Ken & Kinan

Ken & Kinan
Dalang Utamanya



Dor!


Satu tembakan membuat Arkan jatuh dan mengalir banyak darah.


Mereka semua terkejut melihat dalang utama dari semua kecelakaan ini.


"Sayla Prince dan Logan Bagaskara?" ucap Sayla.


"Sayla Prince! Kamu mencoreng nama baik keluarga Prince!" ucap Razor marah.


"Keluar saja dari keluarga Bagaskara!" teriak Dave kepada Logan.


"Dasar tua bangka. Kalian tidak tau tujuan kami." ucap Sayla. Sayla mendekati Arkan. Ia menarik rambut Arkan agar mereka melihat wajah Arkan


"Lihatlah betapa tampannya dia. Tapi sayang, darahnya terbuang sia-sia karna tidak ada yang percaya dengannya." ucap Sayla.


"Kalian tidak ada hubungannya dengan keluarga Arlata. Kenapa kalian bekerja sama dengan keluarga Arlata? Dan kau Sayla, seharusnya kau berada di penjara!" tanya Elang.


"Karna kami memang ingin balas dendam. Dan aku yang membebaskan Sayla." jawab Logan.


"Kami punya tujuan berbeda tapi saling membantu. Aku membantu dia untuk membunuh Morgan, tapi tidak berhasil. Setelah itu dia membantu aku keluar dari penjara dan membantu ku menghabiskan Ken Anggara. Tapi malah Arkan Diano yang kena." ucap Sayla. "Ck, ck, ck. Kasian sekali nasib si tampan ini." ucap Sayla.


"Diam kau." ucap Arkan yang nasih bertahan.


"Oh kau masih hidup? Kurang kah pelurunya?" tanya Sayla.


Dor!


Satu peluru Sayla tak dapat terelakkan. Arkan pingsan total. Mereka semua semakin kesal dengan Sayla dan Logan. Merek ingin menolong Arkan dengan menembak Sayla dan Logan. Tapi Arkan yang berada dekat dengan Logan dan Sayla membuat mereka mengurungkan niatnya karna takut Arkan kembali di tembak oleh Sayla. Dan Arkan tidak bisa bertahan itu akan semakin membuat Arkan dalam bahaya


Sayla pun meletakkan kakinya diatas punggung Arkan.


"Jauhkan kaki kotor mu dari anakku!" ucap Gilang.


"Ups, sorry. Kirain udah mati. Tapi kayaknya gak lama lagi bakalan mati deh. Maaf ya." ucap Sayla. "Kalau gitu kita pergi dulu." ucap Sayla sambil menarik tangan Logan pergi dari sana.


Mereka berlari menghampiri Arkan yang sudah tergeletak tak sadarkan diri dengan banyaknya darah.


Gilang membalikkan tubuh Arkan dan menepuk pipi Arkan.


"Nak, Arkan. Bangun." ucap Gilang.


"Gak akan berhasil Lang, ayo kita bawa kerumah sakit." ucap Galang.


"Bawa juga Ken." ucap Bulan. Mereka mengangguk. Ruby tak henti-hentinya menangis. Ia kira didikannya salah selama ini karna Arkan berani berada di pihak Ayahnya. Tapi Ruby salah, Arkan takkan melupakan apa yang telah Gilang dan Ruby ajarkan kepadanya.


Lima belas menit kemudian mereka sampai di rumah sakit kelurga Anggara. Bulan, Stella, Risa dan Eliza bagi tugas. Bulan dan Stella mengoperasi Ken sedangkan Risa dan Eliza mengoperasi Arkan di bantu satu dokter lagi karna kondisi Arkan sangat parah.


Berbeda dengan Morgan yang asik bolak-balik toilet karna perutnya yang selalu mual.


"Gan kenapa lu?" tanya Eric. "Gak kayak biasanya." ucap Eric.


"Gak tau nih. Tiba-tiba mual dan pusing gitu." jawab Morgan.


"Gak mau di periksa? Mumpung di rumah sakit. Lu udah pucat banget." ucap Verrel. Belum sempat Morgan mengangguk, ia langsung pingsan. Mereka pun panik dan langsung mengangkat Morgan ke ruang Ugd.


Tadi yang menangis Kinan dan Ruby. Sekarang Aira ikut menangis.


"Kak Morgan kenapa?" tanya Aira menangis.


"Dia gak apa-apa. Kamu yang sabar aja. Kita tunggu dokter oke." ucap Rey menenangkan Aira.


Dokter pun datang dan memeriksa Morgan. Dokter langsung terheran-heran dengan keadaan Morgan.


"Tuan, boleh kita berbicara di ruangan saya?" tanya Dokter itu. Rey mengangguk. Rey dan Aira pun ikut kedalam ruangan dokter itu.


"Bagaimana, Menantu saya sakit apa?" tanya Rey.


"Semua baik-baik saja tuan. Saya juga awalnya heran dan akhirnya saya baru sadar tuan muda mengalami ngidam." ucap dokter itu


"Ngidam?" tanya Rey.


"Iya tuan, jarang sekali laki-laki mengalami ngidam. Biasanya ngidam dialami perempuan hamil." ucap Dokter itu.


"Tapi siapa yang hamil?" tanya Aira.


"Apakah Anda istrinya?" tanya Dokter. Aira mengangguk.


"Kenapa bisa kebalik gitu?" tanya Rey.


"Suami ngidam dan mual merupakan gejala kehamilan simpatik. Dan biasanya gejala tersebut akan menghilang setelah bayi lahir. Para calon ayah bisa mengalami gejala fisik atau psikologis yang mirip dengan gejala kehamilan yang Ibu hamil alami." ucap Vina.


"Dokter, dia keponakan saya. Biar saya yang menjelaskan." ucap Vina.


"Silahkan dokter." ucap dokter itu.


"Yuk keruangan tante." ucap Vina. Aira pun mengikuti Vina. Sedangkan Rey kembali ke depan ruangan operasi Ken.


"Maksudnya gimana Tan?" tanya Aira.


"Tunggu Morgan bangun aja. Tante udah suruh beberapa perawat untuk memindahkan Morgan keruangan tante." ucap Vina. Aira mengangguk. Morgan pun sampai di dalam ruangan Vina.


Tak berselang lama, ia pun bangun.


"Kak Morgan udah bangun?" tanya Aira. Morgan mengangguk.


"Oke tante jelaskan ya." ucap Vina. Aira mengangguk. Berbeda dengan Morgan yang belum sadar apa yang terjadi.


"Jadi Morgan mengalami Ngidam. Seperti yang tante katakan tadi, itu merupakan gelaja kehamilan simpatik. Apa itu kehamilan simpatik, kehamilan simpatik  atau disebut juga sindrom Couvade, terjadi ketika suami ikut merasakan tanda-tanda kehamilan yang dialami oleh sang istri. Sindrom ini biasanya dialami suami saat kehamilan istri berada di trimester pertama dan ketiga." jelas Vina.


"Jadi Morgan akan mengalami ngidam selama kurang lebih 28 - 40 minggu kehamilan." ucap Vina.


"Lama banget tan." ucao Morgan.


"Kalau udah buat tanggung resiko dong Gan." ucap Vina.


"Nah kalian harus hati-hati sama kehamilan Aira. Aira masih muda. Karna perempuan yang hamil di usia remaja, beresiko tinggi melahirkan bayi prematur. Ini terjadi karena rahim masih belum sepenuhnya siap mengalami proses kehamilan. Selain itu kurangnya pengetahuan Aira tentang gizi saat hamil juga dapat menyebabkan berat badan bayi yang baru lahir rendah. Jadi kalian harus kerja sama untuk mencari tau tentang kehamilan. Kalau gak mau repot-repot tanyakan tante aja." ucap Vina.


Aira dan Morgan mengangguk mengerti.


"Morgan kamu harus sabar dalam masa ngidam kamu. Demi anak kamu!" ucap Vina.


"Demi Morgan junior!" ucap Morgan semangat. "Jadi usia kehamilan Aira berapa minggu tan?" tanya Morgan.


"Aira kamu udah berapa lama gak mens?" tanya Vina


"Bulan kemarin belum sama sekali tan." jawab Aira.


"Kemungkinan 3 minggu. Bulan besok datang lagi ya, kita bakalan melakukan Usg. Bagusnya Aira pergi sama Morgan. Biar Morgan ngerti juga jaga Aira." ucap Vina.


"Iya tan, makasih banyak." ucap Morgan. Morgan pun membantu Aira berdiri dan pergi


"Ingat di jaga Airanya yaa!" ucap Vina.


"Iya Tan!" jawab Morgan di luar ruangan Vina


"Kamu terpaksa home schooling dong." ucap Morgan.


"Gak dong, Kan perut aku masih rata. Yang ngalamin ngidam juga kamu. Jadi aku bisa sekolah, tapi kamunya yang susah kerja." ucap Aira.


"Iya juga, Tapi tetap gak boleh!" ucap Morgan.


"Kok gitu?" tanya Aira.


"Kan kamu dengar tadi kata tante Vina. Kamu harus di jaga. Artinya kamu home schooling oke sayang." ucap Morgan.


"Iya deh, tapi boleh ikut kamu kerja gak?" tanya Aira.


Aduh bahaya ni. Apa aku kasih tau aja biar gak terkejut banget. Tapi kalau dia terkejut gimana? batin Morgan.


"Kenapa? Gak boleh?" tanya Aira. Morgan diam saja.


"Kamu kira aku gak penasaran siapa yang datang tiap hari kerumah. Kamu kira aku gak penasaran kenapa kamu punya rumah sebesar itu kalau kamu cuman HRD?" tanya Aira. "Yang punya gaji sebanyak itu jabatannya CTO atau CEO." ucap Aira.


Itu masih setengahnya. batin Morgan.


"Oke-oke aku bawa kamu kerja besok. Tapi jangan capek-capek." ucap Morgan. Aira mengangguk senang.


"Tapi jangan kasih tau Ken ya." ucap Morgan. Aira mengangguk.


•••Bersambung...


Wah kayaknya bakalan kebongkar lagi identitas dari Morgan ni. Wah bakalan lebih seru ceritanya. Ayo semangatin Author dengan like, Coment, hadia, vote, rate 5 dan jangan lupa di share yaaa 😁😁