Bisa gak usah ikut campur?" tanya Ken.
"Dia adik gua Ken!" ucap Raylo.
Kinan berjalan untuk melerai Ken dan Kakaknya. Mungkin ini hari sial untuk Kinan, ia malah tersandung batu dan jatuh di dads bidang Ken. Kedatangan tubuh Kinan secara tiba-tiba membuat tubuh Ken ikut terkejut dan ikut terjatuh. Posisi mereka saat ini adalah, Ken berada di bawah dan Kinan berada diatas.
Mata Kinan melebar, degub jantungnya tidak bisa di kondisikan. Berbeda dengan Ken yang mendapatkan sengatan aneh itu.
Perasaan apa ini? Kenapa selalu ada sengatan aneh saat aku bersama Kinan tapi tidak ada saat aku bersama Sayla. Apa rasa cinta ku pada Sayla hanya rasa obsesi belaka? batin Ken.
"Minggir!" ucap Ken. Kinan pun kembali berdiri dengan canggungnya.
"Maaf tuan muda." ucap Kinan menundukkan kepalanya.
"Kau! kenapa kerjaan kau terpeleset terus hah?!" tanya Ken.
"M-maaf tuan muda." ucap Kinan.
"Udah lah Kay, ayo pulang." ucap Raylo langsung menarik Kinan pulang.
"Ck, bilang aja iya kalau Kinan yang bunuh Sayla. Dasar licik!" gumam Ken.
•••Bersambung....
Mohon Maaf lahir dan Batin ya jika author banyak salah 🙏😭
Gimana ni hari puasa pertama kalian? Lancar? semoga lancar yaa.
Maaf ni author gak bisa up banyak yaa. Maaf banget ni 🙏😭