Ken & Kinan

Ken & Kinan
3 Bayi Tampan



5 Hari di rumah sakit, akhirnya Kinan dan Baby Nathan di perbolehkan pulang. Kinan sudah janji dengan Aira agar kedua bayi mereka di pertemukan.


Kinan dan Ken pun sudah sampai di rumah besar keluarga Bagaskara. Di sana ada Logan, Morgan, Aira, Elang, Stella, Bulan, Rey, Baby Ryan dan Baby Erland.


"Emang bibit keluarga Anggara gak pernah gagal. Ini yang paling sukses serius." ucap Elang.


"Iya dong Om. Siapa dulu yang nyetak." ucap Ken bangga.


"Gitu doang bangga. Nih anak gua yabg ganteng plus imut. Anak lu kan ganteng doang gak ada imutnya." ucap Morgan sambil menggendong anaknya. Ken tidak mau kalah, ia mengambil alih anaknya dari gendongan Kinan lalu mendekatkannya dengan Morgan yang sedang menggendong Baby Ryan.


"Anak gua lebih lucu plus gans maksimal. Anak lu mah nomor dua." ucap Ken.


"Dih, yakin amat lu." ucap Morgan. Dari belakang Morgan dan Ken, Logan memisahkan kedua saudar ipar yang tidak mau kalah itu.


"Udah-udah anak gua paling ganteng, anak gua paling imut, anak gua paling tua. Jadi anak gua nomor satu. Paham?" tanya Logan.


"Berarti anak Ken nomor tiga. Kan anaknya dia paling muda. Dan Ryan nomor dua." ucap Morgan.


"Gan." panggil Ken.


"Ha?" jawab Logan dan Morgan.


"Morgan." panggil Ken. Logan hanya mengangguk.


"Puyeng gua, nama belakang kalian sama sama Gan. Lain rasanya kalau manggil Mor atau Lo." ucap Ken.


"Sans papa muda." ucap Morgan.


"Gan, diantara kalian berdua, gua yang paling tua. Artinya anak gua juga nomor satu." ucap Ken.


"Gimana bisa gitu? Aturan dari mana tuh?" tanya Morgan.


"Gua yang buat!" ucap Ken.


"Fiks anak mereka kalau udah besar pasti kayak tom and jerry juga, sama kayak papanya." ucap Aira


"Setuju. Dari tadi susah banget ngelerai mereka." ucap Logan.


"Eh iya, nikahan Levin besokkan?" tanya Ken. Mereka semua mengangguk.


"Wih kulkas 7 pintu nikah ni." ucap Morgan.


"Seru kayaknya kalau kita tampil ngedance di acara nikahannya." ucap Logan.


"Ajak aja dia ngedance. Dia kan jago ngedance." ucap Ken


"Ngamuk nanti Pengantinnya." ucap Morgan.


"Paksa men!" ucap Logan dan Ken.


"Kuy lah telpon yang lain." ucap Morgan. Ken, Logan dan Morgan pun menelpon samua temannya.


"Ma, Pa, Om, Tante, kita pergi ke beascamp dulu ya. Mau ngedance, udah lama gak ngedance." ucap Ken.


"Hati-hati!" teriak Bulan dan Stella.


Sesampainya mereka di Baescamp tempat mereka berkumpul, pendapat Ken dan Logan tadi langsung di tolak keras.


"Yaelah, nyanyi sama-sama aja. Colab gitu." ucap Arkan.


"Lu pasti mager kan? Jujur lu!" ucap Logan.


"Emang Logan paling pinter." ucap Arkan.


"Lah dia kayak gak tau kita aja." ucap Morgan.


"Aku gak setuju. Mending nyanyi." ucap Levin.


"Nah Pengantinnya aja gak setuju. Jadi kita gak perlu tampil, bye." ucap Arkan.


"Mau kemana lu?" tanya Morgan


"Mau pacaran sama Setan! pulang lah." ucap Arkan.


"Santai dong gak usah ngegas." ucap Morgan.


"Biar enak gini aja. Kita makan aja tanpa tampil. Selesai? Gua pulang, Maudy ngidam dia susah gua tinggal. Bye." ucap Verrel. Mereka semua pun bubar.


"Gua solo dah." ucap Ken.


"Gua nyanyi aja sama Morgan." ucap Logan.


"Ken kalau lu solo ngedance, mending lagu MM Kai Exo. Gua pernah dengar lagunya dari Aira." ucap Morgan.


"Gua telusuri Artinya dan pas untuk nikahan Levin, biar cepat belah duren." ucap Ken.


"Oke mari kita unjuk bakat yang terpendam!" ucap Logan semangat.


"Setelah gua pikir-pikir, mending kits makan aja." ucap Ken.


"Yaudah lah batal." ucap Morgan. Mereka pun pulang dengan kecewa.


•••


"Kak Arkan!" panggil Vivi.


"Eh setan!" ucap Arkan terkejut.


"Masa Vivi di bilang setan." ucap Vivi cemberut.


"Ya Sorry, namanya orang terkejut. Ada apa ni?" tanya Arkan.


"Mau gak Kak Arkan datang ke acara perpisahannya Vivi?" tanya Vivi.


"Kan ada Andrew. Kenapa harus kakak?" tanya Arkan.


"Kak Andrew sibuk. Masa kakak gak kasian sama Vivi." ucap Vivi dengam puppy eyes.


Ya allah imut banget jodoh orang. batin Arkan.


"O-oke oke. Kapan?" tanya Arkan.


"Yess makasih kak Arkan ganteng." ucap Vivi memeluk Arkan. Vivi hanya setinggi dada Arkan membuat orang yang melintas merasa gemas dengan Vivi yang imut.


Anak orang buat gua gemas aja. batin Arkan.


"Ekhm, Kapan?" tanya Arkan. Vivi melepaskan pelukannya lalu melihat wajah Arkan.


"Sehari setelah pernikahan kak Levin." ucap Vivi. Arkan mengangguk.



•••Bersambung...


Jangan lupa Like, Comment, Vote, Hadiah, Rate 5 dan Share yaa 😄😄