Ken & Kinan

Ken & Kinan
Operasi Morgan



Bulan dan Risa sudah melakukan operasi untuk Morgan di dalam ruang operasi. Ken dan yang lainnya hanya bisa mendoakan dari luar saja.


"Pa, mama gak datang?" tanya Logan.


"Kayaknya enggak." jawab Elang. Logan mengangguk.


"Ken, gimana kronologinya. Kenapa Morgan bisa terluka parah gini?" tanya Rey.


"Jadi gini yah.."


Flasback On 🍃


"Gan, ngebut gan ngebut!" ucap Ken.


"Kenapa woi?" tanya Morgan.


"Anak buah Kevin ngejar kita!" ucap Ken. Morgan terkejut, ia menaikkan laju mobilnya.


"Pegangan!" ucap Morgan. Ken pun pengangan.


"Tiati Gan!" ucap Ken. Morgan mengangguk.


"Mereka membuat kita masuk hutan. Lu bawa senjata?" tanya Morgan.


"Kalau senjata selalu tersedia di mobil gua. Di laci ada dua pistol sekalian dengan peredamnya. Kita bisa pakai itu." ucap Ken.


"Gua bakalan jagain lu karna gua yakin mereka ngincar lu. Seperti yang lu bilang kalau mereka anak buah Kevin dan gua yakin mereka ngincar penerus keluarga Anggara!" ucap Morgan.


Dor!


"Sial!" umpat Morgan.


"Bannya pecah!" sahut Ken.


"Kita hadapin mereka Ken!" ucap Morgan.


"Lu jangan turun dulu Gan. Gua cari bantuan!" ucap Ken.


"Gak ada Signal Ken!" ucap Morgan.


"Arghh! mereka pintar juga!" ucap Ken. "Gak ada cara lain kita harus lawan mereka." ucap Ken. Mobil yang di kendarai Morgan perlahan-lahan berhenti karna ban mereka yang pecah. Saat mobil mereka berhenti, segerombolan orang mengelilingi mobil mereka.


"Gila banyak bener." ucap Morgan. "Ken lu di dalam aja, biar gua yang hadapi!" ucap Morgan.


"Gak, kita hadapi sama-sama. Pastikan peluru di pistol lu terisi penuh." ucap Ken. Morgan mengangguk.


"Dalam hitungan ketiga, kita turun sama-sama." ucap Ken. Morgan mengangguk.


"Satu!" ucap Ken. Morgan sudah bersiap dengan pistolnya.


"Dua!" ucap Ken lagi. Morgan dan Ken bersiap untuk membuka pinto mobil.


"Sekarang!" ucap Ken.


Morgan dan Ken pun keluar. Dengan gesitnya mereka berdua menembak segerombolan orang tadi.


Morgan sudah melumpuhkan mereka semua. Morgan berjongkok dan memegang kuat dagu salah satu dari orang yang menyerang mereka.


"Siapa yang menyuruh kalian dan siapa sasarannya?!" tanya Morgan.


"Tidak tahu, tapi dia menyuruh kami untuk menyakiti Kenzard Anggara!" jawabnya.


"Cih, aku tidak akan membiarkan itu terjadi!" ucap Morgan.


Dor!


"Argh!" ringis Morgan. Lengan kirinya tertembak oleh seseorang di dalam mobil jeep yang menyerang mereka. Ken mencoba mendekati mobil itu. Tapi..


Dor!


"Ken awas!" ucap Morgan mendorong Ken tapi ia lambat menyelamatkan diri. Peluru itu langsung bersarang di dadanya. Setelah Morgan terluka, mereka pergi bergitu saja meninggalkan Ken dan Morgan.


"Gan, lu gak apa-apa?" tanya Ken.


"Uhuk, gak apa-apa." jawab Morgan dengan batuk yang mengeluarkan darah.


"Gua, coba ganti ban serep. Lu tunggu di sini!" ucap Ken. Morgan mengangguk lemah. Dengan cepat Ken mengganti ban serep mobil lalu memapah Morgan dan membawanya kerumah sakit terdekat. Untung saja rumah sakit keluarga Diano tidak jauh dari sana.


Flasback Off 🍃


"Sayla?" ucap Logan.


"Kalau Sayla pasti incarannya Ken. Coba pikir siapa yang benci sama Morgan." ucap Rey.


"Gua rasa lu benar Rey, sepertinya ada serigala berbulu domba." ucap Elang.


"Kita harus tangkap dia Yah. Kslau kita biarkan Morgan akan tersiksa." ucap Logan.


"Ntah kenapa gua mikir Stella." ucap Galang.


"Jangan ngadi-ngadi lu Lang. Seberapa benci pun Stella sama orang, dia gak akan pernah membiarkan orang itu mati begitu saja." ucap Vano.


"Gua gak nuduh. Cuman dia yang gak ada di sini dan cuman dia yang benci sama Morgan. Semuanya mengarah ke dia." ucap Galang.


"Gua mikir gitu juga, tapi gua masih gak yakin itu Stella." ucap Gilang.


"Gua setuju, dia jelas-jelas benci akut Sama Morgan." ucap Revan.


"Nah Revan, lu tau gak siapa aja yang di manfaatin Ayah lu?" tanya Rey.


"Sorry gua gak tau, gua udah lama pisah tempat tinggal sama dia. By, kamu tau?" tanya Revan.


"Aku gak tau Van. Sejak aku tinggal sama Ayah, ayah gak ada manfaatin orang. Tapi gak tau setelah aku pindah kerumah kalian ayah ada manfaatin orang lagi apa enggak." jawab Ruby.


"Kita berdua gak tau Rey." jawab Revan.


"Sulit ni." ucap Leon.


"Ken juga ada pemikiran ke tante Stella dad." ucap Ken.


"Gua gak yakin Mama gua yang buat Morgan kaya gini. Gimana pun Morgan itu anak kandungnya." ucap Logan.


"Logan ada benarnya." ucap Levin.


Bulan dan Risa pun keluar dari ruang operasi. Mereka semua langsung menghampiri mereka berdua.


"Gimana?" tanya Ken.


"Operasinya berhasil dan dia akan di pindahkan keruang rawat. Dia kehilangan banyak darah." ucap Bulan.


"Wajar Bun. Dia tertembak di dua sisi tubuhnya dan darah yang keluar sangat banyak." ucap Ken.


"Untung aja golongan darah Morgan tersedia di rumah sakit Ini. Padahal golongan darah dia termasuk golongan darah yang lumayan langka." ucap Bulan.


"Rumah sakit keluarga Diano selalu di depan!" ucap Risa.


"Bun boleh liat kak Morgan gak?" tanya Aira. Melihat mata Aira yang sangat mengkhawatirkan Morgan, Bulan pun memperbolehkan Aira melihat Morga yang telah sampai di ruang rawatnya.


Aira masuk kedalam ruang rawat Morgan. Ia melihat Morgan yang terbaring lemah di sana. Kini ia mengerti perkataan Logan tadi.


Aira duduk di kursi yang telah di sediakan di samping ranjang pesakit Morgan. Aira memegang tangan Morgan.


"Kak Morgan maafin Aira ya. Aira gak tau kalau perasaan Aira itu ada sama kak Morgan bukan Kak Logan. Untung kak Logan nyadarin Aira dan Aira sekarang sadar Maaf banget udah jutek sama kak Morgan. Kak Morgan penyabar banget ngehadapin Aira. Aira minta maaf ya kak. Aira gak punya maksud buat nyakitin kak Morgan." ucap Aira dengan air mata yang tidak bisa di bendung lagi. Ia memegang tangan Morgan kuat.


"Kak Morgan, kakak tau gak kenapa aku sering tertukar antara kak Morgan dan Kak Logan? Karna saat Aira dekat dengan kak Morgan, jantung Aira jadi berdetak lebih cepat. Karna Aira pikir orang yang nyelamatin Aira beneran kak Logan, jadi Aira selalu berpikir kakak itu kak Logan. Lucu ya Aira. Aira tau kak Morgan udah ilfeel sama Aira karna Aira sok-sok jual mahal. Maafin Aira yaa." ucap Aira memegang tangan Morgan kuat.


"Nanti kalau kakak udah bangun aku bakalan minta maaf sama kakak gak perduli kakak maafin aku apa enggak tapi aku tetap akan minta maaf sama kakak." ucap Aira sudah menangis tersedu-sedu.


"Aira khawatir tau kak saat pihak rumah sakit bilang kakak dan kak Ken kecelakaan. Nanti kalau efek obat biusnya udah habis, Aira bakalan ngerawat kakak!" ucap Aira.


•••


"Sweet banget mereka!" ucap Bulan.


"Biarin aja mereka jadian secara alami." ucap Rey.


"Baguslah, Morgan udah lama ngejar Aira dan Aira baru paham sekarang. Setidaknya sedikit kebahagiaan sudah mendatanginya." ucap Elang.


"Gua tau lu sedih Lang. Tapi Morgan kuat, dia akan lewati ini semua." ucap Rey. Elang nengangguk.


•••Bersambung...


Kalian kepikiran sama teori Rey gak? Author sih kepikiran. Yang tau siapa pelakunga boleh banget komen ya 😆


Yeey author udah up, jangan lupa dukungannya ya 😄