Ken & Kinan

Ken & Kinan
Nathan Cavero Anggara



2 Bulan kemudian Arkan masih dengan statusnya yakni Jomblo abadi. Baby Erland sudah berumur 4 bulan dan Baby Ryan 3 bulan, Sedangkan kehamilan Kinan sudah memasuki bulan ke sembilan Dan Maudy menyusul Kinan dengan umur kandungan 3 minggu.


"Sayang aku pergi ke kantor dulu ya." ucap Ken sambil mengelus rambut Kinan.



"Okee, hati-hati yaa." ucap Kinan. Ken mengangguk dan berjalan menjauh dari Kinan.


"Aww!" teriak Kinan. Ken langsung memutar badannya dan berlari kearah Kinan.


"Kenapa?" tanya Ken.


"Perut Kinan sakit!" ucap Kinan menahan sakit di perutnya.


"O-Oke. Sekarang kamu tenang, aku bakalan bawa kamu kerumah Sakit. Di perjalanan kamu harus kontrol nafas kamu oke?" tanya Ken. Kinan mengangguk sambil mengontrol napasnya. Ken langsung menggendong Kinan dan menurunkannya di dalam Mobil. Ken dengan cepat menggerakkan mobilnya menuju rumah sakit.


Tak butuh waktu lama, Kinan dan Ken pun sampai di rumah sakit. Rumah sakit di mana Bulan, Stella, Vina dan Risa bekerja.


"Bundaa!" panggil Ken.


"Ada apa?" tanya Bulan berlari keluar dari ruangannya.


"Bantu Kinan!" ucap Ken


"Oke-Oke. Bunda akan bawa dia ke ruang persalinan. Kamu, telpon yang lain." ucap Bulan. Ken mengangguk. Kinan pun di bawa ke ruang persalinan dengan kursi roda.


Ken menelpon semua orang yang dapat ia telpon. Setelah menelpon, Ken pergi ke ruang persalinan untuk melihat Kinan.


"Gimana keadaan Kinan Tan?" tanya Ken kepada Vina.


"Ini baru pembukaan 7. Kita harus menunggu sampai pembukaannya lengkap." ucap Vina.


"Tan operasi aja, Kinan udah gak kuat!" ucap Kinan.


"Kinan, selagi bisa normal, kenapa gak? Lebih bagus normal dari ada operasi." ucap Vina.


"Kinan udah gak kuat Tan! Ini sakit banget!" ucap Kinan.


"Kinan, aku di sini jadi coba kamu perjuangin dia. Kamu pasti bisa lahiran secara normal." ucap Ken.


"Kamu cuman ngomong aja! Tapi kamu gak ngerasain!" ucap Kinan yang air matanya sudah mengalir keluar.


"Aku emang gak ngerasain Kinan. Tapi aku akan berusaha agar kamu berbagi sakit dengan kakak. Kamu boleh jambak rambut atau apapun yang mau kamu lakuin." ucap Ken.


"Sudah lengkap, Kamu pasti bisa melahirkan secara normal." ucap Vina.


"Kak Ken! Nunduk!" ucap Kinan. Ken menunduk. Dengan keras Kinan menarik rambut Ken.


"Aaa!" teriak mereka berdua kesakitan. Kinan hanya berteriak saja, tapi Ken berteriak sambil menangis melihat perjuangan Kinan sekaligus kesakitan karna rambutnya di tarik oleh Kinan.


•••


"Nah apa gua bilang. Pasti Ken lebih parah dari pada gua." ucap Morgan.


"Bisa gak lu gak usah cari masalah sehari aja?" tanya Arkan.


"Diam lu jomblo abadi. Kalau udah nikah, lu pasti tau rasanya." ucap Morgan.


"Kalau ada kayu, gua lempar tu kayu ke kepala lu!" ucap Arkan.


"Sans bro. Kasian anak gua yang ganteng ini kalau bapaknya udah meninggal." ucap Morgan.


30 menit mereka menunggu di depan ruang bersalin Kinan akhirnya Ken keluar.


"Gimana mas bro? Lancar?" tanya Morgan. Ken masih menitikkan air matanya.


"Bro kenapa?" tanya Morgan.


"Anak gua." ucap Ken.


"Anak lu kenapa?" tanya Eric.


"Anak gua ganteng banget." ucap Ken.


"Lahh!" teriak Eric, Raylo, Morgan, Logan, Verrel dan Levin.


"Gak percaya? Sok liat! Gua yakin anak gua lebih ganteng dari pada anak lu!" ucap Ken.


"Diam lu ferguso." ucap Morgan.


Kinan dan Bayinya pun di pindahkan keruang rawat. Mereka semua masuk kedalam ruang rawat setelah di perbolehkan masuk oleh suster.


"Fiks, anak Ken titisan orang tertampan." ucap Eric.



(Begitulah ya. Author gak ketemu yang kebih kecil lagi umurnya.)


"Btw, namanya siapa ni?" tanya Verrel.


"Kak Ken udah siapin nama katanya." ucap Kinan.


"Buka telinga kalian lebar-lebar. Ini adalah generasi keempat dari keluarga Anggara." ucap Ken.


"Nathan Cavero Anggara atau bisa di panggil baby Nathan!" ucap Ken sambil mengangkat anaknya.


"Ntar anak lu kalau udah besar pasti jadi dingin juga. Bibit keluarga Anggara kan kulkas semua. Bibit keluarga Gerdion juga Kulkas semua yang cowonya." ucap Morgan.


"Diam! Anak gua mungkin nasibnya lebih parah. Dia lebih ganteng dari gua soalnya, pasti lebih banyak cewe yang ngejar dia." ucap Ken.


"Siap-siap bodyguard Ken!" ucap Raylo.


"Tenang-tenang ada bodyguard gratis." ucap Ken.


"Siapa?" tanya Logan.


"Anak lu sama anak Morgan." ucap Ken.


"Kurang ajar! Anak gua di suruh jadi bodyguard anaknya! Ogah! Saat Ryan udah mulai sekolah, sekolahnya gua bedain dari Nathan!" ucap Morgan.


"Ciee baperan." ucap Ken. "Oh ya, Bang Ray kapan nyusul?" tanya Ken.


"Bulan depan, doain aja." ucap Raylo. Ken mengangguk.


"Lu Vin?" tanya Ken.


"Minggu depan." jawab Levin.


"Woahh!" ucap mereka semua takjub.


"Levin gercep ya." ucap Verrel.


"Lu jomblo abadi?" tanya Ken.


"Gua nikah sama siapa? Sama setan? Ya kali anak gua nanti setan setengah manusia. Kan gak lucu, seram mah iya." ucap Arkan.


"Dih kalah lu ama adik sepupu lu yang nikah minggu depan." ucap Morgan.


"Diam lu anak pungut!" ucap Arkan.


"Dih gua anak kandung ya." ucap Morgan.


"Arkan, gua tunggu undangan pernikahan lu!" ucap Ken.


"Hahaha, tenang aja. Jodoh gak kemana atau bisa jadi jodoh di depan mata gua, tapi gua yang belum nyadar." ucap Arkan.


"Ama Vivi noh." ucap Logan.


"Ogah ama bocil polos." ucap Arkan.


"Malah sama bocil polos lu mudah ngajarin dosa." ucap Logan.


"Dosa?" tanya Arkan.


"Beh ngebug." sahut Morgan.


"Oh olahraga malam. Tapi bener juga." ucap Arkan.


"Yang begituan aja lu cepat!" ucap Verrel.


"Iya kalau gituan otak gua konek. Tapi kalau nikah otak gua ngebug." ucap Arkan.


"Nikah dulu baru kawin. Masa kawin dulu baru nikah. Banyak dosa bro!" ucap Raylo.


"Siapa juga yang mau kawin dulu. Dimana-mana nikah dulu baru kawin." ucap Arkan.


"Eric, lu kapan? Jangan nemenin Arkan jadi jomblo abadi." ucap Ken.


"Tunggu jodoh aja mah gua." ucap Eric


•••Bersambung...


Arkan agak membingungkan ya cara kerja otaknya 😂😂


Jangan lupa like, comment, vote, hadiah dan rat 5 yaa 😆😆