Ken & Kinan

Ken & Kinan
Kinan Is Mine!



Kinan sedang sibuk merapikan barang-barang Ken. Ken yang ingin perhatian Kinan hanya menatap Kinan dengan cemberut dengan bibir bawah di naikkan keatas dan pipi di buat gembung. Ia cemburu dengan barang-barang yang mendapat perhatian Kinan.


"Sayang!" panggil Ken.



"Apa?" jawab Kinan masih dengan barang-barang Ken.


"Kok aku di cuekin?" tanya Ken.


"Aku lagi bantu beresin barang kamu loh." jawab Kinan


"Akunya jangan di cuekin! Aku kan lagi sakit!" ucap Ken dengan nada seperti anak-anak. Kinan terkekeh dan berbalik. Ia mendekati Ken dan mencubit gemas pipi Ken.


"Umur berapa sih? Kok gemoy bangett!" ucap Kinan gemas.


"Jangan di cubit dong, sakit." ucap Ken.


"Iya-iya, habisnya kamu lucu banget kaya bayi, kan jadi pengen aku cubit." ucap Kinan.


"Kamu mau bayi?" tanya Ken. Kinan mengangguk.


"Iya, bayi kan lucu gitu, gemoy lagi." ucap Kinan polos.


"Yaudah buat." ucap Ken.


"Hah?" tanya Kinan masih belum konek.


"Ya buat bayi." ucap Ken. Kinan pun sadar apa yang di katakan Ken.


"Ih, kak Ken mah omes! Mana bayi gede aku! Aku gak mau pacaran sama macan." ucap Kinan.


"Hahaha, ini bayi gede kamu, bukan macan sayang!" ucap Ken.


"Wah-wah romantis banget kalian berdua." ucap Raisa baru saja sampai di Ugd.


"UGD woi, sadarlah wahai manusia." ucap Verrel.


"Iya ya lagi di Ugd, kak Ken yang buat ulah ni." ucap Bulan.


"Kok aku?" tanya Ken


"Kak Ken yang mulai." ucap Kinan. Karna tak mau ada keributan, Ken pun mengalah.


"Iya aku salah." ucap Ken. "Maudy ada di sini juga?" tanya Ken.


"Iya kak Ken, kak Ken gimana kabarnya?" tanya Maudy.


"Udah mendingan lah." jawab Ken.


"Aku masih kaget waktu kamu lompat tadi Kak." ucap Bulan.


"Ken kan Strong." ucap Ken.


"Iya, gila aja lu lompat dari lantai tiga." ucap Arkan.


"Kalian gak tau gua supermen." ucap Ken. Mereka terkejut Ken menggunakan bahasa santai dan tidak dingin seperti dulu. Mereka pun tersenyum karna pengaruh Kinan sangat besar terhadap Ken.


"Setelah ini kita kunjungin Morgan." ucap Levin.


"Setuju aja gua mah." jawab Verrel.


•••


Morgan bangun dari pengaruh obat bius. Ia melihat sekeliling dan menemukan Aira tertidur sambil memegang tangannya.


Morgan memindahkan perlahan-lahan kepala Aira yang membuat lengan kekarnya menjadi bantal. Setelah berhasil, Morgan pun mengelus lembut kepala Aira.


Karna ada pergerakan di kepalanya, Aira langsung bangun dari tidurnya.


"Kak Morgan udah bangun?" tanya Aira.


"Udah." jawab Morgan.


"Aku kasih tau sama kak Logan dan om Elang ya." ucap Aira. Morgan mengangguk pelan. Aira pun keluar dan membawa masuk Elang serta Logan.


"Alhamdulillah Morgan. Papa khawatir banget sama kamu." ucap Elang mengelus kepala Morgan.


"Keep strong men." ucap Logan. Morgan mengangguk.


"Mama mana?" tanya Morgan. Elang dan Logan diam.


"Gak datang ya? Udah gak usah di paksakan. Kehilangan Aletha pukulan yang sangat kuat untuk Mama, Morgan cuman gak mau memaksakan Mama." ucap Morgan.


"Kalian bertiga boleh keluar gak? Morgan mau istirahat." ucap Morgan. Elang, Logan dan Aira pun mengangguk. Pria tadi pun masuk melalui pintu dokter karna ia menyamar menjadi dokter. Setelah masuk keruangan Morgan, Ia membuka samarannya.


"Ada apa?" tanya Morgan.


"Gawat tuan, ada yang menekan saham MZB hotel, ada juga yang menjatuhkan nama baik Moonlight cafe dan memfitnah MZB Grup yang membuat saham MZB Grup turun drastis." ucap pria itu.


"Apa?!" kaget Morgan. Ia langsung duduk tak perduli sakit yang ia rasakan. "Siapa pelakunya?" tanya Morgan.


"Pelaku kali ini sangat licik tuan, kami tidak bisa melacaknya." jawab pria itu.


"Sial! cepat cari siapa dalangnya aku akan pergi sekarang." ucap Morgan melepas paksa infus yang ia kenakan.


"Tapi tuan, jahitan anda masih basah. Jika jahitannya terbuka itu akan sangat berbahaya." ucap Pria itu.


"Jika saya ingin pergi sekarang, maka saya akan pergi sekarang! Kau tau ketiga aset itu adalah sumber keuanganku yang bisa menyaingi keuangan keluarga Bagaskara!" ucap Morgan.


"Saya tau tuan." ucap Pria itu.


"Tunggu apa lagi? Pastikan kondisi di luar aman!" ucap Morgan. Pria itu membungkuk lalu pergi melihat kondisi.


•••


"Wah-wah romantis banget kalian berdua." ucap Bulan


"Romantis apanya, gak guna." ucap Rey ketus.


"Yah, kenapa bicaranya ketus?" tanya Ken dingin.


"Apa masalah anda jika saya berbicara seperti itu?" tanya Rey juga dingin. Rey melipat lengannya begitu pun dengan Ken. Mereka saling menatap dengan tatapan sadis. Tinggi mereka yang sama membuat mereka mudah saling menatap.


"Kenzard Adnanlio Anggara." ucap Rey.


"Reyhan Austin Anggara." ucap Ken.


"Ada perang kutub lagi ni." ucap Bulan


"Saya tidak merestui mu!" ucap Rey menatap Ken dengan tatapan tersadisnya.


"Saya tidak membutuhkan restu anda because Kinan is Mine!" ucap Ken menekankan setiap kata.


"Tidak dapat restu saya, maka tidak ada pertunangan dan pernikahan." ucap Rey dingin.


"Tidak ada pernikahan? itu tidak akan pernah terjadi selagi saya, Kenzard Anggara masih hidup!" ucap Ken dingin.


"Dan saya tidak akan membiarkan ada pernikahan antara kalian berdua selagi saya, Reyhan Anggara masih hidup!" ucap Rey. Mereka pun mengalihkan pandangan masing-masing dan kembali dengan mata Elang.


"Bahaya ni." ucap Bulan.


"Kakak dan ayah kamu gak ngerestuin juga?" tanya Bulan. Dengan wajah sedih Kinan menggelengkan kepalanya.


"Tenang, ada tante di pihak kalian. Fighting!" ucap Bulan. Kinan mengangguk sambil tersenyum lebar.


•••


Morgan lari sekuat tenaga ke semua mobil hitam.


"Cepat!" ucap Morgan.


"Baik tuan." ucap Pria tadi yang bernama Andrew. Morgan mengganti pakaiannya menjadi pakaian formal dan sedikit mengubah penampilannya agar mereka tidak curiga jika Morgan dan Mr. M itu sama.


Lima belas menit perjalanan, mereka pun sampai di MZB Grup. Morgan masuk dengan cool bersama Andrew di sampingnya yang berperan sebagai sekretarisnya. Para pekerja membungkuk sebagai rasa hormatnya padahal Morgan lebih muda dari pada mereka.


Morgan dengan cepat naik lift khusus dirinya dan masuk kedalam ruangannya. Ia duduk di kursi kekuasaannya dan memeriksa berkas yang di berikan Andrew. Ia memeriksa dengan seksama apa akarnya sampai masalahnya sebesar ini.


Sepertinya jahitannya terbuka, ini lumayan sakit. Tapi tahan Morgan perusahaan mu lebih penting! batin Morgan.


"Oh ini dia permasalahannya." ucap Morgan. "Kalian tidak akan bisa membuat MZB Grup bangkrut selagi aku masih hidup!" ucap Morgan. Morgan pun memberikan akar permasalahan yang ia dapatkan kepada Andrew melalui surel.


"Sepertinya yang di MZB grup harus aku yang turun tangan. Mereka mengacak sedikit, aku memperbaikinya menjadi lebih baik." ucap Morgan.


Sementara orang-orang yang berada di rumah sakit sedang panik mencari Morgan.


"Aih ni anak kemana sih? Ngilang seenak jidat!" ucap Arkan.


"Cari Morgan keseluruhan penjuru rumah sakit. Cari dia sampai ketemu!" perintah Elang.


•••Bersambung...


Hii jangan lupa dukungan kalian untuk author ya. Karna dukungan kalian sangat berarti untuk author 😆