Ken & Kinan

Ken & Kinan
Hampir Saja



"Perasaan gua gak enak ni." ucap Eric.


"Kayaknya ada perang dunia ketiga." ucap Verrel. Mereka pun sampai di depan pintu ruangan Presdir. Mereka memberanikan diri untuk membuka pintu ruangan Presdir.


Saat pintu terbuka mereka terkejut melihat apa yang terjadi.


"Andrew Drawangsa Presdir MZB Grup?!" ucap Eric dan Verrel terkejut.


"Kalian kenapa bisa sampai ke sini?" tanya Rey


"Kita penasaran kenapa MZB Grup bisa setara dengan Anggara Crop. Makanya kita kesini Om." jawab Verrel.


"Kalian juga penasaran?" tanya Reano.


"Iya Kek. Bisa-bisanya ada yang membuat Kenzard Anggara setara dengan seseorang. Ya kita kepo Kek." jawab Eric.


"Presdirnya bukan dia, tapi dia." ucap Rey sambil menunjuk kearah Morgan yang sedang menyamar.


Sementara di dalam kamar ruangan presdir ada Aira yang bernapas lega karna Morgan begitu pintar menyamar.


Flasback On 🍃


"Apa mereka melihat Papan nama ku?!" tanya Morgan.


"Tidak tuan. Saya mengganti papan nama anda menjadi nama samaran anda. Jadi mereka mengira bahwa orang yang bernama Melvin adalah Presdir MZB Grup." ucap Andrew.


"Hah untunglah kau pintar Andrew. Aku akan segera sampai ke sana. Aku akan naik Lift dari atap dan turun langsung ke dalam kamar ku dan langsung bersiap." ucap Morgan. Rupanya sangat banyak pintu rahasia yang Morgan buat agar penyamarannya sempurna.


Flashback Off 🍃


"Lah kok mirip Morgan?" tanya Verrel. Eric dan Verrel pun mendekati Morgan dan menggoyangkan tubuh Morgan.


"Eh bro, lu Morgan kan?" tanya Eric.


Lah kok mereka pintar. Gua harus ngeles ni. batin Morgan


"Maaf nama saya Melvin Zidanio Brawaska." jawab Morgan dengan nada suara yang berbeda dari biasanya.


"Suaranya beda. Tapi tubuh sama mukanya mirip banget. Jangan-jangan lu Logan!" ucap Verrel.


"Nama saya Melvin!" ucap Morgan kesal.


"Santai Bro. Gua kira lu memang sahabat kita namanya Morgan. Dia kerja di sini juga." ucap Verrel.


Jangan bilang lu mau manggil Morgan, Makin gawat gua! batin Morgan.


"Panggil aja kali Morgannya. Biar kita mirip-miripin. Kayaknya kalian kembar yang terpisah." ucap Verrel.


Nah kan, gua gampar lu Rel! batin Morgan.


"Nah iya, tapi ganggu dia gak?" tanya Rey.


"Tadi sih dia pulang Om karna mual-mual." jawab Eric.


"Yaudah biarin dia istirahat. Kasian dia ngidam." ucap Reano.


Kakek yang terbaik Sarangheo kakek Reano. Aku padamu! batin Morgan.


"Tapi lu kenal Morgan kan? Dia anak keluarga Bagaskara. Baik-baik sama dia atau lu akan di serang sama 8 Keluarga besar. Perusahaan lu bukan apa-apa di banding gabungan 8 keluarga besar." ucap Verrel.


"Dia pegawai saya. Saya tidak boleh mengistimewakannya hanya karna dia anak dari keluarga Bagaskara, kalau saya mengistimewakannya pegawai yang lain akan iri dan tidak mau bekerja di perusahaan saya lagi." ucap Morgan.


"Lagian lu dari keluarga mana. Kok gua gak pernah dengar keluarga Brawaska?" tanya Verrel.


Bunuh teman dosa gak sih? Gua pengen bunuh si Verrel yang banyak tanya. Udah pertanyaanya buat naik darah lagi! batin Morgan geram.


"Maaf jika tidak ada yang ingin di tanya kan lagi. Anda semua boleh keluar. Saya akan meeting 20 menit lagi." ucap Morgan Angkuh.


"Cih, baru segini aja udah Angkuh lu!" ucap Eric.


Ya allah pengen bunuh Verrel sama Eric! batin Morgan.


"Yah diusir. Kalau kita udah diusir sama Bro Melvin sebaiknya kita pergi." ucap Verrel. Eric dan Verrel pun pergi dari ruangan Morgan.


Rey dan Reani mendekati Melvin.


"Kami masih mengawasi Anda. Saya merasa ada yang aneh dari anda." ucap Reano.


"Bisa-bisanya ada si pintar kedua yang kedudukannya sama seperti serbuk berlian kami!" ucap Rey.


Salah saya kalau saya pintar? Salahkan otak saya wahai Om dan Kakek mertua terhormat! batin Morgan.


"Bisa kalian berdua pergi sekarang? Saya harus memeriksa berkas untuk meeting nanti." ucap Morgan. Rey nenaikkan alisnya sebelah lalu pergi bersama Reano.


"Huuffftt." legaan napas Morgan terdengar, ia langsung duduk di kursi kebesarannya karna masih panik. Aira pun keluar dari kamar yang berada di ruangan Morgan.


Aira memijat bahu Morgan agar Morgan lebih tenang.


"Kenapa di sembunyiin?" tanya Aira.


"Karna aku gak pengen keluarga Bagaskara tau aku udah sukses kayak gini. Bahkan melebihi mereka." jawab Morgan.


"Kenapa gitu?" tanya Aira.


"Ya, aku gak mau aja mereka ngira aku menggoda seorang wanita sampai aku bisa sukses dengan instan. Padahal semua ini perlu perjuangan yang sangat keras." ucap Morgan.


"Mungkin gak sampai separah itu." ucap Aira.


"Bakalan parah Ai. Apa lagi kalau mama dan Logan tau. Bisa hancur perusahaan yang aku bangun dari nol!" ucap Morgan. Aira pun diam. Ia tidak mau berdebat dengan Morgan. Menurut Aira, Morgan melakukan semua ini pasti ada alasannya.


•••


Byurrr


Ken kaget dan menyemburkan Airnya saat tau bahwa Presdir MZB Grup bukan Morgan.


"Melvin?" tanya Ken. Verrel dan Eric megangguk.


"Melvin Zidanio Brawaska." jawab Verrel.


"Gua gak pernah dengar keluarga Brawaska." ucap Raylo.


"Kayaknya ada yang aneh." ucap Levin.


"Gua udah cape. Biarin aja lah dia mimpin sendiri. Kita sekarang fokus gimana ningkatin perusahaan masing-masing. Gak usah mikirin si Melvin-Melvin itu." ucap Arkan.


"Lu ada benernya Ar, tapi kalau gak kita selidiki perusahaan kita yang bakal parah. Bisa aja Anggara Crop berada di posisi kedua dan bisa di kendalikan oleh MZB Grup yang kita gak tau siapa Presdirnya." ucap Raylo.


"Pintar!" ucap Ken.


"Kalian fokus aja sama kerjaan masing-masing. Tingkatkan perusahaan kalian biar bisa mengalahkan MZB Grup." ucap Kinan.


"Masalahnya gak segampang itu Kinan. Kalau gua mah sekali kepo tetap kepo, apa lagi masalah perusahaan. Ini menyangkut keluarga gua." ucap Arkan


"Oh ya, wajah sama tubuh Melvin mirip Morgan. Tapi suaranya berbeda." ucap Eric.


"Mirip?" tanya Ken.


"Ya, kayak Morgan sama Logan. Kan mirip tuh." ucap Verrel.


"Gak mungkin kan mereka kembar tiga." ucap Ken.


"Ya gak lah." ucap Verrel


"Au ah puyeng, skip!" ucap Arkan kembali dengan posisi tidurnya.


"Magerann lu Ar!" ucap Raylo


"Kapan balik sih, bosan gua di rumah sakit. Habis gua pulang dari rumah sakit, gua bakalan cari Sayla dan gua culik tu anak." ucap Arkan


"Terus lu nikahin? Gila lu." ucap Verrel.


"Ga gitu konsepnya anak Stevano Dirgantara!" ucap Arkan kesal.


•••


"Logan lo gimana sih! Masa mau ngebunuh Ken gak bisa!" ucap Sayla.


"Lu aja gak bisa mengebunuh Morgan!" ucap Logan.


"Ya setidaknya kalau lo gak bisa bunuh Ken, bunuh Kinan kek!" ucap Sayla kesal.


"Ya lu bantuin gua bunuh Morgan dulu. Di sini gua yang melanjutkan Kevin Arlata dan lu cuman partner gua!" ucap Logan.


"Ya lo seharusnya bisa diandalkan juga dong!" ucap Sayla. Logan mendekatkan dirinya kearah Sayla. Sayla reflek mundur sampai akhirnya tubuhnya bertemu dengan dinding. Logan mengunci Sayla dengan tangan kanannya dan mendekatkan wajahnya dengan Sayla.


"Jangan macam-macam Sayla atau gua bisa bertindak lebih jauh dari ini." ucap Logan.


"Coba aja gue gak takut!" ucap Sayla menantang Logan. Logan langsung mencium bibir Sayla dengan kasar sampai Sayla sulit bernafas. Sayla memukul dada Logan karna oksigennya hampir habis. Logan pun melepaskan bibirnya dari bibir Sayla.


"Jangan main-main sama gua Sayla Prince." ucap Logan memperingati Sayla lalu pergi.


Sial, gue masuk ke kandang macan! batin Sayla.


•••Bersambung...


Hayoo terima karma Sayla!!


Jangan lupa kasih author dukungannya. Like, Comment, Hadiah, Vote dan Rate 5 okayy 😄👍