
Aira sangat senang karna dia bisa janjian dengan Logan. Ia berdandan secantik mungkin agar Logan bisa tertarik dengannya. Aira sudah siap untuk pergi.
Sepuluh menit perjalanan, Aira pun sampai di cafe tempat janjiannya dengan Logan. Aira masuk dengan yakin dan menatap ke sekitar cafe untuk mencari Logan. Ia pun bertemu dengan Logan.
"Hai kak Logan!" sapa Aira.
"Kok lu?" ucap Morgan.
"Kak Morgan! Kok di sini?!" ucap Aira kaget.
"Lah mana gua tau, Logan nyuruh gua kesini katanya mau ngenalin gua sama cewe. Lah kalau cewenya lu mending gua balik!" ucap Morgan.
"Yaudah balik sana, aku mau nunggu kak Logan." ucap Aira.
"Tungguin aja sampe lumutan, abang gua gak bakalan datang." ucap Morgan.
"Loh kok gitu ngomongnya!" ucap Aira kesal.
"Terserah gua lah. Udah lah malas gua berantem sama anak itik pendek kayak lu." ucap Morgan.
"Kak Morgan aja yang ketinggian, mirip tiang!" ucap Aira.
"Biarin aja yang penting gua ganteng!" ucap Morgan.
"Dih, kepedean banget sih kak Morgan!" ucap Aira.
"Apaan ni berantem mulu." ucap Logan datang.
"Lu yang nyuruh gua ke sini, kenapa lu yang nanya. Ada pula mereng dikit ni kembaran gua." ucap Morgan.
"Salah cafe bego. Gua nyuruh lu ke cafe matahari bukan ke cafe Lily!" ucap Logan.
"Oh, salah ya?" tanya Morgan tanpa ada rasa malu. "Yaudah gua pergi dulu. Nanti kalau jadian gua minta pajaknya ya." ucap Morgan.
"Nanti gua beliin rumah." ucap Logan.
"Beneran ya men." ucap Morgan.
"Mainan, dah pergi lu!" usir Logan.
"Ck, punya sodara kembar tapi akhlaknya gak ada. Percuma!" ucap Morgan langsung pergi.
"Jadi kak Logan mau bicara apa?" tanya Aira.
•••
Sebenarnya Morgan tidak benar-benar pergi, ia menguping pembicaraan Aira dan Logan.
"Mereka bicarain apa?" gumam Morgan.
"Gini, kakak mohon banget jangan jauhin Morgan lagi oke." ucap Logan.
Keterlaluan lu Logan! batin Morgan
"Kak Logan kenapa ngomong kayak gitu terus sih? Aku itu emang gak suka sama kak Morgan. Gak bisa di paksain kak. Aira sukanya sama Kak Logan." ucap Aira.
"Kakak tau, tapi kalau kakak gak suka sama kamu, seharusnya kamu liat kebelakang. Ada Morgan yang selalu nungguin kamu." ucap Logan
"Tau gini dari tadi aku pulang kak!" ucap Aira langsung mengambil tasnya dan pergi dari sana. Morgan langsung duduk di depan Logan.
"Logan Ziandio Bagaskara!" panggil Morgan.
"Apa?" tanya Logan.
Bugh..
Satu bogem mentah mendarat di pipi mulus Logan. Logan langsung melihat Morgan dengan tatapan aneh.
"Kenapa langsung mukul gua?" tanya Logan.
"Selama ini gua sabar sama lu, karna lu abang gua! Walau kita beda lima menit tapi gua gak mau kita bertengkar. Gua selalu ngalah sama lu, tapi apa yang lu lakuin? Lu berbuat semau lu! Lu gak mikir harga diri gua hah?!" ucap Morgan marah. Logan langsung berdiri dari duduknya.
"Gua sebagai abang lu, yang tua lima menit dari lu cuman mau bantuin lu dapatin Aira! Apa yang salah?!" tanya Logan.
"Pelayan!" teriak Morgan. Pelayan pun langsung datang menghampiri Morgan.
Setelah cafe kosong, Morgan pun memulai perkataannya.
"Coba lu tanya ke diri lu sendiri, sopan gak jatuhin harga diri gua?!" tanya Morgan.
"Kan udah gua bilang, lu kalau mau Aira, gua pasti bantu. Tapi jangan marah-marah juga!" ucap Logan.
"Tapi cara lu salah Logan! Lu kayak ngejatuhin harga diri seorang Morgan Bagaskara di depan Aira Anggara!" ucap Morgan.
"Lagian harga diri lu udah gak ada udah ilang di telan bumi karna lu tiap minggu ganti-ganti cewe." ucap Logan.
"Lu kira gua Care sama cewe-cewe yang gua kencanin? Enggak! Gua ngejutekin mereka! lu bisa tanya sendiri sama para mantan gua, gimama cara gua memperlakukan mereka! Makanya jangan nilai seseorang dari covernya!" ucap Morgan.
"Cih, lu emang buaya Morgan Bagaskara!" ucap Logan dengan senyum sinisnya. Morgan tidak bisa lagi menahan emosinya, ia langsung memukul wajah Logan dan menarik kerah baju Logan lalu memukul perutnya.
Logan tidak menyerang, ia membiarkan dirinya di pukuli oleh adiknya karna ia punya rencana untuk adiknya.
•••
"Wah gila ni orang, berantem di cafe. Kenapa gak di tempat gulat?" ucap Verrel yang sedang melewati cafe tempat Logan dan Morgan sedang bertengkar.
"Iya kan, arena gulat aja kosong. Kenapa gak di sana aja." ucap Arkan.
"Leraikan mereka." ucap Levin.
"Gak seru lu Vin. Gua lagi enak nonton ni!" ucap Arkan.
"Mereka saudara, gak seharusnya mereka bertengkar! Leraikan mereka!" ucap Levin. Arkan, Verrel, dan Levin pun masuk kedalam cafe itu dan berusaha meleraikan mereka berdua yang telah bonyok dan berdarah-darah.
"Gila ya kalian. Kalian biasanya akur-akur gak pernah berantem. Baru pertama kali gua liat kalian berantem hebat." ucap Arkan.
"Jangan bilang ini masalah kalian ngerebutin Aira?" tanya Verrel. Tatapapn tajam dari Logan dan Morgan pun keluar. Logan dan Morgan menatap Verrel dengan sangat tajam.
"Gua salah? Enggak kan?" tanya Verrel.
"Selamat lu, lain kali gua yang ngabisin lu!" ucap Morgan.
"Cih, adik durhaka." ucap Logan.
"Lepasin gua!" ucap Morgan. Arkan dan Verrel pun melepaskan tangan Morgan. Morgan pun langsung pergi dari cafe itu.
Mereka menganggu saja! batin Morgan.
•••
"Wah, tuan muda bisa masak juga?" tanya Bulan.
"Mau ngapain?" tanya Ken.
"Mau makanlah, Kinan udah lapar berat ni." ucap Kinan.
"Gak, masak sendiri. Ini semua punya saya!" ucap Ken.
"Dasar pelit! Minta dikit doang!" ucap Kinan.
"Gak, masak sendiri!" ucap Ken.
"Ganteng doang, masakan gak mau bagi-bagi." ucap Kinan.
"Apa?!" tanya Ken langsung tersulut emosi.
"Eh gak ada. Tadi Kinan bilang, ganteng doang eh enggak ganteng banget dan bisa masak hehe." ucap Kinan sedikit gugup.
"Gak jelas. Yaudah makan, kau lagi sakit." ucap Ken. Mata Kinan langsung berbinar-binar melihat masakan Ken yang sangat lezat itu.
"Bismillahirohmannirohim!" ucap Kinan membaca basmalah dan langsung makan. Ken menggeleng-geleng melihat sikap Kinan yang seperti anak balita.
•••Bersambung...
Hai-hai readers jangan lupa dukungannya ya. Like, comment, vote, hadiah dan rate 5 yaa. Author sangat berterima kasih sama kalian yang mau setia sama novel ini. Padahal novel ini jarang Up 😭
THANK YOU SO MUCH READERS 😭