Ken & Kinan

Ken & Kinan
Lilin Tenggo



Bel istirahat berbunyi, Aira dan Kinan memutar bangku mereka agar bisa menghadap ke Maudy.


"Jadi?" tanya Aira.


"Kak Verrel yang bawa aku kesini." ucap Maudy.


"Mwo? Jinjja? Aku gak percaya Kak Verrel nekat." ucap Aira.


"Emang Daddy kamu bolehin?" tanya Kinan.


"Dengan sekali akting kak Verrel, aku boleh pindah ke Indonesia." ucap Maudy.


"Jadi kamu tinggal di mana?" tanya Aira.


"Di apartemen kak Verrel." jawab Maudy.


"What?!" kaget Maudy dan Kinan.


"Berdua? Wah gila kak Verrel." ucap Aira.


"Enggak, aku tinggal di apartemen kak Verrel, Kak Verrelnya tinggal di rumahnya." jelas Maudy.


"Jadi kak Verrel ninggalin kamu? Bener-bener tu orang. Udah buat kamu hampir di copet sekarang di biarin aja! Pengen di gampar rasanya!" ucap Aira kesal. "Dy, tinggal di rumah aku, nanti aku bantu beres-beres." ucap Aira.


"Tapi.."


"Kak Verrel nanti urusan aku!" ucap Aira. "Kak Verrel juga, seharusnya kamu di bawa kerumah keluarga Dirgantara. Bukan di tinggal di apartemennya. Keterlaluan!" ucap Aira.


"Udah lah Aira, gak usah marah sama kak Verrel. Aku juga yang gak bisa jaga diri." ucap Maudy.


Brak!


"Tapi gak gini juga!" ucap Aira kesal sambil menggebrak meja.


Drtt..drtt..


Handpone Kinan berbunyi, panggilan video call dari "My big baby"


"Big baby vidcall tuh." ucap Aira.


"Apaan sih." ucap Kinan. Kinan pun mengangkat telpon itu.


"Hello my honey, gimana pelajarannya mudah?" tanya Ken.


"Kak, pelajaran kelas dua belas mana ada yang mudah. Nah mumpung kakak ganteng dan juga baik hati, bantuin pr kita ya." ucap Aira.


"Boleh, Kinan doang. Kamu kerjain sendiri Aira." ucap Ken.


"Kakak mah jahat!" ucap Aira.


"Hai kak Ken." sapa Maudy.


"Hai Maudy, jadi kamu memang di bawa Verrel ke Indo? kakak kira Verrel bercanda." ucap Ken


"Emang di bawa ke Indo kok kak." jawab Maudy.


"Udah kalian ke kantin, jangan ganggu orang pacaran!" ucap Ken.


"Dih, aku ikut andil buat nyatuin kalian ya!" ucap Aira kesal.


"Tapi kan gak ikut andil dalam hubungan kami." jawab Kinan.


"Dengarin kata calon kakak ipar." ucap Ken.


"Kinan." panggil seorang siswa.


Nyari gara-gara ni cowo. batin Aira.


"Ya?" jawab Kinan. Siswa itu memberikan sebungkus nasi goreng kepada Kinan.


"Lu belum makan kan? Gua tau karna lu gak ke kantin hari ini. Makanya gua berbaik hati buat bawain lu makanan. Di makan ya." ucap Siswa itu langsung pergi.


"Siapa tu?" tanya Ken dingin.


"Pacar kedua." jawab Kinan santai lalu membuka kotak makan kertas itu. Ada tulisan tangan di dalamnya.


"Di makan ya, ini belinya pakai rasa sayang. Canda sayang. Eh tapi bener deh gua sayang sama lu. Di lihat dari sikap lu, kayaknya lu jomblo. Anggap aja nasi goreng ini hadiah pdkt dari gua. Oh ya nama gua Nathan Aldebaran kelas Dua belas Ipa Lima." baca Aira.


"Lah mati vidcallnya." ucap Maudy.


"Hmm, kebiasaan kak Ken ni. Nan, siap-siap kena semprot Big Baby kamu ya. Semprotan dia pedas lo." ucap Aira.


"Hehehe aku kerjain aja." ucap Kinan.


"Hm, makin ngamuk dah tu Baby Lion." ucap Aira. Kinan semakin khawatir apa yang akan dia hadapi jika bertemu dengan Ken.


•••


Ken membanting handponenya sampai retak. Perasaannya campur aduk, Marah, Cemburu dan kesal.


"Siapa yang berani pdkt dengan Kinan? Lihat saja kau yang bernama Nathan Aldebaran. Kau akan hancur karna berani menganggu Kinan ku!" ucap Ken.


"Woi, paan?" tanya Morgan.


"Gua kesal Gan." ucap Ken.


"Kesan paan, siapa yang buat Kenzard Anggara sekesal ini?" tanya Morgan.


"Ada yang dekatin Kinan di sekolahnya." ucap Ken kesal.


"Oalah, gua kira apaan sampai lu kesal. Rupanya jiwa kebucinan lu keluar." ucap Morgan.


"Suka-suka gua lah, lagian lu ngapain masih di sini? Bukannya kerja." ucap Ken.


"Gua kerjanya besok, sekarang gua mau nyantai di ruangan lu." ucap Morgan.


"Dari pada duduk-duduk gak jelas, mending bantuin gua selidiki si Nathan itu." ucap Ken.


"Baru aja mau nyantai udah lu suruh kerja. Yaudah laptop gua disini kemarin mana? Biar gua yang cari tau." ucap Morgan.


"Ada, Nih." ucap Ken sambil memberikan laptop Morgan yang ketinggalan. Morgan mulai membuka laptopnya. Ia sangat lihai dalam mengetik seperti sudah biasa dengan laptop.


Terkadang gua curiga sama Morgan. Dia lihai dalam laptop seperti Presdir-presdir lainnya. Sepertinya ada sesuatu yang di sembunyikan Morgan dari Gua dan yang lain. batin Ken. Ken pun melanjutkan pekerjaannya.


Lima belas menit Morgan mencari identitas Nathan, Morgan pun menemukannya.


"Nathan Aldebaran 17 tahun bersekolah di SMA Antariksa kelas dua belas ipa 5. Anak tunggal dari Jeff Aldebaran dan Emely Diandri. Calon penerus tunggal keluarga Aldebaran. Pernah jadi ketua basket di SMA Antariksa. Tidak pernah pacaran dan juga di juluki lelaki tertampan nomor tiga tahun 2020." ucap Morgan


"Cih, gua aja nomor satu." ucap Ken.


Gak heran, dia kan dapat gelar Manusia tertampan tiga tahun berturut-turut. Jangan lupa di juga dapat gelar Presdir termuda dan tersukses. batin Morgan.


"Saingan gua lumayan berat, tapi bisa gua pastikan Kinan gak bakalan suka sama dia." ucap Ken.


"Tapi saingan lu satu ini udah pasti berat banget." ucap Morgan.


"Siapa?" tanya Ken.


"Lee Taeyong. Dia manusia tertampan nomor dua. Dan dia juga idolanya Kinan. Udah pasti lu kalah sama Idola Kinan." ucap Morgan.


"Lilin Tenggo?" tanya Ken.


"Lee Taeyong bego! Dari mana pelesetan Lilin tenggo. Jauh beda!" ucap Morgan.


"Lah suka-suka gua. Mulut-mulut gua kok." ucap Ken.


"Ya dari mana nyambungnya Lilin Tenggo? Nama dia Lee Taeyong! " ucap Morgan Kesal.


"Terserah lu lah, yang penting gua akan tetap menang walau Lilin Tenggo jadi idolanya Kinan!" ucap Ken. Morgan menggaruk tengkuknya yang tidak gatal.


Dimana nyambungnya dari lee taeyong ke lilin tenggo? batin Morgan.


"Tapi Kinan manggil dia Bubu." ucap Morgan.


"Apa? Siapa dia? Berani-beraninya di panggil Bubu sama Kinan?!" tanya Ken kesal.


Mulai dah ni si bucin tingkat dewa! batin Morgan


•••Bersambung..


Lah kemarin Teh gayung, sekarang lilin tenggo. Besok apa lagi? Heran ada ada aja panggilan mereka.


Jangan lupa dukungannya yaa, biar author makin semangatt.