Ken & Kinan

Ken & Kinan
Kekhawatiran Ken #2



Ken kembali lagi ke rumah sakit dengan Verrel. Ia ingin sekali melihat keadaan Kinan saat ini. Ntah kenapa dengan dirinya yang sangat khawatir sekali dengan Kinan.


"Woi lu anaknya gengsian apa emang kaga peka. Heran gua, udah jelas-jelas dari sikap lu, lu suka sama Kinan. Lah kenapa gak lu akuin?" tanya Verrel.


"Kurang yakin aja sama perasaan gua sendiri." jawab Ken.


"Ken, karna lu gua kejebak sama Maudy! Sekarang gua lagi pusing gimana caranya bawa Maudy kedepan kedua orang tua gua." ucap Verrel.


"Kenapa jadi Maudy?" tanya Ken.


"Waktu nolak perjodohan itu, gua bilang gua lagi pacaran sama Maudy." ucap Verrel.


"Aish, lu nambah masalah aja. Bilang aja lu gak suka sama Kinan apa susahnya?" ucap Ken.


"Gak kepikiran gua. Kan lu tau sendiri kalau gua panik gua ngapain!" ucap Verrel.


"Ya gak bisa mikir yang lain hah? Lu tau sendiri Om Elioz itu gimana. Lah lu malah nyeret Maudy ke masalah lu." ucap Ken.


"Bukan masalah gua aja, masalah lu juga. Lu yang nyuruh gua batalin perjodohannya jadi lu ikut serta untuk masalah ini!" ucap Verrel.


"Terserah. Gua mau liat Kinan." ucap Ken.


"Dasar bucin tapi gak nyadar!" teriak Verrel.


"Gua dengar Verrel!" ucap Ken.


"Sorry ada angin lewat. Gua mau keluar dulu mau ngejar anginnya. Kali aja mau jadi pacar gua." ucap Verrel langsung berlari keluar rumah sakit.


"Ya kali mau pacaran sama angin. Perlu masuk RSJ tu anak." gumam Ken.


•••


"Kinan gimana keadaannya?" tanya Bulan.


"Padahal Kinan gak apa-apa Tan. Tante sampai datang kesini lagi." ucap Kinan.


"Gak apa-apa Kinan. Tante sekalian mau ngechek keadaan kamu kali aja ada yang bermasalah." ucap Bulan.


"Gak ada yang bermasalah kan? Kita pulang sekarang!" ucap Rey sambil menatap tajam Ezra.


"Apa lu liat-liat gua gitu?" tanya Ezra.


"Gak ada, gua tadi ngira lu buaya perebut bini orang. Eh rupanya Ezra dari keluarga Prince. Sorry gua kira lu pembinor." ucap Rey.


"Lu bilang apa?!" ucap Ezra tersulut emosi.


"Ada bunda?" tanya Ken yang baru datang.


"Pantes rumah sakit sepi. Ada kamu rupanya Pasti para pengunjung rumah sakit ngejar kamu semua." ucap Bulan


"Seratus buat bunda. Itulah kronologi kenapa seorang Kenzard Anggara bisa berkeringat seperti ini." ucap Ken.


"Nih, anak lu kayak jalangkung. Datang tak di undang pulang tak diantar!" ucap Ezra.


"Lu bilang anak gua jalangkung? Lah anak lu apa? Kuntilanak?" ucap Rey. Ken memutarkan kedua bola matanya malas. Ia pun berdiri di tengah-tengah Rey dan Ezra.


"Ayah, Om Ezra. Ini rumah sakit kalian gak boleh bertengkar di sini." ucap Ken.


"Ini nih jalangkung!" ucap Ezra.


"Lah dari pada anak lu si Sayla. Kuntilanak campuran Cewe jalang!" ucap Rey.


Ni orang berdua kaya cewe aja main mulut. Main pakai kekuatan lah biar keren gitu. batin Ken.


"Stop it!" ucap Ken menaikkan volume suaranya. "Gak kasian sama Kinan yang baru bangun? Kalian berdua bertengkar kayak anak kecil aja." ucap Ken. Mereka pun saling mengalihkan pandangan.


"Jangan telat pulang ya Ken!" ucap Bulan.


"Iya bun." jawab Ken.


"Ayah kamu tu, kekanak-kanakan. Masalah lama aja di bawa sampai sekarang." ucap Ezra.


"Iya sih om. Seandainya Ayah gak datang saat itu mungkin Ken bakalan jadi anak Om dan Ken gak bakalan ketemu sama Sayla, Raylo dan Kinan." ucap Ken.


"Iya mantan calon anak." ucap Ezra.


"Hah?" tanya Kinan.


"Gak ada, cuman bahas masa lalu." jawab Ezra. Ken pun mendekati ranjang pesakit Kinan dan tersenyum.


"Gimana keadaannya?" tanya Ken.


Lah tumben ni kak Ken senyum. Ganteng banget lagi kalau senyum. batin Kinan.


"Udah lumayan baikan kak." jawab Kinan.


"Bagus, jangan lupa istirahat. Karna sekarang kamu udah kelas tiga SMA jadi harus banyak istirahat. Jangan terlalu banyak pikiran atau kamu gak lulus nanti." ucap Ken.


"Sejak kapan seorang Kenzard Anggara bicara panjang lebar dengan seorang perempuan?" tanya Raylo.


"Sejak detik ini!" jawab Ken tegas. Raylo hanya mengangguk saja.


Benar kata Morgan! batin Ken.


•••


"Papa ngapain kesini?" tanya Morgan.


"Papa gak setuju kamu pergi dari rumah. Yuk balik lagi ke rumah. Mama kamu cuman ke bawa emosi kemarin." ucap Elang


"Pa, Mama gak kebawa emosi. Emang itu yang ada di dalam hati Mama. Papa gak usah khawatir. Aku Morgan Bagaskara, aku pintar cari uang dan aku pintar bisnis. Papa gak usah khwatir aku bisa hidup tanpa kalian." ucap Morgan.


"Gan, jangan diambil hati perkataan Mama kamu. Dia cuman Emosi." ucap Elang.


"Kebanyakan dari orang emosi itu mengeluarkan setidaknya sembilan puluh lima persen isi hatinya, Benar?" tanya Morgan.


Anak gua yang satu ini pintarnya ngikuti Stella. Tapi sifat dan pemikiran bisnisnya ngecopy punya gua semua. Emang dia anak gua. batin Elang.


"Oke terserah kamu. Sekarang apa bisnis kamu?" tanya Elang.


"Tebak dong Pa." ucap Morgan


"MZB Hotel dan Moonlight Cafe. Benar?" tanys Elang.


"Wahh, Papa udah selidiki Morgan lebih dulu rupanya. Yap benar sekali." ucap Morgan.


Ga gua sangka, anak gua yang punya hotel terlaris nomor dua di asia setelah hotel punya keluarga Anggara dan dia juga yang punya Cafe yang sedang viral sekarang. Gak salah uang di atm nya hampir meledak. batin Elang.


"Sepertinya kamu memang CEO dari MZB hotel. Hotel terlaris dan terbesar kedua di asia setelah peringkat satu di duduki oleh KA hotel." ucap Elang sambil bertepuk tangan.


"Anak Papa hebat. Pantas saja isi atm mu banyak sekali. Kamu rupanya Mr. M yang sering di bicarakan oleh orang-orang." ucap Elang.


"Papa berharap kamu jangan terlibat dalam dunia mafia seperti Ken. Papa gak mau kamu terlibat karna papa pernah merasakannya." ucap Elang.


Terlambat! batin Morgan.


•••Bersambung...


Hai-hai author udah up ni. Jangan lupa dukungannya agar author makin semangat ni buat episode dari novel ini. Yang minta visual tadi kapan-kapan author buat ya. Lagi nyari visual yang cocok ni. Kalian kalau ada masukan silahkan coment di kolom komentar yaa 😁