Ken & Kinan

Ken & Kinan
Teman Sejati



"Ini perintah Tuan Besar kedua Nona. Kami hanya menjalankan tugas." ucap Pengawal itu.


"Aira!" panggil Morgan.


"Kak tolongin Aira." ucap Aira. Morgan mengangguk.


"Berhenti!" ucap seseorang.


"Kak Ken!" ucap Aira terkejut.


"Letakkan!" ucap Ken.


"Tapi ini adalah perintah tuan besar kedua." ucap pengawal itu.


"Letakkan!" teriak Ken. Pengawal itu pun meletakkan barang Aira dan pergi.


"Ken, kok lu di sini?" tanya Morgan.


"Gua percaya sama lu." ucap Ken memegang bahu Morgan.


"Aku juga." ucap Levin datang dari belakang Ken.


"Jangan lupakan anak ganteng." ucap Verrel. Morgan tersenyum senang. Mereka berempat berpelukan.


"Dari mana kalian tau kalau bukan gua pelakuanya?" tanya Morgan.


"Insting aja." ucap Ken.


"Tapi gua punya bukti." ucap Verrel. Morgan, Ken dan Levin melihat ke tablet milik Verrel.


Memperlihatkan cctv di MZB Grup.


"Logan Bagaskara!" ucap Morgan kesal.


"Mari kita tangkap biang keladinya." ucap Ken. Mereka berkumpul dan mengulurkan tangan mereka.


"Kita pasti bisa." ucap Verrel.


"Semangat!" teriak mereka berempat.


"Mari mulai." ucap Morgan. Ken, Verrel dan Levin mengangguk. Mereka berempat sibuk dengan laptopnya untuk melacak keberadaan Logan.


"Ada yang ketemu?" tanya Morgan. Mereka bertiga menggeleng.


Tak lama kemudian, Ken berteriak kegirangan karna mendapatkan lokasi Logan.


"Dapat!" ucap Ken. Mereka bertiga mendekat kearah Ken.


"Gua tau tempatnya!" ucap Verrel.


"Bagus, nanti malam kita beraksi." ucap Levin.


"Bawa pasukan gak? Gua rasa itu markasnya dan pasti di jaga ketat." ucap Morgan.


"Tenang aja, kita kirim bukti ini. Pasti semua keluarga bantu." ucap Verrel


"Ide bagus tuh. Biar Ayah gak ambil Aira dari Morgan." ucap Ken.


"Kak Ken, Kak Levin dan Kak Verrel makasih udah mau bantu kak Morgan. Jujur Aira khawatir banget sama kak Morgan. Dia gak salah apa-apa tapi di salahin." ucap Aira.


"You're welcome." ucap Levin, Ken dan Verrel bersamaan.


"Mari Fourlight beraksi!" ucap Ken. "Empat Cahaya so best!" ucap Ken lagi lalu mereka berempat tertawa.


•••


"Men! Men!" panggil Vano kepada Rey, Elang, Revan, Leon, Galang dan Gilang.


"Apa?" tanya mereka berenam.


"Anak gua baru kirim bukti kalau emang bukan Morgan yang lakuin tapi Logan!" ucap Vano


Byurr


Rey menyemburkan air yang baru saja di minumnya. Ia telah salah sangka kepada Morgan.


"Morgan malah bantu kita sampai kita kembali normal." ucap Vano.


"Kita harus bantuin Morgan buat nyerang Logan." ucap Leon. Gilang dan Galang mengangguk.


"Anak gua." ucap Elang.


"Sorry, bukan gua mau buat anak lu kenapa-napa. Tapi sikapnya melebihi batas wajar." ucap Vano.


"I know. Tapi dia anak gua juga. Jangan bunuh dia." ucap Elang. Vano pun mengangguk.


Rey langsung beranjak dari tempat duduknya dan pergi.


"Kebiasaan ni anak." ucap Galang.


Rey melajukan mobilnya mengarah kerumah Morgan. Sesampainya di rumah Morgan, Rey langsung masuk tanpa permisi membuat Ken, Verrel, Levin dan Morgan yang sedang bermain game mobile legend langsung berdiri tegak.


"Ayah." ucap Ken.


"Ayo serang Logan nanti malam." ucap Ken. Mereka berempat membelalak kaget.


"Ayah mau bantuin kita berempat?" tanya Morgan. Rey mengangguk yakin.


"Aira boleh tinggal sama kamu, tapi jagain dia." ucap Rey. Morgan berdiri tegak dan memberi hormat.


"Defeat!" suara dari game mereka memecahkan keheningan.


"Rank kita turun!" ucap mereka berempat bersamaan.


"Ilang dah bintang satu." ucap Morgan.


"Gas aja lah, sampai maytic!" ucap Verrel. Ken mengangguk.


Malam harinya mereka sudah berkumpul di rumah Morgan. Mereka semua percaya pada Morgan karna bukti yang di berikan Verrel.


"Ni Morgan kenapa terkapar?" tanya Eric.


"Bolak balik kamar mandi." jawab Aira.


"Lah masih mual aja?" tanya Arkan.


"Makin parah." ucap Morgan.


"Jadi lu ikut apa gak?" tanya Arkan.


"Ikut lah!" ucap Morgan


"Sebaiknya lu istirahat. Masa mau perang letoy gitu." ucap Verrel


"Gua kuat lah. Kuy pergi." ucap Morgan. Mereka semua pun pergi.


"Udah pada pakai baju anti peluru?" tanya Rey. Mereka semua mengangguk.


"Leon jalan." ucap Rey. Leon pun menghidupkan mesin mobilnya lalu menjalankam mobilnya. Di belakang mobil mereka ada 2 mobil yang berisi anak buah mereka dan satu mobil lagi berisi Revan dan yang lainnya.


Setelah menempuh 1 jam perjalanan, akhirnya mereka sampai di markas Logan.


"Bersiap, kita akan perang." ucap Rey. Semua yang ada di mobil Rey mengangguk.


"Keluar." ucap Rey. Semua orang yang mereka bawa keluar setelah Rey keluar. Mereka mengendap-endap dan...


Dor!


Dor!


Dor!


Perang tembakan di mulai. Logan keluar dari kamarnya bersama Sayla.


"Logan!" panggil Morgan. Mereka berdua sama-sama menyodongkan senjata. Tiba-tiba mereka berdua menurunkan senjatanya.


Morgan mengambil sesuatu di kantongnya dan memberikannya kepada Logan.


"Aku tidak akan membunuh mu. Karna banyak kenangan kita sebagai anak kembar." ucap Morgan. Rupanya Morgan memberikan foto mereka berdua. Empat lembar foto itu membuat Logan diam.






Empat lembar foto itu mengubah semuanya. Mereka berdua berpelukan dan berbaikan.


"Sorry gua gak bermaksud buat lu terluka. Gua cuman ngikutin pikiran gua." ucap Logan.


"Kembalilah seperti Logan yang dulu. Dingin dan perhatian." ucap Morgan


"Excuse me. Kalian lupa bahwa kalian ingin saling membunuh?" tanya Sayla. Morgan menyodorkn senjatanya kepada Sayla.


"Jangan." ucap Logan berdiri di depan Sayla. Morgan menurunkan senjatanya dan menghembuskan napasnya panjang.


"Wanita licik ini yang mengubah lu dan mambuat lu jauh dari gua." ucap Morgan


"Gua tau, tapi jangan bunuh dia. Di dalam rahimnya ada anak gua." ucap Logan


"What? Anak?" tanya Morgan. Logan memgangguk.


"Gua kelepasan." ucap Logan. Morgan mendekati Logan.


"Jangan teruskan Kevin Arlata. Biarlah dia sendiri yang seperti itu. Semua kejahatannya akan terkubur bersama mayatnya. Jangan ikuti jejaknya. Lu keluarga Bagaskara, jangan ikuti keluarga Arlata." ucap Morgan.


Kenapa mereka malah berbaikan?! batin Sayla kesal.


Logan dan Morgan turun dan menghentikan perang senjata itu.


"Kalian semua di pecat. Pulang lah ke keluarga kalian dan jangan masuk ke dunia hitam lagi." ucap Logan.


"Lah baikan." ucap Arkan.


"Gak nyangka gua." ucap Eric.


"Bagus lah." ucap Ken.


•••Bersambung...


Akhirnya mereka balikan. Foto penyelamat perasaudaraan.


Jangan lupa dukung author terus yaa 😆😆. Makasih udah mau bertahan sama novel author, padahal author merasa novelnya rada-rada gak jelas 😅