
Sekolah pun di mulai setelah dua bulan liburan. Kali ini Aira dan Kinan harus bersiap lebih karna mereka sudah kelas dua belas. Akan ada banyak ujian agar masuk ke universitas.
Kinan dan Aira sangat senang karna kembali sekelas. Mereka mengambil tempat duduk yang sama agar mereka selalu berdekatan.
"Gimana sama kak Ken?" tanya Aira.
"Kak Ken? Dia bayi besar. Tapi aku suka saat dia minta sesuatu. Wajahnya jadi imut banget, apa lagi saat dia kesal." ucap Kinan.
"Jinjja? kok sama kami masih ada unsur dinginnya?" tanya Aira.
"Gak tau, coba ada pendekatan sama dia. Anaknya manja kayak bayi." ucap Kinan.
"Masih gak percaya sih Kak Ken bisa semanja itu." ucap Aira.
"Haha, aku kira dia itu galak, dingin dan judes banget. Rupanya manja, lucu, romantis, ganteng lagi." ucap Kinan.
"Nah baru nyadarkan kak Ken itu ganteng akut." ucap Aira. Kinan mengangguk.
"Anak-anak duduk semuanya, pelajaran akan segera kita mulai." ucap guru. Kinan dan Aira pun mengeluarkan bukunya.
•••
"Ngapa lu cemberut gitu?" tanya Logan.
"Hari ini Kinan masuk sekolah, dia bakalan susah gak ya menghadapi pelajaran?" tanya Ken.
"Yaelah Ken kalau dia sulit pasti minta bantuan sama lu yang IQnya diatas rata-rata." ucap Logan.
"Iya sih, tinggal gua bantu." ucap Ken. "Lu gak ngampus?" tanya Ken.
"Sumpah males gua datang ospek. Mending gua bolos ke kantor lu, selain kenyang bisa tidur juga." ucap Logan.
"Lah lu gak jadi kuliah di LA?" tanya Ken.
"Gak keterima. Mending gua kuliah di Jakarta. Kan enak." ucap Logan
"Terserah lu, tapi besok lu harus ikut ospek." ucap Ken.
"Ga ah, Ospeknya cuman 3 hari. Jadi 3 hari ini gua ke kantor lu terus." ucap Logan.
"Pintu ruangan gua selalu tertutup." ucap Ken.
"Untuk gua gak kan?" tanya Morgan baru saja datang.
"Lu kemana aja Men?" tanya Logan langsung memeluk Morgan.
"Dah lama gua gak kabur. Gimana keren gak kalau gua kabur?" tanya Morgan.
"Kabur bilang-bilang lah, kan gak perlu kita sampai nyariin lu setengah mati selama seminggu ni!" ucap Ken.
"Ya sori, mana ada orang kabur bilang-bilang." ucap Morgan.
"Lu gak kuliah Gan?" tanya Ken.
"Gak, gua kerja." jawab Morgan.
"Udah di terima kerja? Apa mau kerja di Anggara Crop aja?" tanya Ken.
"Gua dapat kerjaan dari MZB Grup." jawab Morgan.
"Jadi HRD. Mayan lah, gua kan pinter nyari orang buat kerja." ucap Morgan.
"Lu kenapa gak kuliah aja?" tanya Logan.
"Kan lu tau sendiri, uang di atm gua kalau di pakai terus bisa abis. Makanya gua lebih milih kerja dari pada kuliah. Lulusan SMA gini tapi gua pintar, banyak yang nyari gua." ucap Morgan.
"Pindah deh ke kantor gua, gua jadiin direktur atau manejer." ucap Ken.
"Gak, gua gak kuliah nanti yang di bawah gua pada ngehujat lagi, males gua." ucap Morgan.
"Gua aja gak kuliah, tapi kasih materi kuliah sama anak-anak kampus. Padahal kalau gua kuliah mungkin udah semester 5 sama kayak Arkan dan Levin." ucap Ken
"Levin kuliah sambil kerja." ucap Logan.
"Dia Part time, Ayah mana mau kalau gua kerjanya setengah-setengah. Makanya lebih enak kerja dari pada kuliah." ucap Ken.
"Lu bukannya kuliah di LA?" tanya Morgan.
"Gak keterima, gua jadi satu kampus sama Arkan, Levin, Eric dan Raisa." jawab Logan
"Mereka ambil apa aja?" tanya Ken.
"Bisnis semua, kecuali Raisa dia ngambil hukum." jawab Logan.
"Gan, lu balik dah. Tante Stella khawatir sama lu." ucap Ken.
"Gak lah, gua lebih suka hidup bebas. Gak ada yang ngatur dan marahin gua." ucap Morgan.
"Lu enak kabur, uang banyak, otak ada. Lah gua uang atm gua banyak sih tapi kalau masalah otak gua masih di bawah lu." ucap Logan
"Walau kalian kembar tapi kalian punya perbedaan." ucap Ken. Morgan dan Logan mengangguk.
•••
"Permisi buk." ucap Seorang guru.
"Oh iya, ajak masuk aja buk." ucap guru yang sedang mengajar. Seorang siswi pun masuk ke ruangan kelas Aira dan Kinan.
"Maudy!" kaget Aira dan Kinan.
"Hai." ucap Maudy.
"Ayo perkenalkan nama kamu." ucap Guru.
"Hai perkenalkan nama aku Maudy Graviel Zaynco pindahan dari Hillard High School London. Salam kenal semua." ucap Maudy.
"Salam Kenal." jawab teman sekelas Maudy.
"Silahkan kamu duduk di bangku kosong di belakang Kinan dan Aira ya." ucap guru. Maudy mengangguk dan pergi ke bangku yang di maksud guru yang sedang mengajar.
"Gimana bisa masuk sekolah dan kelas kita?" tanya Aira.
"Nanti aku jelasin ya Ai." ucap Maudy. Aira dan Kinan mengangguk.
•••Bersambung...
Hiii author udah up ni, jangan lupa dukungannya yaa. Dukungan kaliam penyemangat author..