
"Emang sampe seratus kali gua bilang lu gak bakalan peka Ken! Astagfirullah sabar Morgan ganteng!" ucap Morgan geram kepada Ken.
"Gak cukup perasaan lu selama ini? Kalau lu dekat Kinan pasti jantung lu dag dig dug gak jelas. Artinya lu cinta sama Kinan Kenzard!!" ucap Morgan sudah tak tahan dengan emosinya kepada Ken.
"Tapi." perkataan Ken sampai di sana ia tak tau mau berkata apa lagi.
"Tapi apa lagi? Lu kejar jangan sampai Verrel atau Eric yang jadian sama Kinan. Lu mau liat pernikahan Kinan dengan Eric atau Verrel?" tanya Morgan.
"Tapi Verrel nolak." ucap Ken.
"Iya Verrel nolak, Eric?" tanya Morgan.
"Eric sepupu Kinan." jawab Ken polos.
"Eh iya ya, baru nyadar gua. Oke ganti-ganti." ucap Morgan. "Seandainya Kinan diambil Arkan gimana?" tanya Morgan.
"Arkan juga ada ikatan sama Kinan, walau sepupu dari pihak ayahnya." jawab Ken
"Eh iya kah? Gua salah mulu dari tadi. Ganti!" ucap Morgan. "Seandainya Raylo jodohin Kinan sama Levin. Mau lu?" tanya Morgan.
"Kinannya yang gak mau sama Levin." jawab Ken.
"Ada aja jawaban lu ya!" ucap Morgan semakin geram. "Terakhir ni! Andai aja Logan suka sama Kinan, terus dia nembak Kinan duluan. Nah lu ketikung kan." ucap Morgan.
"Ya kali seorang Kenzard ketikung sama Logan Bagaskara." ucap Ken.
"Terserah lu! Gua mau balik! Makin puyeng gua kalau yang minta saran orangnya ginian!" ucap Morgan berdiri dari duduknya.
"Jangan pergi lah, gua bercanda." ucap Ken.
"Kalau pun lu bercanda, itu gak lucu. Garing abis. Kalau lu gak ada bakat buat ngelawak udah biarin aja. Nanti gua kasih sedikit bakat lawakan gua sama lu." ucap Morgan. Morgan pun kembali duduk.
"Ni gua kasih saran.."
•••
"Wah beneran?" tanya Aira. "Aku bener kan, dugaan Aira tidak mungkin salah!" ucap Aira kepada Kinan. Saat ini Aira dan Kinan sedang berada di taman belakang rumah Kinan. Aira tau bahwa Sayla sedang pergi, makanya ia dengan senang hati datang kerumah Kinan.
"Beneran gak ada Sayla kan?" tanya Aira.
"Enggak, dia di suruh sekolah ke London sama Daddy." ucap Kinan.
"Bagus lah, gak ada lagi jalang yang bisa gangguin kak Ken!" ucap Aira. "Eh Sorry Kinan bukan aku bermaksud nyebut kembaran kamu jalang ya, tapi sikapnya memang gitu!" ucap Aira
"Its oke Ai." jawab Kinan.
"Jadi apa yang kamu suka dari kak Ken?" tanya Aira
"Yang pertama sikapnya yang perhatian, entah sejak kapan sikapnya berubah gitu aja sama aku. Terus matanya yang coklat buat aku tenang seketika." ucap Kinan.
"Aku nambah, kak Ken kalau senyum ganteng banget. Aku sebagai adiknya mengakui kalau kak Ken itu nyaris sempurna. Ya kamu tau sendiri mana ada manusia yang sempurna. Tapi kekurangan kak Ken itu buat cewe-cewe bakalan jadi sebal." ucap Aira.
"Apa kekurangannya?" tanya Kinan.
"Dia mah kurang peka sama cewe. Gak ada romantis-romantisnya. Senyum pun jarang." ucap Aira.
"Iya sih, selama aku dekat sama dia, aku belum. pernah liat kak Ken senyum." ucap Kinan.
"Susah tau buat balok es senyum. Kak Ken juga ngapain warisin sifat ayah. Tapi aku akui sih kalau kak Ken marah lebih seram dari pada Ayah." ucap Aira
•••
"Mana lago mobil yang mau jemput gua." ucap Verrel. Setelah bertemu dengan mobil jemputannya, Verrel pun naik dan langsung pergi ke hotel milik keluarga Dirgantara. Setelah meletakkan barang-barangnya di hotel is pun pergi ke kediaman keluarga Zaynco.
"Excuse me!" ucap Verrel.
"Mana satpamnya ni?" tanya Verrel.
"Who are you?" ucap suara otaomatis.
"Wih canggih-canggih. Di rumah gua harus pasang juga ni biar satpamnya gua pecat. Kerjaannya tidur mulu, makan gaji buta!" ucap Verrel.
"I'm Verrel Dirgantara from Indonesia. I want to meet Maudy Zaynco." jawab Verrel. Gerbang pun terbuka otomatis.
"Welcome Mr. Dirgantara." ucap suara otomatis.
"Thank you." jawab Verrel. Verrel pun masuk kedalam kediaman keluarga Zaynco. Ia di sambut oleh para asisten rumah tangga keluarga Zaynco.
"Verrel tumben?" tanya Elioz.
"Pengen ketemu Maudy om, ada yang mau Verrel bicarain." ucap Verrel.
"Maudy ada di taman belakang, langsung aja kesana." jawab Elioz.
"Baik om, makasih." ucap Verrel langsung ke taman belakang keluarga Zaynco. Sesampainya di taman belakang, Verrel melihat Maudy tengah bersantai di gazebo taman. Verrel pin menghampiri Maudy.
"Maudy!" panggil Verrel.
"Kak Verrel, ada apa?" tanya Maudy sambil menepuk tempat duduk di sampingnya. Verrel pun duduk di samping Maudy.
"Kakak to the poin aja, soalnya ini maslahnya lumayan besar." ucap Verrel
"Masalah apa kak?" tanya Maudy.
"Sebelumnya kakak minta maaf banget sama kamu, kakak gak sengaja aja ingat kamu waktu itu." ucap Verrel.
"Masalahnya apa kak?" tanya Maudy.
"Jadi gini, kemarin kakak mau di jodohin sama Kinan, tapi Ken minta kakak buat batalin perjodohannya. Kakak kepikiran bust bilang sama ortu kakak kalau kakak udah punya pacar dan mereka tanya siapa pacar kakak." ucap Verrel.
"Terus?" tanya Maudy.
"Kakak kesebut nama kamu, jadi sekaranh orang tua kakak minta kakak nemuin kamu sama mereka." ucap Verrel.
"Jadi gimana dong? Daddy belum tentu bolehin aku ke indonesia." ucap Maudy.
"Makanya, bantuin kakak pikirin alasannya." ucap Verrel. Maudy mengangguk.
•••Bersambung..
Wah cuman karna salah sebut aja sampai Verrel harus ke London. Kasian banget Verrel 😂
Jangan lupa dukungan buat author ya, biar author makin semangat untuk nulis bab bab dari novel ini 😆
Ada yang penasaran sama ceritanya Ezra gak sih? Kalau ada author buatin ni di novel 'Menikahi Musuhku' lanjutannya 😊